Opini & Cerita
·
2 Oktober 2020 17:53

KELAS Teman kumparan: Start Love Yourself Now!

Konten ini diproduksi oleh Teman kumparan
KELAS Teman kumparan: Start Love Yourself Now! (133405)
Ilustrasi Self-Love. Foto: Pexels
Mencintai diri sendiri (self-love) memang bukan proses yang mudah, teman kumparan. Sebab terkadang, kita belum memahami alasan mengapa kita ada di dunia ini, apa yang akan kita lakukan, dan bagaimana jika ada orang lain yang mungkin tidak menyukai kita?
ADVERTISEMENT
Dalam hidup, kita tak hanya perlu menjalin hubungan baik dengan Tuhan dan orang lain, tetapi juga diri sendiri. Dengan menjalin hubungan baik dan mulai mencintai diri sendiri, kamu akan membentuk energi positif yang mampu menjaga kesehatan mental dirimu, lho.
Lantas, bagaimana cara yang tepat untuk menyayangi diri sendiri?
Menurut Psikolog sekaligus Relationship Expert Dian Wisnuwardhani, self-love merupakan cara yang kita lakukan untuk membuat diri kita bisa menerima keadaan diri seutuhnya. Ya, memang butuh proses untuk bisa sampai ke titik tersebut.
Namun jangan khawatir, teman kumparan. Kamu bisa melakukan berbagai macam cara untuk mulai menerapkan self-love karena setiap orang memiliki caranya sendiri untuk mulai menyayangi dirinya.
Bersama teman kumparan di KELAS, Relationship Expert Dian Wisnuwardhani telah membagikan berbagai cara agar kamu mulai mencintai diri sendiri. Di antaranya, kamu bisa mulai membuat gratitude journal untuk mencatat hal-hal baik apa saja yang kamu miliki setiap harinya. Tak hanya itu, kamu juga bisa memberikan self affirmation atau mengungkapkan kalimat positif setiap bangun di pagi hari.
ADVERTISEMENT
Relationship Expert Dian Wisnuwardhani yang juga merupakan salah satu dosen di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia telah berdiskusi bersama teman kumparan di Grup Telegram, lho. Kali ini, sosok yang aktif mengedukasi lewat akun @dlovepsychologist juga membagikan tips dan menjawab pertanyaan teman kumparan terkait self-love.
Penasaran seperti apa keseruan diskusinya? Yuk simak rangkumannya di bawah ini!
KELAS Teman kumparan: Start Love Yourself Now! (133406)
KELAS Teman kumparan bersama Dian Wisnuwardhani, M.Psi., Psikolog. Foto: dok. kumparan
Tanya: Ketika kita sudah mulai belajar self-love, tapi terkadang masih suka berpikir apakah ini masih self-love atau justru selfish? Bagaimana batasan atau lingkup antara 2 hal tersebut ya, Mbak?
Jawab: Loving yourself adalah sebuah cara untuk menghargai diri dan membuat diri bahagia tanpa tentunya mengesampingkan orang orang disekitar kita. Sementara selfish adalah sebuah tindakan yang lebih egosentris atau tidak peduli dengan orang orang lain.
ADVERTISEMENT
Contoh selfish misalnya ketika Anda sedang berbicara dengan orang lain, lalu anda sama sekali tak peduli dengan apa yang ia bicarakan dan lebih terfokus pada cerita tentang diri anda sendiri. Tidak ada empati atau tidak ingin memahami kebutuhan orang lain di saat itu yang sebenarnya membutuhkan anda sebagai pendengar, malahan anda asik membicarakan diri anda sendiri.
Jadi loving yourself adalah cara untuk lebih bisa menerima, memahami keadaan diri apa adanya, sementara selfish lebih kepada ketidakpedulian dengan kepentingan orang lain.
Tanya: Apakah 'me time' termasuk ke dalam bagian dari mencintai diri sendiri? Kalau iya kenapa? Seberapa penting untuk melakukan me time? Dan apa manfaat me time bagi kesehatan diri sendiri?
Jawab: Pada dasarnya setiap manusia pasti membutuhkan orang lain, namun ia juga membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri. Me time adalah salah satu cara untuk membuat diri merasa nyaman, apalagi jika kegiatan yang dilakukan sehari hari sangatlah padat ya, teman-teman.
ADVERTISEMENT
Me time yang dilakukan bisa disesuaikan dengan kondisi Anda saat itu yang mendukung, misalnya jika waktunya sempit, maka lakukanlah dalam kurun waktu sebentar. Me time bisa dilakukan se-simple membaca buku selamam 1 jam di kamar, pergi keluar rumah sendirian, berdoa atau bermain game,
Me time ini penting dilakukan karena merupakan sebuah cara untuk rekreasi dari rutinitas sehari hari. Dengan melakukan me time, harapannya teman teman akan lebih merasa relax. Nah pasti kalau lebih relax kita jadi lebih tenang dan secara fisik jadi kebih sehat.
Tanya: Setiap saya dibohongi dan menjalin hubungan yang kurang baik dengan orang lain, saya kerap menyalahkan diri saya sendiri. Kemudian saya juga lebih nyaman dengan kesendirian daripada bersosialisasi. Bagaimana cara saya mengatasi hal ini ya, Mbak Dian Wisnu?
ADVERTISEMENT
Jawab: Menikmati kesendirian sebenarnya boleh-boleh saja, namun membuat diri merasa tidak nyaman dalam lingkungan sosial ini yang menjadi concern utama.
Cara mengatasinya, coba tuliskan di kertas, hal-hal yang membuat kamu merasa tidak nyaman dengan orang tersebut. Setelah dituliskan, silakan kertas tersebut dirobek dan dibuang jauh-jauh.
Setelah itu tuliskanlah hal-hal baik yang kamu miliki. Hias tulisan tersebut dan tempelkan pada tempat yang mudah dilihat sehingga kapanpun bisa dibaca.
Tanya: Ada beberapa orang yang mempunyai sifat tempramental atau gampang marah lah istilahnya. Bagaimana menghadapi masalah ini dan belajar menerima kekurangan diri sendiri?
Jawab: Sifat mudah marah itu memang sangat berbahaya dan bisa merugikan diri sendiri. Energi akan terbuang sia-sia dan biasanya timbul rasa lelah setelah marah.
ADVERTISEMENT
Cara mengontrol bisa dilakukan dengan berbagai cara, tapi yang mungkin dilakukan adalah dengan diam sebelum marah. Mungkin ini menjadi sulit ya, tapi ini bisa dicoba.
Ketika ingin marah, cobalah diam beberapa saat sambil menghitung 1, 2, 3, dst.
Ingatlah marah itu mungkin saja melegakan diri orang yang marah karena telah terlampiaskan, namun kasihanilah diri anda sendiri. Karena orang lain akan menjadi takut kepada Anda, dan Anda bisa dijauhi oleh banyak orang yang menderita karena kemarahan Anda.
Lakukanlah hal-hal yang lebih membuat tenang, yaitu hal hal positif yang anda sukai.
Buang energi buruk dan amarah itu perlahan-lahan setiap hari dengan menuliskan self affirmation pada agenda atau di telepon genggam, bahwa Anda lebih tenang, belajar bersabar, dansetiap kali anda merasa akan marah, segeralah ambil air putih, minum air putih itu, berdiam diri sambil menghitung 1 2 3 dst sampai anda merasa lebih tenang.
ADVERTISEMENT
Tanya: Saya terkadang merasa sering menyalahkan masa lalu. Bagaimana cara mengatasinya?
Jawab: Masa lalu tentunya membawa bekas dan akan teringat hingga masa kini. Yang perlu dilakukan adalah masa lalu menjadi hal yang membuat kita belajar dan bangkit kembali.
Namun silakan fokus terhadap masa lalu itu diganti dengan fokus pada masa kini. Bahwa kamu hidup di masa kini, here and now.
Kepahitan masa lalu ada di masa lalu, sementara kamu ada di masa kini. Cobalah fokus pada hal itu. Pada hal-hal yang saat ini,tuliskan hal-hal baik yang kamu miliki. Tambahkan tulisan itu setiap hari

"Diri kalian sangat berharga, semua hal yang terjadi adalah sebuah proses menuju pengenalan dan pemahaman diri sendiri. Lakukanlah cara-cara untuk bisa memahami diri kalian, mencintai diri kalian apa adanya, dan percayalah kalian akan lebih menghargai diri dan lebih banyak tersenyum menyongsong hari."

- Dian Wisnu, D'Love Psychologist.

ADVERTISEMENT
(sif)
====================
KELAS merupakan diskusi dan tanya-jawab online yang diadakan di grup teman kumparan. Di KELAS, kamu bisa berdiskusi dengan para pakar di bidangnya secara gratis. Yuk, gabung ke grup teman kumparan di Telegram melalui kum.pr/Temankumparan. Jangan lewatkan keseruannya, ya!