• 3

11 Peristiwa Terkait Terorisme di Tangerang Selatan

11 Peristiwa Terkait Terorisme di Tangerang Selatan




Chart Terorisme di Tangerang Selatan

Chart Terorisme di Tangerang Selatan (Foto: Ridho Robby/kumparan)

Tangerang kembali menjadi sorotan terkait kasus terorisme. Pagi tadi, Rabu (21/12), tiga orang terduga teroris tewas sementara satu rekan mereka ditangkap hidup-hidup dalam penggerebekan oleh Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, dua dari tiga terduga teroris yang tewas akan menjadi “pengantin” dalam rangkaian serangan teror menjelang akhir tahun.
Selain Tangerang, penangkapan terduga teroris juga dilakukan Densus 88 di Deli Serdang, Sumatera Utara, dan Payakumbuh Barat, Sumatera Barat.
Deretan penyergapan oleh Densus itu seakan mengonfirmasi ancaman serangan teror yang biasa marak menjelang akhir tahun.

Polisi Berjaga di Depan Rumah yang Digerebek

Polisi berjaga di lokasi penggerebekan. (Foto: Tatan Syuflana)
Aksi teror telah berhasil digagalkan. Namun, satu hal menyisakan perhatian, yakni terkait dengan Tangerang yang menjadi lokasi penggerebekan.
Bukan sekali atau dua kali saja Tangerang menjadi lokasi kejadian yang terkait dengan terorisme, baik penangkapan, serangan, maupun tempat transit teroris sebelum menyerang.
Dalam tiga bulan terakhir ini saja, di Tangerang telah terjadi satu kali penyerangan (penusukan polisi di Cikokol) dan dua kali penyergapan oleh Densus 88 (terhadap Hendra alias Abu Pase dari jaringan Kelompok Majalengka dan kelompok pagi tadi yang terlibat Kelompok Bekasi yang beraksi seminggu sebelumnya).
“Kelompok seperti itu pasti mencari kontrakan yang lebih murah dibanding di Jakarta, misal di Tangerang, di Bekasi. Di situ kan juga mungkin ada kawan. Tapi ini lebih ke soal teknis,” kata Harits Abu Ulya, pengamat terorisme, kepada kumparan.
Senada, Ridlwan Habib, peneliti terorisme dari Universitas Indonesia, melihat dipilihnya Tangerang sebagai target transit kelompok teroris ialah karena faktor kemudahan.
“Mereka mengenal teknik flying safehouse atau lokasi sementara untuk mempersiapkan serangan. (Dipilih) di Jabodetabek karena dekat dengan Jakarta. Di Tangerang memang wilayahnya banyak pendatang, banyak kos-kosan yang bisa disewa bahkan mingguan, orang kurang peduli dengan sesamanya,” ujarnya.

Peta bom Tangerang

Lokasi penggerebekan bom di Tangerang (Foto: Google Maps)
Tim kumparan menelisik catatan beberapa tahun ke belakang tentang bagaimana Tangerang Selatan kerap menjadi hub kelompok teror. Berikut sejumlah peristiwa kegiatan terorisme yang terjadi di Tangerang:
2005
8 Juni 2005. Sebuah bom meledak di Pamulang, Tangerang Selatan. Bom tersebut meledak di halaman rumah Ahli Dewan Pemutus Kebijakan Majelis Mujahidin Indonesia, Abu Jibril alias M. Iqbal.
2009
9 Oktober 2009. Densus 88 melakukan penggerebekan di Jalan Semanggi II, Keluarahan Cempaka Putih, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Penggerebekan itu menewaskan dua orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) atau buron terkait pengeboman Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, yaitu Syaifudin Zuhri (36) dan Mohammad Syahrir (41).
2010
9 Maret 2010. Kepolisian berhasil mengakhiri pelarian Dulmatin. Teroris paling diburu di Asia Tenggara yang menjadi otak serangan Bom Bali I ini berhasil ditembak mati di Pamulang, Tangerang Selatan. Ini mengakhiri pencarian selama 9 tahun oleh penegak hukum di Indonesia.
2012
30 Maret 2012. Terduga teroris bernama Endar Saputra dan Dede ditembak mati di sebuah rumah kontrakan di Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Keduanya diduga terkait pembacokan dan penembakan terhadap anggota Reserse Bekasi sebelumnya.
2013
8 Mei 2013. Faisal alias Boim ditangkap di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Pada hari yang sama, lima anggota Abu Roban ditangkap di Serpong, Pamulang, dan Meruya, Tangerang Selatan.
2014
1 Januari 2014. Densus 88 menembak mati enam orang yang terduga teroris di Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan. Enam terduga teroris itu tmasuk dalam jaringan teroris Abu Roban yang menyiapkan serangan untuk Pemilu 2014.
2015
22 Maret 2015. Tokoh jaringan ISIS Indonesia, Muhammad Fahri alias Tuah Febriwansyah, ditangkap di Jalan Bhakti Jaya LUK Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. Ia ditengarai sebagai tokoh yang memfasilitasi pendanaan ISIS di Indonesia.

Bom Tangsel

Aparat tampak berjaga di sekitar lokasi TKP Bom Tangerang Selatan. (Foto: Aditia Noviansyah)
2016
28 Januari 2016. Warsito alias Abu Hasbi alias Tongji alias Yamin ditangkap di Jalan Raya Gatot Subroto, Tangerang Selatan. Rumah terduga teroris jaringan Dulmatin yang berada di Kampung Maruga Raya, Kecamatan Ciputat Kota, Tangerang Selatan, juga turut digeledah. Satu unit tablet, satu harddisk, satu laptop, dan satu notebook turut disita ketika Warsito digelandang ke Mako Brimob, Depok.
21 Februari 2016. Densus 88 menangkap seorang terduga teroris bernama Dian Apridiyana (39) yang terkait jaringan aksi bom Cimanggis dan Bom Thamrin. Ia ditangkap di Perumahan Suradita, Jalan Ceremai No. 1, Cisauk, Tangerang Selatan.
27 November 2016. Densus 88 menangkap terduga teroris bernama Hendra alias Abu Pase di alan Ismaya Raya, Pondok Benda, Kota Tangerang Selatan. Ia salah satu anggota Jaringan Majalengka yang tiga anggota lainnya telah ditangkap sebelumnya.
21 Desember 2016. Densus 88 menggerebek sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Serpong, Tangerang Selatan. Tiga orang tewas dan satu lainnya berhasil ditangkap. Keempatnya sempat mencoba melemparkan sebuah bom ke arah petugas. Bom itu gagal meledak. Kepolisian mengatakan kelompok itu terkait Jaringan Bekasi dan Tasikmalaya yang telah terungkap sebelumnya. Mereka disebut akan melancarkan teror saat Natal dan Tahun Baru.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar memberikan keterangan kepada media terkait pengungkapan dan penangkapan pelaku terorisme di beberapa wilayah di Indonesia di Mabes Polri. (Foto: Muhammad Adimaja/antara)
Dekat dengan Tangerang Selatan beberapa aksi dan penangkapan teroris juga beberapa kali terjadi di Kabupaten Tangerang. Berikut daftarnya:
2011
12 November 2011. Tiga terduga teroris berinisial DAP (24), BH alias D (35), dan A (32) ditangkap di beberapa daerah berbeda di Kota Tangerang. Ketiganya masuk ke Tangerang setelah lima orang jaringan Abu Omar yang sebelumnya tertangkap menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang.
2013
23 Mei 2013. Densus 88 menangkap seorang terduga teroris bernama Rohadi di Jalan Ir Sutami Mauk Timur, Tangerang. Dia termasuk dalam Kelompok Sigit Indrajit yang telah ditangkap sehari sebelumnya di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Setelah menangkap Rohadi, Densus 88 juga menggeledah rumahnya dan menemukan pupuk, belerang, black powder, kabel dan pipa besi.
28 November 2013. Suami istri Cahyo Nugroho dan Ratna ditangkap Densus 88 di Kampung Kadu Sabrang, RT 05/01 Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang. 10 Juli 2015. Leopard Wisnu Kumala meledakkan sebuah bom di Mal Alam Sutera, Cipondoh, Tangerang. Aksi ini tidak terkait kelompok teror manapun.
2016
20 Oktober 2016. Sultan Azianzah, pemuda berusia 22 tahun, menusuk tiga orang polisi yang tengah mengatur lalu lintas di Pos Lalu Lintas Yupentek, Cikokol, Tangerang. Ini salah satu contoh metode teror lone wolf di Indonesia yang akhir-akhir ini merebak di dunia.

NewsTangerang SelatanSerangan TerorisTangerangTerorisme

500

Baca Lainnya