kumparan
22 Jul 2018 1:59 WIB

Banyak Harley Klasik Indonesia Lari ke Luar Negeri

Komunitas pecinta motor klasik, Vintage Harley Davidson Enthusiast of Indonesia, menuturkan sudah terlalu banyak motor-motor tua saksi sejarah perjalanan Indonesia yang kini dimiliki para kolektor luar negeri yang berani membayar mahal.
ADVERTISEMENT
Misalnya saja seperti motor-motor sisa-sisa Perang Dunia II, seperti Harley Davidson keluaran tahun 1903-1984. Untuk Harley tua yang kini amat langka sendiri produksi di bawah tahun 1945 antara lain seperti seri WL, WLA, UL, Doglet, XL, hingga JD.
“Kurun 20 tahun terakhir, sejak tahun 1990, penjualan motor-motor vintage atau klasik dari Indonesia ke luar negeri itu booming,” ujar Saulus Lacaden, Koordinator Vintage Harley Davidson Enthusiast of Indonesia saat ditemui di sela perhelatan Indonesia Heritage Motorcycles 2018 yang dipusatkan di Komplek Candi Prambanan 21 Juli 2018.
Saulus menuturkan boomingnya penjualan motor klasik dari Indonesia keluar itu karena para pemiliknya gampang teriming-imingi harga tinggi.
“Padahal sekarang nilainya selangit, seperti benda sejarah,” ujar Saulus.
ADVERTISEMENT
Saulus yang juga menjabat Ketua Dewan Kehormatan Klub Harley Bandung, komunitas Harley tertua di Indonesia itu menuturkan, motor klasik asal Indonesia banyak terjual kepada para kolektor di Jerman, Balanda, Singapura, New Zealand juga Inggris.
“Harga-harga motor itu (produksi Harley 1903-1984) itu paling murah Rp 320 juta, tergantung tahun dan kondisinya, dulu pas di Indonesia belinya hanya Rp 30-35 jutaan,” ujarnya.
Saulus menuturkan, dulunya para pemilik motor klasik itu pun bukan melulu kalangan menegah atas seperti sekarang. Mereka antara lain berprofesi seperti mantan polisi, pensiunan, bahkan penjual rokok.
Untuk mengkampanyekan penghentian penjualan motor klasik ke luar ini, menurut Saulus, sejak dua tahun terakhir komunitas Vintage Harley Davidson Enthusiast of Indonesia mulai melakukan pendataan dan membuat wadah khusus.
ADVERTISEMENT
“Kami beri pengertian kepada anggota komunitas untuk mempertahankan motor tua miliknya, karena itu sudah tak diproduksi ulang,” ujarnya. (ATX)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan