kumparan
13 Nov 2018 0:10 WIB

59 Desa Terendam, Indragiri Hulu Berstatus Tanggap Darurat Banjir

Trubus.id -- Banjir di Kabupaten Indragiri Hulu tak kunjung surut dan meluas hingga merendam 10 kecamatan di daerah itu. Hal ini membuat pemerintah setempat menetapkan status tanggap darurat banjir dan sudah dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau.
ADVERTISEMENT
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Riau, Edward Sanger, status ini berlangsung hingga 25 November 2018. Bantuan berupa makanan dan peralatan lainnya seperti perahu, tenda gulung hingga tenda pengungsian sudah dikirim.
"Kantong mayat juga dikirim, sebagai antisipasi saja. Korban jiwa alhamdulilah tidak ada," kata Edward di Pekanbaru, Jum'at (9/11) petang.
Baca Lainnya : Demi Masa Depan, Anak-Anak Indragiri Hulu Berjuang di Tengah Banjir
Menurut Edward, ketinggian banjir di Indragiri Hulu bervariasi. Ada yang setinggi tumit, lutut orang dewasa hingga satu meter. Meski demikian, warga terdampak banjir masih bertahan di rumah.
"Karena sifatnya tahunan, jadi masyarakat sudah terbiasa. Meski begitu, bantuan tetap dikirim untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat," kata Edward.
Selain Indragiri Hulu, Edward menyebut kabupaten di Riau yang juga tengah direndam banjir adalah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Hanya saja daerah itu belum menetapkan status siaga maupun tanggap darurat banjir.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan informasi yang diterima Edward, Pemerintah Kabupaten Kuansing tengah membahas apakah perlu ditetapkan status siaga atau tidak.
Baca Lainnya : Terendam Banjir, Ribuan Hektare Sawah di Riau Terancam Gagal Panen
"Seharusnya sudah ditetapkan, tapi saya belum ada menerima SK penetapannya sampai sekarang," tegas Edward.
Edward menerangkan, 10 kecamatan yang direndam banjir itu adalah Rengat, Rengat Barat, Pasar Penyu, Lirik, Sungai Lala, Kelayang, Batang Peranap, Rakit Kulim, Peranap dan Kuala Cenaku.
"Ada 59 desa di kecamatan itu terendam banjir. Kepala keluarganya ada 1496 dengan 3275 jiwa dan 1437 rumah," sebut Edward.
Tak hanya rumah, banjir akibat luapan Sungai Indragiri ini juga merendam sawah seluas 65 hektar, kebun karet serta sawit 175 hektar dan kebun palawija 35 hektar.
ADVERTISEMENT
Atas kejadian ini, Edward mengajak dinas terkait, mulai dari dinas pendidikan, sosial, kesehatan hingga pekerjaan umum memberi perhatian. Pasalnya, korban banjir juga membutuhkan pemeriksaan supaya tak terserang penyakit.
Baca Lainnya : Rumah Terendam Banjir, Ribuan Warga Kuansing Pilih Tak Mengungsi
"Sekolah ada juga yang terendam, ini diperhatikan bersama. Begitu juga dengan fasilitas umum, ada yang terendam," kata Edward.
Sebelum Indragiri Hulu, kabupaten lainnya seperti Rokan Hulu, Rokan Hilir dan Pelalawan, juga sudah menetapkan status siaga darurat banjir. Hanya saja masanya sudah lewat karena banjir juga sudah surut.
"Tinggal Kuansing dan Indragiri Hulu lagi. Kalau Kampar itu masih waspada," kata Edward. [RN]
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan