kumparan
24 Agu 2018 19:07 WIB

Kominfo Akan Atur Frekuensi Radio Nelayan

Pemerintah akan berusaha mengatur frekuensi yang digunakan oleh para nelayan ketika berkomunikasi di tengah lautan. Sebab masyarakat dunia penerbangan internasional sering mengeluhkan banyaknya frekuensi komunikasi nelayan yang mengganggu frekuensi penerbangan. Wakil Direktur Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika Kementrian Informasi (Kominfo), Sadjan mengaku pihaknya sering mendapat keluhan dari maskapai penerbangan internasional. Mereka mengeluhkan ketika masuk ke wilayah penerbangan Indonesia, banyak siaran lagu-lagu yang diputar oleh nelayan di tengah lautan yang mengganggu komunikasi pesawat terbang. Hal ini dirasa sangat mengganggu dan membahayakan penerbangan. Oleh karena itu, Kominfo akan berkoordinasi dengan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk melakukan pengaturan. Nantinya, pemerintah bakal mengatur frekuensi yang digunakan oleh nelayan dalam berkomunikasi ketika di tengah lautan. "Nanti akan ada frekuensi khusus yang bisa digunakan oleh nelayan ketika di tengah lautan,"tuturnya. Namun, sampai saat ini pihaknya belum memiliki data secara detil berapa jumlah nelayan yang menggunakan radio ketika di tengah lautan dan mengganggu penerbangan. Padahal untuk mengatur frekuensi nelayan, maka data jumlah pengguna tersebut sangat diperlukan. Salah satu konsekuensi pengaturan tersebut adalah soal legalitas frekuensi yang digunakan oleh nelayan. Berkait dengan perijinan tersebut tentu tidak lepas dengan biaya yang akan dibebankan. Oleh karena itu, pihaknya kini tengah mempertimbangkan secara matang berapa biaya yang akan dibebankan kepada nelayan tersebut. "Kita mungjun akan berkomunikasi melalui koperasi nelayan. Ini berkaitan dengan biaya nantinya,"tambahnya. Selain demi alasan keselamatan, pengaturan frekuensi ini dilakukan untuk hubungan bilateral antar negara. Kepentingan hubungan antar negara perlu dipupuk demi harmonisasi komunitas internasional. (erl)
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan