• 12

Wawancara Khusus Founder AyoPoligami: Akun Anggota Saya Hapus Semua

Wawancara Khusus Founder AyoPoligami: Akun Anggota Saya Hapus Semua


Lindu Cipta Pranayama

Lindu Cipta Pranayama (Foto: Instagram/@lindu_cipta)
Lindu Cipta Pranayama sedang berbahagia. Lelaki 34 tahun itu baru saja menggelar pesta pernikahan di Pekanbaru, Riau. Dua hari lalu. Ia bertemu jodohnya --yang lebih muda 12 tahun-- via aplikasi buatannya, AyoPoligami.com.
Aplikasi tersebut belakangan mendapat sorotan setelah beberapa perempuan yang menjajal mendaftar sebagai anggota menemukan tebaran kata-kata tak senonoh dari para lelaki pencari jodoh di dalamnya.
Alhasil, beberapa hari sebelum pernikahannya, dan setelah berkonsultasi dengan ustaznya, Lindu menutup sementara AyoPoligami.com untuk dibenahi.
Senin (11/9), di tengah bulan madunya di Sumatera, Lindu berbincang panjang lebar dengan kumparan soal AyoPoligami.com nan kontroversial. Berikut wawancara lengkapnya:
Selamat ya atas pernikahannya. AyoPoligami kenapa ditutup?
Itu lagi di di-upgrade. Kemarin itu kan semua orang bisa login (ke AyoPoligami), kayak Facebook. Kami bangun seperti media sosial karena positive thinking.
Sebenarnya nggak ditutup, lagi upgrade saja. Karena kalau setiap orang bisa register, kemudian ada yang tidak bertanggung jawab, yang main-mainin aplikasi.
Mau di-upgrade seperti apa aplikasinya? Beda setelah di-upgrade apa?
Kalau yang dulu sampai 56.000 member. Tapi ini bukan masalah banyak-banyakan member. Kami mau yang terpercaya.
Nanti kami pakai (syaratkan untuk login) pakai email, KTP, harus nama asli, bukan nama lain. Dan setiap foto yang di-upload dimonitor moderator.
Nanti, kalau misalnya mereka sama-sama pengen chat, kami bikinin grup privat untuk mereka. Jadi benar-benar serius kami makcomblangin.

Pengguna AyoPoligami

Pengguna AyoPoligami (Foto: Dok. Lindu Cipta)
Berarti gak bisa lagi langsung chat sesama pengguna?
Bisa langsung, tapi nggak bisa kayak dulu. Kalau misal obrolan mengandung sexual harassment, kan ada UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik), ajdi kami akan menuntut jika ada pengguna yang tiba-tiba ngirim yang nggak-nggak.
Kami kan bisa lihat siapa yang mengirim, siapa namanya, KTP-nya. Jadi yang masuk (ke aplikasi) benar-benar serius.
Aplikasinya kan berjudul “AyoPoligami”, jadi sebetulnya yang belum punya istri boleh ikut atau tidak?
Awalnya sih masih sebatas untuk single to single. Terus kami mikir, kalau single to single sama kayak aplikasi lain. Terus diberi nama ada “poligami”-nya, tapi harus ada izin istri.
Jadi semula bukan AyoPoligami. Saya mau kasih nama lain, entah AyoNikah atau AyoMenikah atau ayo apalah gitu yang netral. Tapi teman nyeletuk, “Kenapa nggak ‘poligami’. Dari situ, dipakailah nama AyoPoligami.
Kalau yang sudah menikah, nantinya harus ada KTP, surat izin dari istri pertama, dan surat dari RT/RW.
Syarat-syarat itu kemarin belum ada?
Iya, nggak ada. Cuma register doang. Jadi kami sekarang pengen bikin yang terpercaya. Gimana caranya? Ya begitu (memperketat pendaftaran).
Berarti bakal lebih ribet ya untuk daftar jadi pengguna aplikasi?
Emang ribet, tapi kan terpercaya. Kami udah nggak peduli dengan jumlah member sekarang. Pokoknya kami bukan mau bikin banyak-banyakan member. Kalau mau banyak-banyakan, ya bikin kayak Facebook saya.

Lindu Cipta Pranayama

Lindu Cipta Pranayama (Foto: Dok. Lindu Cipta)
Sebagai pengantin baru, bagaimana ceritanya bisa ketemu istri?
Sebenarnya sih awalnya saya jodohin dia (perempuan yang sekarang menjadi istri) sama teman saya. Teman saya itu ganteng, putih bersih, tinggi. Tapi kemudian teman saya nggak mau, saya yang gantiin.
Awalnya saya minder sama dia (sang istri, Wulandari Septi Amanah). Tapi saya coba untuk menawarkan diri, eh akhirnya diterima.
Lewat AyoPoligami juga?
Iya. Kami (AyoPoligami) kan ada grup Telegram, ada situsnya juga. Kami ingin jadi situs yang terpercaya, setelah itu pengen bikin kantor offline.
Kalau yang offline jodohinnya bener-bener, jadi mau kayak gimana, kriteria pasangan yang diinginkan seperti apa.
Jadi seperti biro jodoh ya?
Sederhananya seperti itu.
Kalau yang grup Telegram AyoPoligami masih buka? Bisa daftar atau tertutup?
Terbuka. Kirim saja nomor Telegram ke saya, nanti di-invite. Untuk privasi, salary ditanyain dulu, lalu kerja di mana. Dari awal yang grup Telegram begitu. Ditanya KTP juga. Pokoknya kalau ada orang yang mencurigakan, saya kick.
Di grup Telegram, kalau ada yang sama-sama mau, dia ngomong secara pribadi di WhatsApp--karena di Telegram mereka gak bisa tahu nomor telepon masing-masing.
Saya bilang (di Telegram), jangan sekali-sekali jawab secara privat. Kalau jawab privat, saya nggak tanggung jawab. Eh bener, pernah ada kejadian dia pakai jalur privat. Saya bilang, ini kamu yang salah.
Kalau udah keluar jalur, kami buang aja langsung. Semacam ini kami comblangin, lalu ada yang ketemu, berbuat dosa.
Kenapa aplikasi ini sekarang ditutup? Kata ustaz saya, “Kalau kamu buat kayak ayopoligami.com, semua orang bisa chat, dan semua orang bisa upload foto-foto porno, foto-foto yang nggak senonoh, itu kamu juga yang dosa. Kamu udah ngasih fasilitas.”
Secara hukum negara, saya tidak bersalah. Tapi secara agama, saya kena dosanya karena membiarkan kejadian kayak gini.
Emang sih awalnya saya nggak ngeh, tapi setelah itu saya langsung kirim email ke programmer-programmer dan desainer saya. Saya hapus semua akun di AyoPoligami.

Website AyoPoligami.com ditutup sementara

Website AyoPoligami.com ditutup sementara (Foto: AyoPoligami.com)
Jadi kalau 5 Oktober buka lagi, berarti harus daftar lagi ya?
Iya, dan prosesnya lama. Tiga hari registrasi. KTP dilihat dulu, kalau KTP-nya “jelek”, mending dia cari yang lain saja. Kan ada tuh biro jodoh online yang gratis.
Kalau mau main-main, jangan di kami. Atau cari aja di Facebook, kali aja dapet.
Berarti proses verifikasinya berapa hari itu?
Minimal 3 hari, tapi kami lihat dulu. Kan kami nggak 24 jam online. Pokoknya kami cari yang benar-benar mau nikah.
Jadi di AyoPoligami, syaratnya bukan orang yang sudah punya istri ya? Intinya yang ingin menikah?
Iya, dan ada pilihannya. Nanti ada pilihan “istri yang mencari istri untuk suaminya”. Nah, itu harus ada KTP istri, surat izin dia, dan KTP suami.
Oh, jadi istri mencarikan istri kedua untuk suami?
Iya, bisa.
Ada berapa orang yang mengurus aplikasi AyoPoligami?
Terus terang saja, kalau yang dulu, yang ngurus 3 orang. Awalnya sendiri, lalu jadi 3 orang, lalu tambah 1 moderator.
Jadi 4 orang aja. Nanti kami benar-benar seleksi manual, karena kami ingin mengamankan user-user perempuan yang benar-benar serius. Melindungi mereka, para wanita, dari perbuatan yang nggak bener.
Ibaratnya yang kemarin itu, kami bikin taman, lalu di taman itu ada preman yang ngegodain wanita, nah wanita itu malah balik godain si preman. Yang salah siapa? Preman sama wanita itu sama-sama mau digodain. Kalau orang yang bener, ia--si wanita--menjauh, dan premannya juga akan segan.
Itu yang kemarin kejadian. Banyak chat nakal.

Database pengguna AyoPoligami

Database pengguna AyoPoligami (Foto: Dok. Lindu Cipta)
Jadi anda sebagai pendiri “taman” ingin meminimalisasi hal-hal seperti itu?
Iya. Memang mungkin tetap bakalan ada yang jebol: KTP-KTP dari Google, KTP dari mana gitu. Kami minimalisasi saja.
Nanti kami rencana Tambah orang (buat mengurus AyoPoligami), tambah server, dan programming lagi. Kami kan ini programming terus-terusan. Kemungkinan tampilan kami ubah semua. Nanti lebih bagus, tapi sekarang fungsional dulu saja.
Kalau tanggal 5 Oktober belum bisa, ya kami mau nggak mau pakai email manual lagi. Soalnya susah juga kan bikin aplikasi, dan nggak murah. Jadi daripada dosa, mending serius sekalian.
Dan kalau emang benar-benar mau nikah, kayak saya dan istri saya, bahkan pertemuan satu kali doang bisa. Cuma satu kali ketemu, langsung saya lamar, diterima. Udah, nggak perlu pacaran, nggak perlu ngapa-ngapain.
Kalau kita ada niat baik sama orang lain, pasti gampang diterima, jujur apalagi. Dari sinilah, kami ingin menjadi situs cari jodoh yang terpercaya.
Dulu kan kami enkripsi, sekarang enkripsi kami bongkar. Jadi chat-nya bisa kelihatan semua.
Kenapa kemarin chat member nggak bisa saya lihat? Karena saya enkripsi end-to-end. Malah kami bingung, yang mana yang mau dibuka. Jadi dulu semua orang bisa chat rahasia.
Tapi nanti jangan harap ada chat nakal kayak kemarin. Bakal di-kick kalau ketahuan. Kalau ada di media sosial, kami search namanya, KTP-nya, kami tuntut langsung. Kan pencemaran nama baik juga, pemalsuan, penipuan.
Yang (masuk menyamar dan menyebarkan chat AyoPoligami) di media sosial kemarin sebenarnya bisa kami tuntut, bisa menang. Tapi nggak apa-apa, buat marketing sosial saja.
Sudah habis biaya berapa untuk ngurusi AyoPoligami?
Rahasia. Nanti kalau ada orang yang punya juga, bikin kayak gituan, dengan duit sekarang, kami masih kekurangan server. Itu gede banget. Server yang 16 GB aja habis.

Website AyoPoligami.com sebelum ditutup

Website AyoPoligami.com sebelum ditutup (Foto: AyoPoligami.com)
Basisnya di mana?
Selama ini saya di Jakarta. Kemarin nikah di Riau, lalu ke Padang. Mulai aktif lagi 30 September. Makanya itu (AyoPoligami) lagi dikerjain sama orang-orang. Yang penting saya udah kasih tugas ke mereka.
Kalau misalkan gagal, kami secara manual saja. Kan fokus kami bukan terkenal atau tidak, yang penting jodohin orang secara benar. Jadi yang disebut selama ini salah. Kami bukan (mau bikin) nikah siri. Kami nikah di KUA. Kalau di KUA kan harus pakai izin dan lain-lain.
Soal status sosial pun, misalnya di KTP single, ternyata punya istri 3 atau 4, kami sudah kerja sama dengan pengacara.
Misalnya saya punya satu istri da ada surat izin poligami dan KTP, dan sudah ketemu perempuan (kedua) yang akan saya peristri, nanti ketemuannya bareng AyoPoligami?
Sendiri, tapi beri laporan mau dilanjutin nikah atau enggak. Kalau enggak dilanjutin, ya jangan dilanjutin ngobrol-ngobrolnya sama dia.
Ada rencana untuk berpoligami?
Kalau ada jodoh, ke sananya lihat dulu. Jujur sama jujur. Diizinkan (istri) nggak), terus lihat keadaan ekonomi juga. Kalau misal saya punya gaji Rp 3 juta, punys istri dua, mau saya kasih makan apa?
Ini bukan masalah nafsu. Saya cuma pengen bilang: poligami itu diperbolehkan oleh Islam. Izin tanpa izin pun tetap sah, halal. KUA maupun nikah siri pun bisa.
Tapi syaratnya gini, kalau nikah siri harus ada wali, dari orang tua wanita, atau wali yang benar-benar menghidupi wanita tersebut.

KH M. Cholil Nafis

KH M. Cholil Nafis (Foto: Istimewa)
Bagi Lindu, dengan atau tanpa adanya AyoPoligami.com, poligami di Indonesia akan selalu menjadi isu yang kontroversial. Maka dari itu, aplikasi buatannya mewajibkan adanya izin dari istri sebelumnya ketika seseorang hendak mendaftar di AyoPoligami.
Namun demikian, komentarnya bahwa izin tanpa izin tetap sah memang layak untuk terus diperdebatkan. Seperti yang diungkapkan oleh K.H. Muhammad Cholil Nafis dari Majelis Ulama Indonesia, ada alasan yang bisa menjadi alasan pembenaran niat untuk berpoligami, dan ada syarat lain yang membuat seorang laki-laki bisa benar-benar punya istri lebih dari satu.
“Beberapa alasan yang memang dibutuhkan. Bisa karena kebutuhan yang tidak terpenuhi atau memang keluarganya tidak punya anak karena tidak subur,” jelas Cholil kepada kumparan, Senin (11/9).
Namun, lebih jauh lagi, Cholil juga mengingatkan mereka yang berniat untuk poligami untuk bisa benar-benar adil. “Bicara keadilan adalah mampu membagi waktu, membagi harta, dan membagi perhatian,” beber Cholil.
Pertanyaan lanjutan: mampukah kita benar-benar bertindak adil?


TeknologiAyoPoligami.comAplikasi Kencan OnlineLove & RelationshipLipsus

500

Baca Lainnya