kumparan
8 November 2019 21:00

Kata Pakar, Ternyata Rebahan Ada Manfaatnya, Lho!

Foto: Unsplash.com
Kaum mager tentu akrab dengan aktivitas rebahan. Bagaikan magnet, kasur atau apapun sarana yang menjadi tempat rebahan terus menerus menarik diri kita hingga sulit lepas dan lupa waktu.
ADVERTISEMENT
Apalagi kalau ditemenin gadget dengan segala aplikasi menarik di dalamnya. Rasanya, gravitasi tambah kenceng narik badan kita. Kalau kata influencer Jerome Polin, begini rumusnya,

Gravitasi biasa: 9,8 m/s^2

Gravitasi saat rebahan: 100m/s^2

Gravitasi saat rebahan sambil main hape: 10000000m/s^2

Bener, enggak?
Jangan salah juga, sekarang, rebahan menjadi sebuah trend di kalangan anak muda. Bahkan dalam Twitter sempet viral istilah "Universitas Rebahan" atau "Kaum Rebahan". Isinya adalah mahasiswa atau orang gabut yang kerjaannya main twitter. Terlepas itu beneran gabut atau enggak ya, hanya Tuhan dan orang-orang itu yang tahu.
Lantas, sebenernya ada manfaatnya enggak sih rebahan itu? Kan, rugi di kita kalau cuma diam saja tapi enggak ngelakuin apa-apa. Lebih baik kita cari tahu dulu, gimana sih rebahan yang bermanfaat?
ADVERTISEMENT
Nah, ternyata, rebahan itu enggak selamanya buruk lho. Dikutip dari The Guardian, ketika kamu sedang benar-benar tertekan dan pekerjaan mulai menjadikanmu seperti zombie atau mayat hidup, kamu perlu istirahat. Termasuk salah satunya melakukan rebahan atau bahkan tidak melakukan apa-apa sama sekali untuk menghilangkan stres dalam dirimu.
Konsep relaksasi tersebut disebut sebagai Konsep Niksen. Niksen sendiri merupakan sebuah tren lifestyle di Belanda yang banyak dianut oleh para pekerja atau orang-orang yang butuh mengalihkan diri dari kejenuhan.
Dikutip dari Time, Carolien Hamming seorang seorang direktur pelaksana CSR Centrum di Belanda mengatakan bahwa Niksen memiliki arti tidak melakukan apa-apa, berdiam diri, atau melakukan sesuatu tanpa tujuan tertentu.
Manfaat dari Konsep Niksen ini sebenarnya lebih kepada kesehatan mental. Di antaranya untuk menghilangkan kecemasan, stres berlebihan dan menjaga diri agar tetap fit saat melakukan pekerjaan yang harus diselesaikan.
ADVERTISEMENT
Ketika sedang berdiam diri atau melakukan konsep ini, sebenarnya otak kita masih bisa bekerja dengan baik. Menciptakan ide baru dan memberi ruang agar bisa berpikir lebih luas dan tidak berfokus pada satu titik.
Penulis ingat dengan konsep prokrastinasi, Adam Grant. Bisa dibilang, konsep Grant mirip-mirip dengan Konsep Niksen ini. Menunda-nunda pekerjaan untuk beristirahat dari kejenuhan dapat memberi ruang agar bisa menciptakan ide yang lebih liar lagi.
Nah, menurut Carolien, Niksen ini bisa dilakukan dengan sedergana seperti rebahan sambil Twitteran, main media sosial lain atau bisa juga sambil mendengarkan musik. Selama itu tidak dilakukan untuk produktif atau tidak untuk tujuan sesuatu, berarti kita sedang melakukan Niksen.
Tapi ingat. Meskipun Niksen atau prokrastinasi memiliki manfaat yang baik, kita harus tahu kapan waktu yang tepat untuk melakukannya agar hal-hal tersebut tidak berbalik memberikan hal yang tidak diinginkan. Seperti misal, tugas yang tak kunjung selesai..***
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan