Ingin Merintis Online Shop? Catat Tipsnya untuk Pemula dari teman kumparan!

teman kumparan

teman kumparanverified-green

Ayo gabung ke komunitas teman kumparan!

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Merintis Online Shop. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Merintis Online Shop. Foto: Shutter Stock

Di era yang serba digital, kegiatan belanja nggak harus dilakukan dengan pergi ke mall atau pasar lagi. Lewat marketplace yang bisa diakses dari ponsel, kamu bisa beli barang-barang dan langsung diantarkan ke rumah.

Kemudahan tidak hanya memanjakan konsumen, tapi juga orang-orang yang punya jiwa pebisnis. Marketplace memudahkan mereka menjajakan produknya, sehingga bisa meraup untung lebih banyak.

Keuntungan dari jualan online sudah dirasakan oleh para teman kumparan, salah satunya Purwanti Puji Lestari (49). “Alhamdulillah, saya sudah punya customer loyal di Shopee yang beli produk saya tiap bulan rutin,” ucapnya.

Meski begitu, teman kumparan mengatakan bahwa memulai bisnis online shop bukan hal yang mudah. Bagi pemula yang ingin ikut menjajal bisnis ini, yuk simak tips membuka online shop dari teman kumparan berikut ini.

Tips Membuka Online Shop Bagi Pemula

Ilustrasi belanja online. Foto: Shutterstock

Bagi yang ingin membuka online shop di marketplace kayak Shopee atau Tokopedia, teman kumparan Ofi (33) menyarankan untuk mempelajari panduan penjualan di platform-nya terlebih dahulu.

Kemudian, ambil foto produk semenarik mungkin untuk menarik perhatian konsumen. Saat fotonya diunggah, sertakan deskripsi produk dengan rinci dan untuk mencegah kesalahpahaman antara pembeli dan penjual.

“Pelajari dulu tata caranya, foto produk dengan semenarik mungkin agar pelanggan tertarik, deskripsikan produk sesuai dengan gambarnya,” beber Ofi.

teman kumparan Taufiq Rahma (40) juga punya pendapat serupa. Menurutnya, foto produk sangat memengaruhi minat konsumen terhadap jualanmu. “Foto yang jelas, cari kamera bagus,” katanya.

Selain itu, selalu usahakan untuk menjawab pertanyaan konsumen dengan cepat alias fast response. Jangan sampai mereka malah beralih checkout produk kompetitor karena kelamaan nunggu balasanmu.

“Harus fast response, jaga kualitas,” jelas Taufiq.

Biar dagangan makin laris, Taufiq juga menyarankan untuk mempromosikan produk ke teman-teman serta saudara. Kalau suka, biasanya mereka bakal dengan senang hati ikut promosiin produkmu ke relasinya. Alhasil, jualanmu pun bisa semakin dikenal luas.

Ilustrasi memulai bisnis. Foto: Shutterstock

Kalaupun nggak laris manis, Taufiq mewanti-wanti untuk tidak putus asa, apalagi sampai memutuskan berhenti. “Jangan putus asa karena saya dulu begitu, harus tetap sabar dan konsisten,” nasihatnya.

Sementara itu, Purwanti sangat menyarankan untuk membekali diri dengan ilmu jualan online. Kamu bisa dapatkan ilmu itu lewat pelatihan marketplace seperti Shopee dan Tokopedia.

Sesi pelatihan bakal ngajarin kamu tentang cara memasarkan produk dengan menarik, mengelola toko, memaksimalkan penggunaan platform, dan masih banyak lagi. Manfaat ini udah dirasakan oleh Purwanti, lho.

“Awal buka toko masih belum tahu bagaimana pasang foto produk yang bagus dan lain-lain. Tapi berjalan waktu, banyak pelatihan Shopee maupun Tokped yg bisa kasih kita ilmu gimana cara untuk buka toko online di marketplace,” ucapnya.

“Banyak pelatihan gratis, kok, yang mereka adakan di luar sana. Harus banyak cari info,” ia menambahkan.

Nikmati serunya sharing hal-hal seru dengan ribuan teman baru di komunitas teman kumparan. Klik kum.pr/temankumparan