Pencarian populer

Hadapi Kenaikan Dolar, Pengusaha Yogyakarta Garap Pasar Lokal

Para pelaku usaha di Yogyakarta saat ini mulai fokus untuk melaksanakan efisiensi guna menghadapi kenaikan dollar yang terjadi belakangan ini. Para pengusaha terutama yang bergerak di bidang ekspor juga mulai menggarap pasar lokal untuk menyiasati meningkatnya nilai tukar dollar terhadap rupiah.

Wakil Ketua Bidang Komesial, Distribusi, Logistik, Hubungan Internasional, Promosi dan Investasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY, Wawan Harmawan mengatakan sepanjang menggunakan produk-produk lokal maka industri di dalam negeri masih aman. Di samping juga harus terus berusaha mengembangkan produk-produk ekspor.

Hanya saja, untuk mengembangkan ekspor memang tidak bisa secara instan langsung dinikmati hasilnya. Paling tidak baru bisa menikmati dalam waktu 3 hingga 6 bulan mendatang. Maka bagi pengusaha lokal yang ingin mengembangkan ekspor bisa memproyeksikan diri tahun 2019 mendatang.

"Saya lebih menekankan kepada teman-teman pengusaha untuk konsolidasi terlebih dahulu,"tuturnya.

Menurutnya, para eksportir saat ini harus lebih banyak mencari peluang-peluang pasar di luar pasar tradisional tujuan ekspor. Ia melihat pasar Afrika ataupun Timur Tengah sangat potensial untuk digarap di tengah situasi melambungnya nilai tukar dollar di sebagian besar negara di dunia.

Selama ini potensi-potensi di Afrika memang belum banyak digarap, sementara di pasar ASEAN sendiri juga memang perlu digarap. Kadin sendiri nantinya akan turut berpartisipasi dalam beberapa event pameran tingkat internasional sepeti di China bersama Kadin Indonesia.

"Di akhir bulan November nanti kita juga pameran di Jeddah. Ini salah satu upaya peningkatan ekspor kita,"tambahnya.

Pasar-pasar non tradisional tujuan ekspor ini masih banyak yang bisa digarap oleh pebisnis dari Indonesia. Seperti di pasar Afrika, pengusaha Indonesia masih memiliki peluang untuk menggarap bidang garment ataupun makanan. Banyak hal, yang penting jika di Afrika memang pada posisi harga yang relatif tidak tinggi.

Dengan menggarap pasar ekspor non tradisional tersebut nantinya ekspor dari tanah air akan terdongkrak. Ia memperkirakan jika digarap dengan serius, maka pasar ekspor non tradisional tersebut akan mendongkrak 50 % lebih nilai ekspor yang ada saat ini. (erl/adn)

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.55