News
·
2 Maret 2021 8:01

Gunung Merapi Kembali Luncurkan 3 Kali Awan Panas Sejauh 1.900 Meter

Konten ini diproduksi oleh Tugu Jogja
Gunung Merapi Kembali Luncurkan 3 Kali Awan Panas Sejauh 1.900 Meter (189885)
Gunung Merapi saat luncurkan awan panas. Foto: dok. BPPTKG
Dalam 12 jam terakhir Gunung Merapi kembali meluncurkan 3 kali awan panas guguran. Sama seperti awan panas guguran sebelumnya arah ke barat daya yaitu ke sejumlah sungai yang berhulu di Puncak Merapi.
ADVERTISEMENT
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Tehnologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida mengungkapkan awan panas guguran terjadi tiga kali yaitu satu kali pada Senin (1/3/2021) malam dan dua kali pada Selasa (2/3/2021) dinihari. Jarak luncur antara 1.200 meter hingga 1.900 meter ke arah barat daya.
Pada periode pengamatan Senin (1/3/2021) antara pukul.18.00 hingga 24.00 WIB, secara umum cuaca puncak Gunung Merapi berawan dan mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur. Suhu udara 15-23 °C, kelembaban udara 57-98 %, dan tekanan udara 628-708 mmHg.
"Gunung jelas. Asap kawah tidak teramati,"terangnya.
Pada masa pengamatan tersebut teramati satu kali awanpanas guguran dengan jarak luncur 1500 m ke arah barat daya dengan amplitudo 66 mm dan berdurasi 130 detik yang terjadi pada pukul 21.06 dan mengarah ke barat daya.
ADVERTISEMENT
Hanik mengungkapkan pada periode tersebut juga teramati 21 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 900 m ke arah barat daya. Sementara aktivitas kegempaan lain di antaranya seperti gempa Guguran sebanyak 49 kali dengan amplitudo 3-26 mm dan berdurasi 11-98 detik.
Sementara selama periode pengamatan Selasa (2/3/2021) mulai pukul 00:00-06:00 WIB, cuaca puncak Gunung Merapi cenderung berawan. Angin bertiup lemah, sedang, hingga kencang ke arah timur. Suhu udara 14-21 °C, kelembaban udara 66-93 %, dan tekanan udara 567-688 mmHg.
Gunung Merapi Kembali Luncurkan 3 Kali Awan Panas Sejauh 1.900 Meter (189886)
Informasi selengkapnya klik di sini.
"Gunung terlihat jelas, asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 20 m di atas puncak kawah,"ungkapnya.
Hanik menyebut dalam periode tersebut reramati 2 kali awanpanas guguran dengan jarak luncur maksimum 1.900 m ke arah barat daya. Guguran pertama adalah pukul 05.11 WIB dengan jarak luncur maksimal 1.900 meter memiliki amplitudo 60 mm berdurasi 161 detik.
ADVERTISEMENT
Awanpanas guguran kedua tercatat di seismogram dengan amplitudo 40 mm dan durasi 96 detik, estimasi Jarak luncur 1200 m ke arah Barat Daya. Selain itu juga teramati 17 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.300 m ke arah barat daya.
"Gempa Guguran sebanyak 57 kali dan gempa hembusan 4 kali,"paparnya.
Oleh karena itu, Hanik mengatakan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Masyarakat diminta agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Selain itu, masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.
ADVERTISEMENT
"Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi,"tandasnya.