Pencarian populer
USER STORY
28 November 2018 18:33 WIB
11
20

Catatan Saya tentang Tulisan Tony Rosyid

Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi dalam Konferensi Ulama Internasional. (Foto: Resya Firmansyah/kumparan)
Tentang tulisan Tony Rosyid (TR), saya punya beberapa catatan :
ADVERTISEMENT
1. Saya pertama kali bertemu dengan TR di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta, beberapa waktu lalu. Dia dibawa saudara Dede Muharam yang belakangan membuat deklarasi mendukung Prabowo atas nama alumni Mesir.
Bicara sana-sini, kelihatan yang bersangkutan lagi cari order jadi konsultan politik. Saya tidak tertarik karena model begitu banyak saya jumpai sebelumnya.
2. Tanggapan saya terhadap statement Prabowo tentang Palestina adalah bagian dari kesadaran: Bahwa Palestina perlu kita bantu tak hanya dengan doa, tenaga, harta namun juga kata-kata.
Menurut saya, Palestina adalah garis merah, tidak boleh ada statement yang langsung maupun tidak langsung melemahkan Palestina. Bagi saya, Palestina bukan panggung politik namun pertanggungjawaban kepada Allah dan kemanusiaan.
ADVERTISEMENT
Tanpa publikasi, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) saat saya menjadi Gubernur (2008-2018) adalah salah satu pemerintah daerah yang paling aktif bergerak bersama elemen masyarakat, khususnya Komite Nasional untuk Rakyat Palestina NTB, untuk menggalang bantuan dan dana untuk Palestina. Alhamdulillah.
3. Mendukung Prabowo bukan berarti mengaminkan semua statement-nya. Apalagi kalau statement yang mengirim pesan yang melemahkan perjuangan Palestina.
4. TGB tersandera sehingga mendukung Jokowi? Hanya halusinator yang punya pikiran seperti itu. Faktanya, banyak sekali politisi pendukung Jokowi yang ditangkap oleh KPK. Bahkan mungkin jauh lebih banyak dibanding politisi pendukung Prabowo, karena akumulasi partai pendukung Jokowi lebih besar dari pendukung Prabowo. Tanpa perlu menyebut nama, kita sudah tahu para politisi tersebut.
ADVERTISEMENT
Artinya, KPK menindak berdasarkan fakta hukum sehingga siapa saja dari kubu manapun kalau memang cukup bukti pasti ditindak KPK. Kalau fakta hukum dengan alat bukti yang cukup ada, jangankan TGB yang tidak punya partai, beberapa ketua partai besar pun ditangkap oleh KPK. Bahkan pimpinan lembaga negara (DPR, DPD, MK) juga tak lepas dari jerat hukum.
5. Statement TGB itu membuat umat marah? Hanya megalomania yang menganggap bahwa dia dan yang sehaluan politik sebagai satu-satunya representasi umat. Apalagi yang mengaku mewakili umat tanpa rekam jejak keumatan sama sekali.
6. Dengan perilaku politik halusinatif seperti yang dicerminkan oleh tulisan TR sebagai pendukung Prabowo, saya semakin yakin bahwa pilihan saya untuk mendukung Jokowi adalah pilihan yang tepat. Mendukung dengan akal sehat tanpa halusinasi.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.80