Opini & Cerita
·
31 Agustus 2020 11:54

KELAS Teman kumparan: How To Make A Relateable Podcast?

Konten ini diproduksi oleh Teman kumparan
KELAS Teman kumparan: How To Make A Relateable Podcast? (48492)
Ilustrasi membuat podcast. Foto: Pixabay
Teman kumparan, apakah kamu salah satu yang tertarik membuat podcast? Belakangan ini, podcast memang menjadi salah satu media kreatif baru yang sedang booming. Sekilas konten podcast mirip dengan siaran radio. Namun, podcast memberikan keunggulan lain untuk bisa diakses dan dibuat oleh siapa saja.
ADVERTISEMENT
Kemudahan itu menyebabkan semakin banyak content creator yang memilih podcast sebagai konten andalannya. Sehingga, konten podcast yang muncul pun semakin beragam.
Nah, supaya bisa bersaing dengan podcaster lain, Gery Ardian, salah satu Podcaster asal Lampung mengatakan, penting untuk membuat konten yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh para pendengar.
Dengan begitu, teman kumparan bisa membuat konten yang relateable supaya para pendengar pun merasa lebih dilibatkan dalam konten yang kita buat. Oleh karenanya, kita perlu mempertimbangkan sudut pandang pendengar ketika membuat podcast.
"Jadi, selain membicarakan hal yang kita suka, kita juga harus ingat kalau ada pendengar yang sedang mendengarkan podcast kita."
"Dengan menyadari hal tersebut, kita akan memenuhi kebutuhan mereka juga sebagai pendengar. Sehingga semakin banyak orang yang relate, hehehe," ujar Gery kepada teman kumparan ketika mengawali KELAS.
ADVERTISEMENT
Teman kumparan di Grup Telegram telah mendiskusikan bagaimana caranya membuat podcast yang relateable bersama Gery Ardian. Penasaran seperti apa keseruannya? Simak rangkumannya di bawah ini, yuk!
KELAS Teman kumparan: How To Make A Relateable Podcast? (48493)
KELAS Teman kumparan bersama Gery Ardian. Foto: dok. kumparan
Tanya: Bagaimana cara biar podcast yang kita buat bisa banyak didengar? Dan durasi maksimal podcast yang oke itu berapa menit?
Jawab: Pertama, bahas konten yang disuka dan ingin diketahui oleh pendengar kita. Ketika di awal ketika membuat podcast, lebih baik mendengarkan insight dari pendengar kita dulu. Konten podcast pun perlu dibuat dengan ringkas dan to the point untuk memenangkan hati pendengar.
Jadi buat awal-awal dibuat singkat dulu, lalu durasinya disesuaikan lagi dengan karakter pendengar kita. Kalau aku biasanya bikin podcast kurang lebih 20 menit.
ADVERTISEMENT
Tanya: Lebih baik singkat, to the point dengan yang akan disampaikan. Begitu ya, Bang?
Jawab: Benar. Karena kalau memulainya kayak aku dulu yang benar-benar dari bawah, aku paham kalau orang-orang belum kenal aku siapa. Jadi satu-satunya cara agar mereka tertarik adalah dengan konten podcastnya yang sebaik mungkin dan sepadat mungkin.
Aku buat podcast dulu di awal-awal cuma share di feed Instagram, jadi durasinya cuma satu menit. Setelahnya buat yang 3 menit, 5 menit, begitu seterusnya. Ini contoh podcast aku dengan durasi hampir 10 menit.
Video
Untuk podcast memang basisnya audio, sementara kalau upload di Istagram memang lebih banyak yang menggunakan video dengan animasi. Ini berarti Instagram akan lebih banyak proses post editing-nya.
ADVERTISEMENT
Nah, persoalannya tinggal kesanggupan si pembuat konten untuk tetap konsisten. Karena yang dipikirin nggak hanya kualitas, tapi juga butuh konsistensi supaya tetap bisa tetap ada di algoritmanya platform yang di-upload.

“Jelas, di Instagram perlu dikasih animasi dan video lebih menarik. Bisa juga dikasih gimmick agar bisa 2 arah dan punya hal baru tiap episodenya.”

- Gery Ardian, Podcaster dan Penulis Buku

Tanya: Apa modal awal yang harus dimiliki untuk layak memulai podcast? Terus cara pilih topik menurut Bang Gery berdasarkan apa?
Jawab: Awal-awal aku bikin podcast, sampai ke episode 20-an itu aku masih pakai handphone. Record pakai handphone dan edit audionya di aplikasi Adobe Audition. Sebenarnya itu kelebihan podcast, kita hanya butuh recorder dan menurutku handphone itu sudah cukup banget sebenarnya.
ADVERTISEMENT
Jadi aku bukan beli barang dulu untuk mulai podcast, tapi akhirnya aku bisa beli peralatan-peralatan itu karena podcast.
Untuk memilih topik, biasanya aku nggak hanya bahas tentang apa yang aku suka, tapi aku juga nanya ke pendengar aku, kira-kira mereka butuh apa, sih? Mereka mengharapkan aku untuk ngomongin apa? Jadi, sudut pandang pendengar juga perlu dipikirkan. Apakah hal-hal yang bakal aku bahas itu akan relate ke mereka atau nggak.
Tanya: Adakah tips dari Bang Gery ketika bikin script podcast? Kadang udah buat script baru 2 paragraf udah mentok, nggak bisa nerusin.
Jawab: Bikin script podcast yang baik, bisa dibikin poin-poin dulu apa yang mau kita sampaikan, lalu dibikin mapping. Tapi dulu aku pas awal-awal, bikin script dulu dari awal sampe akhir apa aja yang diucapkan.
ADVERTISEMENT
Setiap mau bikin podcast, pasti ada 3 babak:
  • Bridging
  • Isi
  • Konklusi/kesimpulan
Dari 3 babak ini, bisa dipindah-pindah dulu kalau lagi mentok, biar ketemu kerangkanya. Nah, kalau udah mentok banget, coba baca-baca referensi terkait tema yang kita bawa, yaa.
Tanya: Bagaimana caranya buat dapetin ide bikin script podcast-nya? Dan bagaimana supaya podcast kita tuh terlihat menarik dan bisa didengar banyak orang?
Jawab: Kalau dari aku, kira-kira tipsnya seperti ini, yaa.
  • Banyak baca buku, artikel, dan jurnal. Karena aku suka bahas tentang percintaan, aku banyak baca buku tentang itu dan tentang psikologi. Ini bisa bikin apa yang kita ucap jadi lebih kredibel, karena sumbernya dari buku.
  • Dengerin podcast creator lainnya.
  • Ngambil teknis penulisan yang casual.
  • Buat konten kayak ngobrol sama seseorang, itu jadi lebih mudah ditangkap sama pendengar.
  • Ada 2 tahap penulisan script: 1. Penulisan Script, 2. Editing Script. Jadi ketika meng-create konten, kita pun mesti bermain peran sebagai writer - editor. Sehingga antara penulisan dan editing ini diberi jeda, ya, supaya kita nggak terpengaruh emosi kalau konten yang dibuat sudah bagus.
ADVERTISEMENT
  • Setelah editing, jangan lupa dipoles lagi supaya lebih menarik.
Tanya: Kak Ger, sharing dong gimana bisa dapetin engagement yang bagus?
Jawab: Jadi, untuk dapat engagement yang baik kita harus siapkan penyebabnya supaya akibatnya juga baik. Harus terus belajar untuk lebih baik di setiap pembuatannya dan fokus ke hal-hal yang ada dibalik layar selain cuap-cuap.
Jangan lupa juga evaluasi dari analitik, berapa lama orang banyak mendengarkan konten kita dan perhatikan hingga menit ke berapa. Banyak review konten yang sudah kita buat dan upgrade lagi. Nah, kalau sudah baik jangan lupa dipertahankan. Selain itu, belajar algoritma platform-nya juga, yaa.
Tanya: Apa formula yang tepat membuat bridge intro dan outro untuk menggaet follower atau orang bisa subscribe podcast kita, kak?
ADVERTISEMENT
Jawab: Menurutku untuk di awal, berlatih buat konten yang to the point dulu aja. Selain itu banyakin episode podcastsnya aja dulu daripada durasinya kalo untuk di awal-awal. Dari situ, kamu bisa melihat karakter pendengar kamu.
Bridging intro & outro untuk menarik followers itu sebenarnya melibatkan banyak aspek. Kalau aku biasanya taruh di awal quote pembahasannya. Ketika opening-nya menarik, maka orang pun akan dengerin podcast kita lebih lama.
====================
KELAS merupakan diskusi dan tanya-jawab online yang diadakan di grup teman kumparan. Di KELAS, kamu bisa berdiskusi dengan para pakar di bidangnya secara gratis. Yuk, gabung ke grup teman kumparan di Telegram melalui kum.pr/teletemankumkum. Jangan lewatkan keseruannya, ya!