kumparan
KONTEN PUBLISHER
14 Juni 2019 22:17

Ajukan SKTM, Warga Gunungkidul Harus Tanda Tangan Surat Berisi Kutukan

Surat.jpeg
Surat Pernyataan Miskin yang ditandatangani oleh Narmi (55), Warga Gunungkidul. Foto: Dok. Tugu Jogja.
Kasus Narmi (55), warga RT 3 RW 5, Dusun Ngadipiro Kidul, Desa Rejosari, Semin, Kabupaten Gunungkidul, yang menandatangani surat pernyataan yang berisi kutukan dari Tuhan tak berhenti sampai di situ saja. Rupanya, surat ini dibuat oleh Dinas Sosial (Dinsos) Gunungkidul.
ADVERTISEMENT
Ternyata, surat ini tidak hanya dibuat karena Kartu Indonesia Sehat (KIS) milik Narmi diblokir, tetapi dibuat sebagai salah satu syarat untuk mengajukan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) di Dinsos Gunungkidul. Hal ini pun dibenarkan oleh Kepala Desa Rejosari, Paliyo.
“Itu (surat pernyataan) yang mengeluarkan Dinsos (Gunungkidul) bulan Maret. Kami di sini posisinya hanya sebagai pelaksana,” katanya, Jumat (14/6/2019).
Menurutnya pribadi, isi dari surat pernyataan sebenarnya tidak perlu sampai seperti yang ditulis oleh Dinsos Gunungkidul, yang menyertakan sumpah agama. “Kurang etis saja,” lanjutnya.
Sebelumnya, Narmi (55), diharuskan menandatangani surat pernyataan yang berisi kutukan dari Tuhan lantaran KIS miliknya diblokir. Merasa kecewa, anak Narmi, Sutikno, berniat untuk meminta hak keluarganya dikembalikan. Ia pun mengurus ke Kantor Desa Rejosari dan tidak mendapatkan solusi apapun.
ADVERTISEMENT
Justru, pihak pemerintahan desa memberikan surat pernyataan yang harus ditandatangani oleh ibunya. Siapa sangka jika dalam surat tersebut, tertulis sebuah alinea yang diketik dengan huruf kapital yang isinya berkaitan dengan kutukan dari Tuhan.
DEMI ALLAH SAYA BERSUMPAH, SESUNGGUHNYA BAHWA KEADAAN EKONOMI KELUARGA SAYA MISKIN. APABILA SAYA TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN YANG SEBENARNYA, SAYA AKAN MENDAPAT KUTUKAN DARI ALLAH SWT(asa/adn)
PMB UPNVY (adv).jpg
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan