kumparan
27 Des 2018 10:12 WIB

Terjadi 2 Kali Guguran Lava Pijar Gunung Merapi

Guguran lava pijar Gunung Merapi kembali terjadi sejak Kamis (27/12) dinihari. Dari CCTV yang dipasang oleh Badan Penyelidikan dan Pengembangan Tehnologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) di beberapa lokasi, guguran lava pijar sudah terjadi sebanyak 2 kali. Dari CCTV BPPTKG, guguran lava pijar terjadi pada pukul 02.50 WIB dan 08.45 WIB. Guguran lava pijar pada pukul 02.50 WIB mengarah ke hulu Kaligendol dengan jarak luncur sepanjang 300 meter. Sedangkan guguran lava pijat pada pukul 08.45 WIB ke arah barat laut dan mengarah ke dalam kawah. Kepala BPPTKG DIY, Hanik Humaida membenarkan peristiwa tersebut. Kendati intensitas guguran lava pijar terus terjadi, namun sampai saat ini BPPTKG masih belum meningkatkan level Merapi dari Waspada ke Siaga. Kendati demikian, masyarakat dihimbau tetap meningkatkan kewaspadaan mereka terutama yang berada 3 kilometer dari puncak Merapi. "Selalu taati himbauan kami agar aman,"tegas Hanik. Secara Visual teramati cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke alah utata dan tenggara. Suhu udara sekitar 15.6-28.6 C. Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-lll. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 20 meter dari puncak. Secara kegempaan terekam 1 kali gempa Vulkanik Dangkal (Amax 78 mm. durasi 31.3 detik). 3 kali gempa Hybrid/Fase Banyak (Amplitudo max 2 8 mm, S-P 0.45 0.7 detik , durasi 7 -10.5 detik), 2 kali Low Frequency (A-max 3.5 10 mm, durasi 15.3 16.3 detik). 3 kali Hembusan (A-max 2 - 0 mm, durasi 13 9 27 detik). Gempa Guguran (A-max 2 30 mm, durasi 10.32 63.6 detik dan jarak Iuncur 0-0 meter). Gunung Merapi merupakan salah satu gunungapi aktif di Indonesia yang terletak di Sleman, Magetang, Boyolali. Klaten, Provinsi Daerah  Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Puncaknya berada pada posisi koordinat 110 41 81; 7.525 LS dengan ketinggian mencapai 2968 meter di atas permukaan Iaut.  Dalam sejarahnya, setidaknya tercatat pernah tetjadi 107 kali Ietusan, dimana letusan tetakhir kali terjadi pada 9 Maret  20 April 2014. lndeks eksplosivitas letusannya (VEI/Volcanic Explosivity Index) berada pada kisaran 14. (erl/fra)
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan