News
·
19 Februari 2021 8:16

Dalam 12 Jam, Terjadi 25 Kali Guguran Lava Pijar di Puncak Gunung Merapi

Konten ini diproduksi oleh Tugu Jogja
Dalam 12 Jam, Terjadi 25 Kali Guguran Lava Pijar di Puncak Gunung Merapi (934)
Gunung Merapi. Foto: Ranto Kresek.
Selama 12 jam terakhir, puluhan kali guguran lava pijar terlihat dari puncak Gunung Merapi. Jarak luncur maksimal guguran lava pijar tersebut mencapai 1.200 meter dari puncak Merapi. Semua guguram lava pijar tersebut mengarah ke arah barat daya.
ADVERTISEMENT
Kepala Balai Penyelidikan Dan Pengembangan Tehnologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida mengatakan pada periode pengamatan Kamis (18/2/2021) malam mulai pukul 18.00 WIB hingga 00.00 WIB, secara umum cuaca berawan. Angin bertiup sedang ke arah timur laut. Suhu udara 19-21 °C, kelembaban udara 71-73 %, dan tekanan udara 917-918 mmHg.
Secara visual Gunung terlihat jelas hingga kabut sementara Asap kawah tidak teramati. Selama periode tersebut teramati 10 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.200 m ke arah barat daya. Aktivitas kegempaan di antaranya adalah sebanyak 37 kali dengan amplitudo 3-37 mm dan berdurasi : 13-150 detik.
"Gempa hembusan terjadi sebanyak 3 kali dengan amplitudo :m 7-8 mm selama 15-18 detik. Dan gempa Hybrid/Fase Banyak hanya 1 kali,"terangnya kepada awak media.
ADVERTISEMENT
Sementara pada periode pengamatan Jumat (19/02/2021) mulai pukul 00:00 WIB hingga 06:00 WIB secara umum cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah utara. Suhu udara 17-20 °C, kelembaban udara 72-91 %, dan tekanan udara 871-916 mmHg.
Dalam 12 Jam, Terjadi 25 Kali Guguran Lava Pijar di Puncak Gunung Merapi (935)
adv
Secara visual Gunung jelas hingga kabut Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 100 m di atas puncak kawah. Di samping itu juga teramati 15 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.000 m ke arah barat daya.
Dalam 12 Jam, Terjadi 25 Kali Guguran Lava Pijar di Puncak Gunung Merapi (936)
Informasi selengkapnya klik di sini
"Gunung Merapi pada Level III atau Siaga," terangnya.
Aktivitas kegempaan di antaranya adalah gempa guguran sebanyak 24 dengan amplitudo 4-38 mm dan berdurasi : 11-97 detik. Gempa hembusan sebanyak 1 kali dengan amplitudo 30 mm dan berdurasi 32 detik. Gempa Hybrid/Fase Banyak sebanyak 3 kali dengan Amplitudo 3 mm dan berdurasi 6-8 detik.
ADVERTISEMENT
Hanik menyebut, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya,"tandasnya.
Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan. Dan Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.