kumparan
18 September 2019 12:59

Menpar soal Karhutla: 'Tour de Siak' Baiknya Dibatalkan atau Diundur

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, saat Focus Group Discussion 'Meraih 1 juta Wisman ke DSP Borobudur Melalui Pengembangan Aksesibilitas Bandara Yogyakarta International Airport (YIA)' di Bandara Kulon Progo, Rabu (18/9). Foto: erl.
Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mengungkapkan akan berupaya untuk menetapkan status bencana di destinasi wisata yang dilanda kebakaran hutan dan lahan. Dengan penetapan status bencana tersebut maka segala promosi pariwisata dari wilayah tersebut akan dihentikan.
ADVERTISEMENT
Arief Yahya mengatakan, semua bencana termasuk kebakaran hutan dan lahan maka sudah menjadi kewajiban dari Kementerian Pariwisata untuk mengumumkan status bencana. Termasuk di Riau dan juga Kalimantan yang saat ini menjadi lokasi dari bencana kebakaran hutan dan lahan.
"Semua promosi terkait dengan yang terkena (karhutla) contoh Riau dan lain sebagainya itu segera kita turunkan," tuturnya, saat Focus Group Discussion 'Meraih 1 juta Wisman ke DSP Borobudur Melalui Pengembangan Aksesibilitas Bandara Yogyakarta International Airport (YIA)' di Bandara Kulon Progo, Rabu (18/9).
Hanya saja, tambah Arief, sekarang pihaknya mengalami sedikit masalah terutama berkaitan dengan event Tour de Siak, lomba bersepeda tahunan di Kabupaten Siak, Riau. Karena sampai saat ini belum ada kepastian apakah event tahunan tersebut akan diteruskan atau tidak.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, perhelatan sport tourism tersebut harus segera diputuskan apakah akan dilanjutkan atau tidak. Namun jika kondisi di Riau tidak memungkinkan, maka dirinya mengingatkan stakeholder di Pekanbaru bahwa event Tour de Siak harus diundur atau dibatalkan.
"Nanti kalau memang tidak memungkinkan, Tour de Siak sebaiknya dibatalkan atau diundur dalam waktu yang akan diberitahukan," tambahnya. (erl/adn)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan