Pencarian populer
Jika setelah Happy Death Day 2U Jessica Rothe masih belum juga memperoleh peran signifikan di film berskala besar, artinya para pelaku industri di Hollywood memang bodoh, atau sang agen makan gaji buta. Karakter yang Rothe perankan boleh terperangkap dalam lingkaran waktu repetitif, namun tidak dengan penampilannya. Dia terus menampilkan beragam varian jenaka agar Tree tetap menjadi sosok yang menyenangkan diikuti.
Demikian pula filmnya. Saya sempat khawatir bila usaha menjelaskan lingkaran waktu lewat penambahan unsur fiksi-ilmiah justru bakal membuat filmnya memaksakan diri melebarkan mitologi. Sebuah penyakit yang lumrah menjangkit seri slasher. Tapi rupanya, sutradara Christopher Landon (Paranormal Activity: The Marked Ones, Happy Death Day) yang mengambil alih penulisan naskah dari Scott Lobdell, berhasil memanfaatkannya selaku pembuka jalan masuk untuk lebih banyak hiburan yang mengacungkan jari tengah kepada logika serta keseriusan.
Belum sempat menikmati keberhasilan kabur dari lingkaran waktu, Tree terpaksa berada di situasi serupa, ketika sang pembunuh bertopeng bayi beraksi lagi. Kali ini, Carter (Israel Broussard) dan teman sekamarnya, Ryan (Phi Vu) turut diincar. Tree pun harus kembali mengulangi harinya untuk menggagalkan rencana pembunuhan tersebut, sembari mencari tahu penyebab terjadinya kondisi aneh itu.
Sebagai cara menjelaskan lingkaran waktunya, Landon menambah elemen fiksi-ilmiah, kali ini termasuk alternate universe. Presentasinya cukup berantakan, pun penonton butuh meluangkan usaha ekstra guna mencerna seluruh peristiwa, yang setelah tiap keping puzzle terkumpul, sebenarnya mampu membentuk satu kesatuan cerita yang saling melengkapi, selama anda tidak mengharapkan paparan ilmiah cerdas.
Lagipula, mematuhi nalar memang bukan fokus Happy Death Day 2U. Filmnya membenamkan diri ke dalam ketidaklogisan supaya penonton bisa terhibur menyaksikan Tree yang sekali lagi harus mati berulang kali. Ketika film pertamanya bermasalah dengan repetisi tatkala tiap lingkaran waktu terasa serupa satu sama lain, sekuelnya selalu muncul dengan hal kreatif, lucu, dan over-the-top. Semakin konyol cara Tree meregang nyawa, semakin mengasyikkan.
Sebagai sutradara, Landon masih piawai membuat montase dinamis nan menggelitik yang juga merupakan highlight pendahulunya. Kalau Confident-nya Demi Lovato menemani usaha Tree mencari identitas pembunuh di film pertama, sekarang giliran Hard Times milik Paramore melatari montasenya, yang lebih berani menumpahkan darah dan sadisme tanpa sedikitpun kehilangan sentuhan komedi yang kuantitasnya ditingkatkan di sini.
Tentu hasilnya takkan sebaik itu andai tak ada Jessica Rothe, yang sanggup membuat kita tertawa (dan pastinya jatuh cinta) lewat segala cara, dari penyampaian kalimat bernada sarkasme, tatapan yang akan membuatmu merasa layaknya orang paling bodoh sedunia, sampai teriakan histerikal yang memancing rasa penasaran, “Apa jadinya jika sang aktris berperan dalam film komedi-romantis?”. Menyaksikan penampilan Rothe, melakoni peran komedik seolah tampak begitu mudah.
Walau selepas melewati titik tengah mulai melemah sebagaimana kondisi Tree pasca tewas belasan kali, Happy Death Day 2U tak pernah kekurangan daya untuk menggaet atensi, yang mampu dilakukan berkat keengganan tampil realistis. Alhasil, alurnya bebas melangkah ke mana saja, menekan kemungkinan munculnya rasa bosan akibat arah yang mudah ditebak. Bahkan film ini memiliki hati, melalui aspek drama manis yang menghasilkan penutup sempurna bagi perjalanan protagonisnya. Dan setelah mid-credits scene-nya, seri Happy Death Day bisa bergerak menuju teritori baru yang lebih besar dan gila.
RATING: 3.5/5
Artikel ini telah dipublikasikan di: https://movfreak.blogspot.com/2019/02/happy-death-day-2u-2019.html
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: