Kader IMM Blue Savant Mendengar Suara Rakyat Surabaya

Lahir di Surabaya pada tahun 2003. Bertempat tinggal di Kenjeran Surabaya. Mahasiswa S1 Pendidikan Matematika UMSurabaya
Konten dari Pengguna
30 Agustus 2022 21:13
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Triska Ilma Wardani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dokpri
zoom-in-whitePerbesar
Dokpri
ADVERTISEMENT
Spirit utama teologi Al-Ma’un, ibadah pada tuhan harus dibarengi dengan kesediaan berbagi dengan orang lain. Tanpa sikap itu, ibadah akan sia-sia. Melalui teologi Al-Ma’un sebagai model pemberdayaan ekonomi umat yang menyasar kelompok miskin (Dhuafa) dengan cara observasi dan wawancara langsung, penggalangan dana dan penyaluran dalam bentuk barang, bukan uang, yang dalam kasus ini dipraktikkan langsung oleh mahasiswa/i sebagai salah satu mata kuliah wajib yang harus dilakukan.
ADVERTISEMENT
Tim 20 RTL (Rencana Tindak Lanjut) DAD (Darul Arqom Dasar) IMM Blue Savant Universitas Muhammadiyah Surabaya yang terdiri dari Triska Ilma Wardani, Nur Hayati, dan Fathinah Amaliyah yang berasal dari program studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Bahasa Indonesia melakukan ANSOS (Analisis Sosial) dengan terget masyarakat menengah kebawah dan kaum-kaum marjinal yang berasa di Kota Surabaya. Kegiatan Analisis Sosial ini dilakukan dengan harapan dapat membantu meringankan beban target dan menjadi pendengar serta penyalur suara atau aspirasi rakyat kecil di lingkungan sekitar.
Setelah melakukan survei target, Tim kami akhirnya menetapkan salah satu pedagang di Taman Suroboyo. Terget Tim kami yaitu seorang ibu penjual es teh manis. Tim kami tertarik untuk mewawancari ibu tersebut dan akhirnya sang target mengizinkan untuk melakukan kegiatan swawicara terkait profil dan keadaan keluarga ibu tersebut.
ADVERTISEMENT
Ibu penjual es teh tersebut bernama Bu Diyah. Beliau berusia 37 tahun. Pendidikan terakhir dari beliau adalah SMA. Saat ini status beliau sudah menikah dengan memiliki dua anak. Anak pertama perempuan yang masih menduduki kelas 6 SD, sedangkan anak kedua laki-laki yang masih bersekolah TK. Suami Bu Diyah bekerja sebagai kurir pabrik yang dalam satu bulan berpenghasilan kurang lebih 2 juta. Sementara Bu Diyah, bekerja dengan berjualan es teh di hari libur dan tanggal merah. Selain itu, beliau juga menjaga stand toko kebab di hari aktif. Adapun penghasilan dari Bu Diyah sendiri kurang lebih 1 juta.
Jika dianalisis secara mendalam mengenai Bu Diyah, tim kami menemukan terdapat permasalah yang menjadi perhatian bersama. Permasalahan tersebut muncul akibat gaji sang suami dan istri masih dirasa kurang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan permasalahan tersebut, tim kami memberikan solusi yang diharapkan dapat menjadi jawaban dari permasalahan yang tengah dihadapi oleh Bu Diyah dengan memberikan bahan dasar berjualan es the yakni teh dan gula.
ADVERTISEMENT
Adapun dalam rangka meramaikan jualan Bu Diyah tim juga membantu dengan cara melakukan promosi pada khalayak umum dan promosi melalui media tim kami. Semoga dengan kegiatan analisis ini dapat memberikan dampak positif untuk Bu Diyah dan keluarganya.
Semoga,,,,,
Billahi Fi Sabilil Haq, Fastabiqul Khairat
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020