kumparan
18 Mei 2019 21:26 WIB

Gonjang-Ganjing Pilpres 2019 Tak Surutkan Bisnis Modal Jari

CEO Kimia Farma, Honesti Basyir, saat berbicara di Road Show Bandung Bisnis Modal Jari, Sabtu (18/9) bersama Stefanie Kurniadi, Founder Upnormal (kiri) dan Yasa Singgih, Founder Men's Republic (kanan). (Foto: Tristia R./Temali)
Gonjang-ganjing Pilpres 2019 sempat membuat orang ragu akan kondisi perekonomian. Namun Yasa Singgih tidak percaya hal itu. Founder e-commerce fashion Men's Republic ini mengamini betul jika bisnis melalui internet masih menyimpan peluang yang begitu besar. Drama Pilpres tidak begit berpengaruh.
ADVERTISEMENT
"Peluang berbisnis modal jari itu terlalu besar. Omzet saya naik 100 persen tiap tahun." Hal tersebut disampaikan Yasa pada Road Show Bandung: Bisnis Modal Jari, Jumat (18/5) di Harris Hotel Ciumbuleuit Bandung. Hadir pula CEO Kimia Farma Honesti Basyir, dan Founder Upnormal Stefanie Kurniadi.
Pendapat Yasa juga diamini bos Kimia Farma, Honesti Basyir. Perusahaan berusia 202 tahun yang ia pimpin pun mulai merambah bidang virtual store melalui aplikasi anyar yang mereka rintis, Mediv. Mediv merupakan aplikasi marketplace dimana user-nya dapat berbisnis alat-alat kesehatan dan kosmetik. Kimia Farma berperan sebagai supplier produk-produk yang diperjualbelikan.
"Selama ini, yang biasa main di alat-alat kesehatan biasanya industri-industri besar, biasanya importir," ujar Honesti. "Melalui Mediv, semua orang dapat berbisnis alat-alat kesehatan dengan modal nol."
ADVERTISEMENT
Mediv yang merupakan singkatan dari Medical Device ini memfasilitasi user untuk memasarkan produk-produk yang di-supply Kimia Farma. Aplikasi yang menghabiskan sekitar Rp10 miliar dalam pengembangannya telah menyedot sekitar 1000 pengunduh dari Google Play Store. Honesti menargetkan kaum milenial sebagai segmen pasar utamanya
Honesti (tengah) sedang berfoto bersama kaum milenial. (Foto: Tristia R/Temali)
"Padahal target awalnya ada 1000 orang yang men-download dalam waktu dua bulan. Ini baru saja satu bulan sudah ada 1000 yang men-download," begitu papar pria kelahiran Padang 50 tahun silam tersebebut. "Sengaja juga kami batasi orang yang mendownload, supaya kita bisa fokus jaring feedback dari mereka dulu."
Stefanie Kurniadi selaku pebisnis yang menyasar anak muda (Generasi Milenial dan Generasi Z) sebagai segmen utama, mengakui betapa pentingnya menyambangi internet untuk memaksimalkan bisnis. Bahkan, Stefanie memiliki tim di kantornya yang khusus tiap hari memantau apa saja yang viral di jagad maya.
ADVERTISEMENT
"Hal ini supaya kita bisa nebeng promosi ke hal-hal yang sedang ngetren. Waktu lagi ngetren cowok yang merusak motor di depan pacarnya, kami bikin iklan yang memperagakan hal tersebut juga," papar Stefanie. Stefanie juga menyebut Youtube sebagai media sosial yang paling banyak diakses di tahun 2019.
Video
Stefanie juga menyebut beberapa nama seperti Rico Huang dan Denny Santoso sebagai inspirasinya dalam memanfaatkan dunia internet. "Dunia digital ini.. more than we can imagine," ucapnya.

Apresiasi terhadap terobosan Kimia Farma

Terkait Mediv, Yasa jadi ingat ketika awal-awal mengawali Men's Republic. Teringat masa-masa dimana Yasa naik angkot untuk mendapatkan baju-baju dari Pasar Tanah Abang, kemudian memasarkannya secara online.
"Dengan adanya Mediv, berwirausaha jadi sangat mudah. Dulu kan nyari supplier produk susah, sedangkan produk-produk di Mediv di-backup dengan Kimia Farma. Jelas-jelas sudah beroperasi selama 202 tahun," ujar Yasa yang kini membuka unit usaha baru, Women's Republic.
ADVERTISEMENT
Stefanie, yang ayahnya kini struggling dengan penyakit stroke, ternyata mulai familiar dengan alat-alat kesehatan untuk ayahnya. Secara berkala, Stefanie membeli alat kesehatan untuk ayahnya. Hadirnya Mediv memberikan angin segar bagi Stefanie dan keluarga.
Para pengunjung Road Show Bandung: Bisnis Modal Jari. (Foto: Tristia R./Temali)
"Mungkin saya bisa jadi mitra," selorohnya. "Industri alat kesehatan ini sesuatu yang serius. Kimia Farma membuat industri ini lebih mudah diakses."
Bagi Honesti sendiri, dirinya tidak takut jika ranah offline store yang selama ini jadi andalan Kimia Farma akan bangkrut. Bahkan, dirinya tidak akan menutup gerai-gerai Kimia Farma. "Perusahaan seperti Amazon yang berbasis online, justru mulai membuka gerai offline untuk dekat dengan pelanggannya. Diharapkan bisnis online dan offline Kimia Farma justru bisa saling memperkuat."
[Penulis: Tristia R.]
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan