kumparan
KONTEN PENGGUNA
28 Februari 2020 18:58

Pilihlah Smartphone Sesuai Dengan Keperluan Kita

mouldie ig.PNG
Mouldie Satria - dok: instagram @sobat_hape
Menjadi salah satu reviewer smartphone paling banyak ditonton di jagad Youtube sekarang ini tidak pernah jadi rencana dari seorang Mouldie Satria. Namun karena hobinya mengulik segala hal tentang teknologi membuatnya paham betul dengan seluk beluk perkembangan ponsel.
ADVERTISEMENT
Hobinya sendiri dimulai saat ia masih SMP. Berawal dari langganan koran Pulsa dan PC Media, Mouldie akhirnya mencoba untuk membuat video review tentang ponsel dan komputer terbaru. Dari situlah awal mula channel SobatHAPE hadir di Youtube.
“Ketika saya kuliah... saya iseng bikin video-video review menirukan orang luar. Dulu referensinya Phone Arena, Mobiletech Review. Ketika video pertama jadi, orang2 minta video yg lain. Jadi keterusan deh,” ujar Mouldie kepada kumparan.com
Ketika mengobrol tentang smartphone dan perkembangannya, lelaki lulusan ITB ini mengatakan ada kecenderungan perang kamera akan terus menjadi tren kedepan. Menurutnya vendor-vendor smartphone akan terus mencoba memperbaiki kamera di smartphone mereka untuk beberapa tahun kedepan. Teknologi 5G juga menurutnya akan menjadi buzz terbaru di dunia ponsel.
ADVERTISEMENT
Meskipun dengan perkembangan yang begitu cepat, bukan berarti teknologi-teknologi kelas wahid tidak bisa diakses oleh orang banyak. Menurutnya, kecuali untuk smartphone kelas flagship, kualitas antara smartphone entry dan mid level tidak akan berbeda banyak.
Karena itulah melihat kebutuhan kita sangat penting untuk smartphone, menurut Mouldie. Karena dengan melihat kebutuhan, kita bisa mencari smartphone yang tepat dan cocok untuk dibeli.
“Bagian terpenting sih di user experience sih. Enak digunakan apa ngga, apakah fiturnya sesuai sama apa yang brand janjikan? Ketahanan baterai, kualitas kamera, performa gaming dan lain-lain,” jelas Mouldie.
Sebagai penutup, kumparan.com sempat menanyakan smartphone-smartphone rekomendasi dari semua level kepada Mouldie. Dengan senang hati ia memberikan rekomendasi dari entry level, mid level, dan flagship.
ADVERTISEMENT
Untuk entry level, Mouldie sangat merekomendasikan Realme C3. Terutama untuk kalian yang hobi main game. Untuk mid level, ia merasa belum menemukan yang lebih baik dari Realme Note 8. Untuk kategori flagship, hingga saat ini masih merekomendasikan iPhone 11 Pro Max. Meskipun begitu ia mengaku sangat penasaran dengan Samsung Galaxy S20.
“Untuk entry level saya rekomendasikan Realme C3 buat yg senang gaming di harga terjangkau, kelas tengah masih belum ada yang se- oke Redmi Note 8, sementara flasghip saya sendiri menggunakan iPhone 11 Pro max walau Samsung S20 ultra sangat menggiurkan,” ujar Mouldie.
sobatHAPE.jpg
poster kumparanTALK - dok: kumparan.com
teman kumparan juga sempat mengobrol lebih dalam dengan Mouldie tentang tren-tren smartphone masa depan di kumparanTALK. Mau tahu isinya? Berikut rangkumannya:
ADVERTISEMENT
Tanya: untuk perkembangan AI di dunia smartphone nih, kan beberapa tahun belakangan HP dengan embel2 "AI" banyak berkeliaran di pasar dan sejauh ini perkembangannya sudah semakin pesat, dari yang cuma dipakai di camera sekarang sudah berkembang lebih jauh sampai bisa menyesuaikan kebiasaan pakai smartphonenya. Pertanyaannya gimana kira-kira penggunaan AI di masa depan menurut Sobat Hape? Dan apa yang diharapkan dari sebuah AI dalam menggunakan smartphone?
Jawab: sebenarnya AI (artificial intelligence) di smartphone itu sudah melakukan lebih banyak hal misalnya di camera bukan sekedar tebak-tebakan ini gambar apa gitu ya, ngasih gambar yang lebih warm, ada gambar bunga ngasih gambar detil yang lebih sharpness, kalau misalkan kelihatan pori-pori atau jerawat bisa dihilangkan nah sebenarnya AI smartphone melakukan lebih banyak AI terutama sih di sektor baterai, AI bisa kasih prediksi penggunaan seperti apa jadi penggunaan data kita sehari kayak apa, jadi smartphone bisa nebak-nebak ‘oh Mouldie bangun jam sekian dan akan buka aplikasi ini lalu yang dinyalakan yang ini’, AI di sini mengaktifkan beberapa fitur dan mematikan beberapa fitur yang pada akhirnya akan menyajikan experience yang sangat smooth sampai kita nggak mikir ada AI di dalamnya.
ADVERTISEMENT
Penggunaan AI di masa depan akan lebih krusial, contohnya ketika memilih produk di toko online, AI sudah bukan sekedar nebak lagi. Bahkan ada video yang bilang kedepannya kita nggak harus belajar lebih banyak jadinya kita hanya implant di tulang belakang kepala itu jadi kalau lagi cari jawaban dari suatu pertanyaan kita bisa langsung dapet jawabannya seakan kita ngetik Google di saat itu, terdengar mengerikan sih… Tapi teknologi berkembang memang dengan phase yang sangat cepat dan penggunaan AI ini mungkin tidak digadang-gadang sebuah produk untuk promosi ya.. Tapi secara smooth AI akan ada di setiap internet gadget things yang kita punya.
Tanya: Apakah 5 tahun kedepan smartphone akan lebih ke arah memperbanyak jumlah kamera atau malah melanjutkan tren smartphone gaming?
ADVERTISEMENT
Jawab: sebenarnya ini adalah 2 hal yang berbeda yah… jadi tren smartphone kamera akan terus berjalan, gamingpun untuk saat ini dapat dikatakan baru dan perlahan perkembangannya baik.
  • Gaming: awalnya membutuhkan processing power yang besar jadinya smartphone yang muncul dengan label gaming dijual dengan harga yang cukup tinggi seperti Black Shark 2 pro, ROG Phone 2, Nubia Red Magic, Razer Phone itu adalah contoh smartphone gaming dengan ukuran banderol harga yang cukup tinggi. Lalu sekarang kita lihat untuk smartphone gaming ada juga yang terjangkau sebagai contoh Redmi Note 8 Pro dengan harga 3jutaan dengan performance gaming yang lebih tinggi dari sebelumnya, sudah terlihat penetrasi gaming ke range harga yang lebih terjangkau apalagi baru keluar Realme C3 yang punya performance gaming 2x lipat dengan harga yang sama jadi terlihat perlahan era smartphone gaming akan menyasar pasar yang lebih tinggi di mana itu menjadi nilai plus untuk kita pecinta gadget karna kita akan mendapatkan banyak pilihan
ADVERTISEMENT
  • Camera: jumlah camera akan diperbanyak yaaaa biasanya brand memberikan jumlah camera yang lebih banyak biar experience penggunanya lebih nyaman tapi kalau melihat mode-mode lensa yang biasa dijual saya nggak yakin kita butuh lebih banyak lagi karena saat ini mungkin yang krusial adalah lensa biasa yang wide ya, kemudian ada ultra wide angle terus ada tele dan ada depth sensing. Nah sebenarnya ada 4 yang penting, kalau ditambahkan yang lebih, saya belum melihat lensa apa yang pada akhirnya bisa dimasukkin karena saya nggak melihat lensa atau jumlah lensa smartphone lebih dari 4. Tapi yang akan menjadi push yang saya lihat justru malah ke megapiksel. Ia punya kemampuan lebih di digital zoom. Kelebihan dari optical zoom ini kan memberikan zoom yang lebih natural dan oke tanpa kehilangan kualitas nah itulah gunanya kita punya lensa tele di smartphone. Kekurangan dari lensa optical adalah dia butuh space/ruang yang tinggi sebagaimana kamera pada umumnya ketika kita pengin mendapatkan zoom yang tinggi untuk lensanya akan panjang dan besar dan di smartphone, ukuran/ruang bisa dibilang mewah dan beberapa pabrikan mencoba mengakali dengan bikin berbentuk periskop seperti di OPPO dan di Samsung Galaxy S20 Ultra tapi inilah mereka nambahin resolusi di sana yaitu biar dikombinasikan jadi hybrid zoom, bisa optical zoom dan digital. Saya juga lihat kedepannya nanti kita akan banyak di digital karena digital untuk saat ini bisa dibilang atapnya masih lebih lapang ketimbang space smartphone yang sekarang ukurannya segitu tapi kalau misalkan pengin bikin zoom yang panjang banget itu tuh agak susah karena kita harus punya smartphone yang sebesar telapak tangan kita.
ADVERTISEMENT
Tanya: terkait 5G nih mas, kira-kira harapan Mas di 5G ini gimana sih? Misalkan dari band yang dipakai, dari sisi perangkat headend, frekuensi sampai ke perangkat pengguna. Apalagi ada desas desusnya analog switch off nih
Jawab: untuk 5G harapannya sebenarnya yang kita mendapatkan internet yang cepat dari jangka waktu dari 4G itu adalah kita punya industri yang lebih siap maksudnya kita menggunakan terlebih dahulu dan pada akhirnya kita dapat membuat produk. Contohnya produk yang muncul ketika adanya 4G yaitu Traveloka dan beberapa unicorn lainnya, mereka yang bisa memaksimalkan the new G ini mau itu dari e-commerce dari Tokopedia, Traveloka, Gojek karena New G ini itu datang nggak hanya dia kasih koneksi yang lebih cepat daripada 3G tapi juga dia punya penetrasi yang lebih dalam, smartphone dulu harganya mahal tapi sekarang ratusan ribu bisa punya smartphone 4G itulah kenapa kita bisa punya layanan Gojek yang penggunanya luar biasa besar.
ADVERTISEMENT
Kendala di Indonesia ini adalah band yang dipakai, pemerintah masih bingung mau pakai band yang mana karena kita itu adalah negara kepulauan dan punya ratusan ribu pulau dan tentunya penduduknya banyak yang mana tentu mereka nggak punya akses ke teknologi yang lebih mudah daripada kita yang ada di Pulau Jawa ini dan banyak orang-orang di luar pulau Jawa yang masih menggunakan band 2G dan 3G untuk komunikasi telpon, kalau misalnya kita mengubah band yang ada di sana, yang terjadi adalah pemerintah harus update ke saudara-saudara kita yang ada di sana yang masih pakai band yang lama jadi kasian tiba-tiba terputus, kita ganti dengan data-datanya 5G. Tapi sebenarnya teknologi 5G adalah buat negara yang pengin deploy secepatnya itu kita bisa pakai dynamic sharing maksudnya dengan band yang sama bisa dipakai jalanin 4G saat ini ke 5G bisa tapi yang terjadi adalah 50-50 atau 70-30 yang di mana 5Gnya nggak maksimal.
ADVERTISEMENT
Kalau dibilang bisa sih ya bisa ya cuma bolanya ini ada di pemerintah dan bingung karena keputusannya mempengaruhi hajat hidup banyak orang. Sebagai pecinta teknologi, saya excited banget karna akan banyak industri yang muncul kalau misalkan 5G akan datang ke Indonesia misalnya ketika 4G datang cepat padahal di Amerika sana udah ada uber tapi karna adanya Gojek, kita bisa bertahan karna ada karya dari anak bangsa kita sendiri. Tapi kalau misalnya yang 5G ini khawatirnya kita baru dapat di tahun 2022, negara luar sudah mendapatkan 5G dan sudah mulai memikirkan industri baru yang cocok buat 5G yang pada akhirnya mereka sudah besar dulu lalu di kita belum ada, ketika datang, mereka lebih siap jadi industri barunya ini kita jadi nggak kebagian. Harapan saya semoga itu nggak terjadi, saya pengin 5G datang cepat-cepat tapi ya karna di Indonesia ini harus memikirikan nasib teman-teman di Indonesia yang masih menggunakan band 2G dan 3G.
ADVERTISEMENT
Tanya: sekarang kan Samsung dan Iphone masih bersaing di dunia teknologi, lalu Samsung bikin hp yang bisa dilipat dan praktis dibawa kemana aja. Kira-kira apakah smartphone lain akan meniru gaya Samsung?
Jawab: menurut saya hadirnya smartphone lipat adalah hal yang menarik ya karena teknologi ini susah datangnya karena ini sangat complicated, gimana caranya layar yang terdiri dari komponen elektronik bisa tetap menyala walaupun terlipat atau berubah bentuknya, selama ini kita punya teknologi yang bentuknya rigid, kalaupun bisa dilipat atau flip gitu yang berubah hanya engselnya saja tapi komponennya tidak berubah, beda sama layar yang ini. Nah gini saya pengguna Samsung Galaxy Fold begitu nikmatnya tablet yang bisanya digunakan untuk mengkonsumsi media seperti film tapi bisa dilipat masuk ke kantong celana itu adalah hal yang sebelumnya belum pernah saya dapet di manapun gadget pasaran.
ADVERTISEMENT
Nah kalau brand lain apakah mengikuti saya yakin banyak akan nyoba karena ini adalah sebuah pasar baru dimana yang saya lihat mereka menawarkan hal baru yang berbeda dengan Z-Flip. Z-Flip-pun menawarkan hal yang menarik juga sih karena ukurannya setengah dari smartphone biasa gitu jadi lebih compat di mana pada waktu dulu bentuk clamshell ini menjadi sebuah pilihan ketika ada fitur phone dulu, handphone fitur yang cuma punya beberapa fitur aja, faktor clamshell ini yang dipilih dari beberapa orang karena compact, enak dan bisa dikantongin. Yang saya liat akan semakin banyak produsen yang bikin tapi saya nggak tahu apakah Apple akan melakukan hal yang sama tapi seperti biasa Apple bisa saja terlambat 1 / 2 tahun dari teknologi yang ada tetapi mereka pasti lebih bagus dan lebih ‘booming’ daripada smartphone sebelumnya.
ADVERTISEMENT
Tanya: Dengan adanya perkembangan smartphone yang pesat saat ini, apakah nantinya akan menggeser pasar kamera profesional yang notabenenya warga Indonesia lebih suka ambil foto langsung upload ke media sosial? Karena untuk pasar saat ini produk smartphone selalu mengandalkan banyak kamera dan ‘gede-gedean’ megapixel. bagaimana menurut tanggapan Om Mouldie?
Jawab: saat ini tentu saja belum menggeser pasar kamera profesional karena sekali lagi di gadget, ukuran/size yang bisa dioprek oleh designer teknologi adalah hal yang sangat penting. Plusnya dari kamera profesional adalah dia punya ukuran yang lebih besar untuk menaruh sensor lebih besar, lensa yang lebih besar yang pada akhirnya ngasih kualitas foto/video yang jauh lebih baik dari smartphone lainnya. Tapi bedanya adalah smartphone ini sudah bisa mendistrupsi industri kamera pocket yang dulu ada sebelum hadirnya smartphone. Industri kamera pocket itu ukurannya kecil ya seukuran smarpthone lah tapi memberikan hasil foto yang oke lah tapi smartphone bisa catch up industri itu yang pada akhirnya jika kamera pocket tidak bisa memberikan hasil yang lebih maka kamera pocket bisa menghilang.
ADVERTISEMENT
Makanya yang tersisa di pasar adanya Sony, RX1000 atau misalnya Canon. Kalau menggeser sebenarnya belum ya tapi saya percaya bahwa ketika hasil kamera smartphone sudah cukup bagus tentu pada akhirnya bisa saja menggeser adanya kamera profesional. Saya bilang bisa saja itu tentunya dalam kurun waktu yang lama, nantinya akan berubah pertanyaannya: apakah bisa menggeser cinema kamera yang besar itu sehingga ukuran sudah nggak relevan. Nah tapi kalau misal teman kumparan merasa ‘kayaknya nggak mungkin nih menggeser kamera profesional’ tapi coba deh kalian liat beberapa tahun lalu orang tuh nggak terpikirkan kita bisa punya komputer sekecil ukuran smartphone, hal yang tidak mungkin untuk saat itu. Tapi menurut saya untuk sekarang ini anything can happen jadi apakah bisa menggeser tapi hanya waktu yang bisa menjawab karna saya melihat ketika hasil kamera sudah cukup bagus dan orang berpikir ah udahlah segini udah cukup bagus dan nggak perlu yang lebih besar lagi, maka pasar ini akan tergerus dengan smartphone perlahan-lahan.
ADVERTISEMENT
Tanya: kira-kira yang dapat dikembangkan dari smartphone dalam 5-10 tahun kedepan apa ya, Mas? Dengan smartphone zaman sekarang sudah layarnya bisa penuh dan dilipat, kamera yang sudah "mirip" dengan kamera beneran, baterai besar, dan sebagainya. Apakah perkembangan smartphone sudah stagnan atau masih bisa berkembang lagi?
Jawab: ya satu hal yang sangat kita inginkan dari dulu adalah better battery life, itu yang kita pengin dari 5 tahun lalu namun baterai sekarang memang sudah lebih baik sih dari 5 tahun lalu sebelumnya tentu tapi kita belum punya teknologi baterai yang punya size yang kecil dengan kapasitas lebih besar atau yang kita lakukan itu adalah kita ngopreknya dari sisi SOC, sistem yang lebih minim daya jadi SOCnya minim daya tapi kita nggak mau ngurangin performance tapi kita pengin baterai yang lebih tahan lama tentunya kita pengin yang lebih efisien.
ADVERTISEMENT
Perkembangan smartphone masih terus dapat dikembangkan malah kalau saya liat dari sisi teknologi adalah form factornya bukan dalam bentuk smartphone lagi tapi bisa jadi kita kedepan nggak butuh smartphone, kita butuhnya ya smartwatch atau yang lebih kecil lagi atau bisa juga implan ke tubuh manusia. Teman-teman bisa dilihat smartphone sudah sangat berubah misal handphone dari yang bisa dilipat jadi bisa connect ke kita jadi buat apa kita punya smartphone kalau kita bisa nelfon langsung dan telpon langsung dari pikiran tapi tentunya masih butuh waktu. Mungkin smartphone cuma jadi kamera atau alat game aja, bisa juga foto tinggal ngedip?
Tertarik ikut keseruan teman kumparan TECH?
Gabung di sini ya!
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan