Food & Travel
·
2 November 2019 6:36

Beksan Guntur Segoro Jadi Pembuka Pameran Sekaten 2019

Konten ini diproduksi oleh Tugu Jogja
Beksan Guntur Segoro Jadi Pembuka Pameran Sekaten 2019 (13679)
Para penari Beksan Guntur Segoro dalam Seremonial Pembukaan Pameran Sekaten 2019, Jumat (01/11). Foto: Gery
Sejumlah penari pria tampak belenggak-lenggok bak seorang prajurit yang sedang berlaga di medan perang pada gelaran Seremoni Pembukaan Pameran Sekaten 2019 Jumat (01/11) malam. Dentungan musik tradisional yang sedari awal mengiringi para penari juga turut membawa suasana kian merekam.
ADVERTISEMENT
Beksan Guntur Segoro, salah satu tarian klasik gaya yogyakarta yang saat itu sedang ditampilkan di Bangsal Pagelaran, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dalam rangkaian Hajad Dalem Garebeg Maulud, Sekaten.
"Sebuah tari tradisional (Beksan Guntur Segoro) yang diciptakan oleh Hamengku Buwono I," kata Penghageng Kawedanan Hageng Punokawan (KHP) Kridomardowo Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Notonegoro, ketika diwawancarai usai acara.
Secara historis, tari Guntur Segoro menceritakan karakter panji antara peperangan Raden Guntur Segoro melawan Raden Joyoseno. Bermula dari Raden Joyoseno yang menghadap Raja Jenggala untuk diakui sebagai putranya dari ibu, Dewi Wandasari. Namun, sang Raja menolak sebelum Raden Joyoseno bisa mengalahkan Raden Guntur Segoro. Hingga terjadilah pertarungan yang tak terkalahkan, sebab mereka sama-sama kuat. Lambat laun, akhirnya Raja Jenggala pun mau mengakui Joyoseno sebagai anaknya.
ADVERTISEMENT
KHP Notonegoro mengatakan, keseluruhan kisah tari Guntur Segoro mengandung nilai filosofi tentang semangat keprajuritan yang tinggi untuk tidak pantang menyerah. Lebih lanjut, katanya, tari Guntur Segoro merupakan salah tari bertema keprajuritan.
"Maka dari itu, biasanya tokoh karakter yang dimainkan memiliki jiwa perkasa, tenang, bersifat jujur, dan bertingkah lugu atau tidak banyak tingkah," ujarnya.
Berkenaan dengan tari bertema keprajuritan, KHP Notonegoro menjelaskan properti khas tari akan dominan menggunakan peranti perang zaman dahulu. Salah satunya tari Guntur Segoro dengan properti tari berupa gada dan tameng.
Ia menambahkan bahwa pembawaan tari bertema keprajuritan dapat menjadi wadah revitalisasi atau pemeliharaan terhadap nilai budaya tari bangsa.
"Semacam tari Guntur Segoro yang baru saja dipentaskan dan beberapa pentas seni lain yang belum tampil. Seperti Beksan Jebeng, Wayang Wong Gandawerdaya, Beksa Tugu Wasebo dan pentas seni budaya lainnya," ujarnya.
ADVERTISEMENT
(Ludgeryus Angger P/Feva)