Buzz
·
4 Juni 2021 16:43
·
waktu baca 2 menit

Mau Apa Usai Pandemi: Penuhi Janji dan Nikmati Keramaian

Konten ini diproduksi oleh Thomas Bosco Pandapotan
Mau Apa Usai Pandemi: Penuhi Janji dan Nikmati Keramaian (312792)
searchPerbesar
Keramaian di salah satu mall di Jakarta yang tak lakukan Social Distancing (4/4). Foto: Thomas Bosco
Mau apa usai pandemi menjadi sebuah pertanyaan yang punya energi yang sama dengan aktivitas membuat resolusi di saat tahun baru.
ADVERTISEMENT
Ya bagaimana tidak sama, antara resolusi dan kapan pandemi usai (di Indonesia) sama-sama tidak bisa dijamin kapan akan terwujudnya.
Resolusi hanya akan panas di awal-awal setelah diucapkan dan tak jarang mangkrak cuma sampai jadi sebuah catatan atau ucapan saja. Sementara pandemi (di Indonesia), terlalu optimis rasanya untuk bilang bahwa itu akan segera berakhir dalam waktu dekat ini.
Untuk itu, saya jawab pertanyaan tersebut secara normatif bak sebuah resolusi tahun baru dengan menulisnya ke dalam poin-poin. Meskipun, sebenarnya saya meyakini kalau yang poin-poin yang jadi jawaban pertanyaan ini punya potensi keberwujudan yang lebih besar dibanding dibandingkan resolusi di tahun baru.
Maksudku siapa sih yang ingin untuk selalu hidup dalam ketakutan ketika melihat orang bersin dan dilarang hanya untuk sekadar bersilaturahmi?
ADVERTISEMENT
Tak ada kan, jadi ini dia:

Poin pertama: Penuhi Janji

Mau Apa Usai Pandemi: Penuhi Janji dan Nikmati Keramaian (312793)
searchPerbesar
Air terjun di daerah Gunung Salak. Foto: Thomas Bosco
Pernah saya dengar sebuah ucapan bahwa seorang lelaki dinilai dari bagaimana ia menepati setiap janjinya.
Entah dari siapa saya mendengarnya (saya yakin anda juga pasti pernah dengar itu), tapi dapat saya katakan kalau saya adalah salah satu orang yang berusaha untuk mewujudkan ucapan tersebut, meskipun tak jarang baru bisa terjadi di jenjang waktu yang cukup lama.
Janji yang saya maksud itu adalah janji yang sudah saya buat sejak sebelum pandemi melanda, baik untuk diri sendiri dan untuk beberapa kawan-kawan.
Janji itu adalah ketika saya sudah memiliki uang sendiri, saya akan memulai petualangan saya keliling Indonesia dan dunia.
Lebih tepatnya, saya ingin memulai dari tempat-tempat yang di mana saya bisa sembari berkunjung dan bersilaturahmi dengan kawan-kawan yang ada di sana.
ADVERTISEMENT
Ke tempat yang ada di ujung Sumatera hingga Papua dan keluar ke negara-negara yang jadi tetangga Indonesia hingga ke negara berjulukan negeri matahari terbit.
Mau Apa Usai Pandemi: Penuhi Janji dan Nikmati Keramaian (312794)
searchPerbesar
Foto liburan jauh sebelum pendemi di salah satu pantai tersembunyi di Jawa. Foto: Thomas Bosco
Namun karena pandemi, janji tersebut harus saya tunda untuk dimulai karena sekarang, baik persiapan atau pelaksanaannya melibatkan prosedur yang lebih merepotkan dan perasaan takut karena dapat merugikan orang lain.

Poin Kedua: Menikmati Keramaian

Mau Apa Usai Pandemi: Penuhi Janji dan Nikmati Keramaian (312795)
searchPerbesar
Konser Musik terakhir yang dikunjungi sebelum pandemi (29/01/2019). Foto: Thomas Bosco
Konser musik, festival, dan nonton pertandingan olahraga secara langsung adalah 3 acara yang paling saya suka karena suasananya. Suasana yang hanya bisa dinikmati secara penuh bila tak ada lagi rasa takut yang menyelimuti ketika beramai-ramai berkumpul.
Adrenalin yang terpacu ketika moshing dengan gemuruh lagu-lagu dari .Feast dan band rock lainnya; Terpenuhinya hasrat menemukan identitas diri ketika berkumpul di satu festival yang dorong pengunjungnya untuk tampil ekspresif; Serta merindingnya setiap bulu di tubuh ketika bisa dengar kumandang lagu Indonesia Raya dinyanyikan oleh ribuan, bahkan jutaan orang secara langsung adalah suasana yang hanya akan pas bila pandemi ini usai.
ADVERTISEMENT
Okelah jika semua itu masih dapat dilakukan di tengah pandemi dengan berbagai protokol kesehatan di dalamnya.
Tapi, rasa-rasanya saya akan jadi orang pertama yang akan menahan diri dan menunggu sampai akhirnya dapat saya luapkan dengan penuh kenikmatan ketika pandemi ini usai.
Cheers!
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020