kumparan
9 Jul 2018 13:39 WIB

Lahan Pertanian di 6 Desa di Dieng Rusak Akibat Embun Es

Fenomena embun yang membeku atau bun upas yang terjadi di kawasan dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah, sejak Jumat (6/7), membuat areal lahan pertanian di sejumlah desa sekitarnya mengalami kerusakan dan terancam puso.
ADVERTISEMENT
Dinas Pangan, Pertanian, dan Peternakan Wonosobo, Jawa Tengah, menyatakan dampak kerusakan embun es atau embun upas di kawasan Dieng terjadi pada komoditas kentang dengan gejala berupa pucuk tanaman hangus seperti terbakar. Biasanya kerusakan ini menyerang tanaman kentang dengan umur di bawah 70 hari.
“Dari data yang kami inventarisasi sampai hari ini ada enam desa yang lahan pertaniannya terdampak mengalami kerusakan akibat bun upas itu,” ujar Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Peternakan Wonosobo, Jawa Tengah, Abdul Munir, Senin (9/7).
Desa yang terdampak itu meliputi Desa Dieng dengan luas kerusakan 11 hektare lahan dengan intensitas kerusakan sebesar 7 persen, 20 hektare lahan intensitas kerusakan mencapai 17 persen, dan tujuh hektare sisanya intensitas kerusakan mencapai 60-85 persen.
ADVERTISEMENT
Adapun di Desa Jojogan luas lahan yang mengalami kerusakan total ada 12 hektare dengan intensitas kerusakan sebesar 10 persen, Desa Sikunang luas kerusakan sebanyak 6 hektare dengan intensitas kerusakan 7 persen.
Ada pula di Desa Sembungan luas kerusakan empat hektare dengan intensitas 7 persen, Desa Patakbanteng dengan luas kerusakan 13 hektare dengan intensitas kerusakan sembilan persen dan Desa Parikesit luas kerusakan 5 hektare dengan intensitas kerusakan 13 persen.
Adapun kerusakan itu sebagian besar melanda komoditas tanaman kentang yang jadi komoditas utama pertanian di Dieng.
“Untuk carica, kacang dieng, cabai dieng, belum nampak terjadi kerusakan secara nyata dan signifikan,” ujar Munir. Untuk komoditas lain seperti wortel serta bawang daun juga relatif aman. (ATX)
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan