kumparan
25 Oktober 2017 4:17

Iran Hukum Mati 'Agen Mossad' Israel yang Tewaskan Ilmuwan Nuklir

Protes Iran soal pembunuhan ilmuwan nuklirnya (Foto: REUTERS/Morteza Nikoubazl)
Seorang warga Iran dihukum mati karena terbukti menjadi agen rahasia Israel, sebut Jaksa Kota Teheran, Selasa (24/10). Laki-laki tersebut dinyatakan bersalah telah membantu Israel membunuh beberapa ilmuwan nuklir Iran dalam kurun waktu 2010-2012.
ADVERTISEMENT
Setidaknya, empat ilmuwan nuklir Iran tewas dalam kurun waktu tiga tahun tersebut. Teheran menyebut pembunuhan berantai tersebut sebagai usaha sabotase Israel pada program nuklir Iran.
Dalam putusannya, Jaksa Kota Teheran Abbas Jafari Dolatabadi mengatakan bahwa laki-laki tersebut telah bertemu beberapa kali dengan badan intelijen Israel.
“Orang ini telah memberikan Mossad informasi-informasi sensitif terkait militer Iran dan perkembangan nuklir kami dengan imbalan uang tempat tinggal di Swedia,” ucap Dolatabadi, seperti dikutip dari Reuters.
Dolatabadi tidak merinci siapa nama orang tersebut. Namun demikian, Amnesti Internasional mengatakan sehari sebelumnya (23/10) bahwa orang tersebut adalah Ahmadreza Djalali. Laki-laki tersebut adalah seorang ilmuwan Iran yang pernah belajar dan mengajar di Swedia.
ADVERTISEMENT
Djalali telah ditangkap pada April 2016 dan sempat tak diberikan hak untuk didampingi pengacara selama tujuh bulan. Bahkan, Djalali sempat ditahan di sel khusus selama tiga bulan.
Menurut Dolatabadi, Djalali memberikan informasi soal 30 ilmuwan militer dan nuklir Iran kepada Israel. Angka tersebut sudah termasuk Massoud Ali Mohammadi, ilmuwan nuklir Iran yang dibunuh di depan rumahnya menggunakan bom yang dikendalikan secara jarak jauh. Selain itu, ia juga dituduh terkait dengan pembunuhan Majid Shahriari, ilmuwan nuklir yang tewas karena serangan bom di November 2010.
Ini bukan kali pertama seorang warga Iran dihukum mati karena spionase. Sebelumnya, Iran telah menghukum gantung seorang laki-laki di tahun 2012 karena tuduhan yang sama. Mossad dan Israel sendiri tak memberikan komentar apapun terkait permasalahan ini.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan