• 1

Twitter Ulang Tahun ke-12, Kicau Sang Burung Biru Makin Nyaring

Twitter Ulang Tahun ke-12, Kicau Sang Burung Biru Makin Nyaring


Twitter

Twitter. (Foto: Reuters)
12 tahun telah berlalu sejak Jack Dorsey memberikan kicauan pertama di Twitter pada 21 Maret 2006. Perjalanan panjang telah dilalui situs jejaring sosial burung biru itu dalam mengubah kehidupan masyarakat di seluruh dunia.
Twitter didirikan oleh Jack Dorsey, Evan Williams, Biz Stone, dan Noah Glass pada tahun 2006. Dorsey, yang kini menjabat sebagai CEO Twitter, menjadi sosok yang mencetuskan ide terbentuknya Twitter. Saat itu, ia membayangkan sebuah platform komunikasi yang berbasis SMS, di mana hanya ada pertukaran pesan berupa teks saja dalam satu platform.
Dalam sebuah sesi curah gagasan di perusahaan podcast bernama Odeo, Dorsey mengajukan ide ini kepada Evan Williams, yang merupakan salah satu pendiri Odeo. Kemudian Williams dan Stone yang juga salah satu pendiri Odeo, memberikan waktu bagi Dorsey untuk mengembangkan proyek tersebut.
Nama Twitter sendiri diberikan oleh Noah Glass, seorang developer software, yang menandai inkarnasi pertama dari platform tersebut. Keempat nama yang telah disebut di atas adalah sosok-sosok penting di era awal berdirinya Twitter.

Jack Dorsey

Jack Dorsey (Foto: Rebecca Cook/Reuters)
Setelah resmi berdiri, Twitter terus berkembang menjadi semakin besar. Platform microblogging yang memungkinkan penggunanya untuk berkicau dengan batasan yang pada awalnya 140 karakter itu menjadi wadah favorit baru banyak orang dalam menyampaikan segala hal.
Bertahan bertahun-tahun dengan sistem batasan 140 karakter, akhirnya Twitter melakukan perubahan pada tahun 2017 lalu dengan menambahkan batas kicauan menjadi 280 karakter. Salah satu alasan Twitter menambah batas karakter dari 140 ke 280 adalah untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya yang senang berkicau dalam kalimat yang panjang.
Mungkin kamu juga sering melihat orang yang senang 'kultwit', yang sekarang juga didukung dengan adanya fitur Tweetstorm.

Mengubah Cara Mengakses Informasi
Banyak pengaruh yang dibawa Twitter untuk kehidupan masyarakat dunia. Perubahan itu bisa dilihat pada bagaimana orang-orang mengakses berita dan mencari informasi terbaru. Kecepatan arus informasi menjadi salah satu kelebihan di Twitter yang belum mampu disaingi platform media sosial lain.
Itu dikarenakan tampilan antarmuka Twitter yang simpel dan linimasanya yang sangat dinamis dengan kebanyakan konten teks sehingga menjadi wadah tepat bagi para pengguna untuk mengatakan hal apapun.

Ilustrasi Twitter

Ilustrasi Twitter (Foto: Reuters)
Kicauan-kicauan ini semakin lama semakin berpengaruh. Twitter memiliki kemampuan untuk membangun opini publik, apalagi jika disampaikan oleh tokoh terkenal yang memiliki simbol centang biru di samping nama akunnya.
Ya, simbol centang biru di sini berarti akun itu telah diverifikasi oleh pihak Twitter. Dengan kata lain, akunnya telah diakui oleh Twitter.
Tokoh-tokoh terkenal itu memiliki jumlah pengikut yang sangat banyak sehingga ketika ia mengatakan sesuatu di Twitter, kata-katanya itu berpotensi viral.

Ilustrasi Twitter

Ilustrasi Twitter. (Foto: Pixabay)
Meski raksasa media sosial saat ini adalah Facebook, tapi untuk kecepatan arus informasi terbarunya, Twitter masih juaranya. Mengapa? Karena Twitter memiliki fitur Retweet, yang sama saja dengan membagikan ulang suatu kicauan orang lain ke dalam profil kita.
Twitter juga digunakan oleh berbagai perusahaan sebagai media iklan, juga berbagai media massa yang membuat akun Twitter resmi untuk terus memberikan berita-berita terbaru yang real-time di linimasa.
Tahun lalu, jumlah pengguna Twitter sempat mengalami stagnasi. Sempat turun, lalu naik lagi. Pada kuartal ketiga 2017, total pengguna bulanan Twitter dilaporkan mencapai angka 330 juta, naik sedikit dari kuartal sebelumnya sebanyak 326 juta.
Tak bisa dipungkiri, minat masyarakat terhadap Twitter terlihat terus menurun dibandingan puncak keramaiannya beberapa tahun lalu, terutama di Indonesia.
Namun, ada momen-momen tertentu yang mendadak membangkitkan kembali pengguna-pengguna lama yang sempat meninggalkannya. Misalnya, momen ketika Pemilihan Presiden Indonesia pada 2014 lalu. Banyak pengguna yang tiba-tiba aktif kembali untuk menunjukkan dukungan terhadap pihak tertentu.
Begitu pula sekarang, ketika kondisi media sosial di Indonesia sedang terbelah dengan berbagai kubu yang saling berseberangan dan berkaitan dengan politik. Apalagi, saat ini Indonesia sedang memasuki tahun politik yang puncaknya akan dijumpai pada 2019.

Twitter

Platform media sosial Twitter. (Foto: Thomas White/Reuters)
Di luar kepentingan politik sejumlah pihak, Twitter masih sangat menyenangkan untuk melihat konten hiburan. Ada banyak akun hiburan yang bisa diikuti di Twitter, mulai dari candaan-candaan lucu nan receh atau akun resmi dari hal-hal yang kamu sukai, misalnya soal film atau musik.
Di tengah krisis yang sedang menimpa Facebook setelah terungkap ada pencurian 50 juta data pengguna dalam platform milik CEO Mark Zuckerberg itu, Twitter memiliki kesempatan untuk menunjukkan diri sebagai platform yang aman bagi penggunanya.
Walau begitu, berita palsu, akun palsu, dan konten negatif yang ada di Twitter dan juga media sosial lain memang masih menjadi masalah besar. Bisakah Twitter mengatasinya?
Semoga saja. Jack Dorsey masih punya banyak pekerjaan besar terkait hal ini dan ia pun meminta bantuan para pengguna untuk membuat Twitter menjadi platform yang sehat.
Sekali lagi. Selamat ulang tahun, Twitter.

TeknologiMedia SosialAplikasi MobileTwitter

presentation
500

Baca Lainnya