kumparan
14 Sep 2019 6:08 WIB

Asyik Isap Tembakau Gorila, Pemuda di Temanggung Dicokok Polisi

Polisi memperlihatkan tersangka Arif Ainur Rokhim (32), berikut barang bukti tembakau gorila di Mapolres Temanggung, Jumat (13/9/2019). Foto: ari.
Arif Ainur Rokhim (32), warga Desa Tegalsari, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, dicokok polisi saat sedang asyik mengisap tembakau gorila di rumahnya. Saat digrebek aparat, pemuda ini tidak bisa berkutik, dan akhirnya digelandang ke kantor polisi.
ADVERTISEMENT
Kasat Resnarkoba Polres Temanggung, AKP Sri Haryono, mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari informasi bahwa tersangka Arif, merupakan pengguna narkoba. Pihaknya pun melakukan penyelidikan dan ditemukan titik terang, hingga akhirnya dilakukan penangkapan.
"Tersangka kita tangkap saat dia mengisab tembakau gorila. Jadi tembakau gorila itu masuk dalam kategori narkotika golongan I dan kandungan yang ada dalam tembakau sintetis itu menyerupai ganja. Itu kan dikasih zat kimia, sehingga efek yang ditimbulkan menyerupai mengisap ganja. "ujarnya Jumat (13/9/2019).
Tersangka Arif sendiri mengaku mendapat tembakau gorila itu dengan membeli online lewat sebuah akun instagram. Dia tertarik mengisap tembakau yang telah diberi bahan kimia itu, berawal dari rasa penasaran iseng ingin mencoba.
"Sudah enam bulan mengisap tembakau gorila, motivasinya hanya ingin rileks dan bersantai saja. Pengen nyoba saja, kata orang-orang bikin rileks dan tenang. Awal tahunya dari medsos, kemudian saya coba pesan melalui akun instagram yang menawarkan barang itu,"katanya.
ADVERTISEMENT
Dia lalu membeli barang tersebut. Setelah mengontak akun instragram penjual tembakau gorila, lalu mengirimkan uang ke rekening penjual sebesar Rp 100 ribu. Setelah ada kesepakatan, lantas barang ditaruh di suatu tempat. Sehungga antara penjual dan pembeli tidak saling bertemu muka.
Sementara dari kasus ini, petugas berhasil menyita berbagai barang bukti. Antara lain satu linting tembakau gorila berat kotor 0,16 gram dan satu linting erat 0,06 gram, sebuah smartphone, tempat pensil untuk menyimpan tembakau gorila dan lain-lain.
Tersangka dijerat Pasal 114 ayat 1, subsider Pasal 112 ayat 1, lebih subsier Pasal 127 ayat 1, UU 35/2009 tentang narkotika. Dia diancam hukuman delapan tahun penjara, dan denda Rp 8 miliar. (ari/adn)
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·