kumparan
24 Apr 2019 19:17 WIB

KPU DIY Tunggu Instruksi Pusat soal Santunan KPPS yang Meninggal

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY, Moh. Zainuri Ikhsan, saat ditemui di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Rabu (24/4/2019). Foto: ken.
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY, Moh. Zainuri Ikhsan mengungkapkan, saat ini pihaknya masih menunggu instruksi KPU RI terkait santunan yang akan diberikan kepada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia.
ADVERTISEMENT
"Sedang kita upayakan (santunan diberikan) dan KPU RI sudah mencoba komunikasi dengan pusat, dan Menteri Keuangan sudah merespon, nanti kita tinggal menunggu saja," kata kata Ikhsan saat ditemui di Museum Benteng Vredeburg, Rabu (24/4/2019).
Ikhsan menuturkan, olehnya saat ini pihaknya masih menunggu instruksi pusat terkait hal itu, sehingga belum mengetahui secara jelas bagaimana skema penyaluran, jumlah nominal dan seperti apa nantinya santunan tersebut.
Ia mengungkapkan, sambil menunggu instruksi tersebut, saat ini pihaknya tengah melakukan penggalangan dana secara pribadi untuk membantu meringakan beban bagi keluarga yang ditinggalkan.
"Kami belum tahu (skema penyaluran), karena yang melakukan komuniaksi KPU pusat. Tapi kita temen-temen komisioner sudah diminta (secara internal) untuk (istilahnya) kepuk-an, kita akan iuran bersama," paparnya.
ADVERTISEMENT
Pihaknya mencatat, hingga saat ini, jumlah keseluruhan petugas KPPS di DIY sebanyak 7 orang meninggal dunia. Rata-rata diduga akibat kelelahan saat bertugas sebagai penyelenggara pemilu 2019.
"Sampai kemarin sore, petugas (KPPS) yang meninggal 5 orang dan yang sakit ada 7 orang," ujarnya.
Ia mengungkapkan, hal tersebut telah dilaporkan kepada KPU RI untuk segera ditindak lanjuti. Kepala Devisi Teknis KPU DIY ini menuturkan para petugas yang mengalami musibah tersebut diduga mengalami kelelahan.
"Kita sudah laporkan ke pusat. Sepertinya iya akibat kelelahan, mereka membantuk PPK merekap," ujarnya. (ken/adn)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan