News
·
9 November 2020 17:12

Meski Hujan, 3 Kapanewon di Gunungkidul Masih Perlu Droping Air Bersih

Konten ini diproduksi oleh Tugu Jogja
Meski Hujan, 3 Kapanewon di Gunungkidul Masih Perlu Droping Air Bersih (75684)
Dropping air bersih di Gunungkidul. Foto: Erfanto/Tugu Jogja.
Meskipun hujan telah mengguyur hampir seluruh wilayah Kabupaten Gunungkidul, namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul masih terus melakukan dropping air bersih. BPBD menyebut masih ada 3 Kapanewonan (Kecamatan) yang perlu mendapat pasokan air bersih.
ADVERTISEMENT
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edy Basuki mengungkapkan masih ada 3 kapanewon yang masih membutuhkan dropping air. Minggu lalu dropping air masih mereka lakukan di Kapanewon Semin, Ngawen, dan Gedangsari.
"Itu di wilayah utara. Tinggal wilayah itu saja, yang lain sudah tidak ada droping (air)," kata Edy, Senin (09/11/2020).
Wilayah-wilayah rentan kekeringan sudah tercukupi air bersihnya mengingat curah hujan di sana sudah meningkat sehingga tampungan air warga pun terisi. Seperti wilayah yang langganan dropping air di antaranya Rongkop dan Girisubo. Kini keduanya tidak lagi mengajukan permohonan droping air.
Secara keseluruhan, Edy menyebut masa dropping air di 2020 ini lebih pendek ketimbang tahun sebelumnya. Jika tahun lalu dimulai sekitar bulan Mei, maka 2020 ini dropping air baru dimulai pada Juli akhir. Sehingga jumlah air yang didistribusikan melalui BPBD juga mengalami penurunan.
ADVERTISEMENT
"Tahun lalu juga dropping air baru berhenti di pertengahan Desember," jelasnya.
Melihat kondisi tersebut, Edy memperkirakan proses dropping air bersih akan dihentikan awal November ini. Pasalnya curah hujan di Gunungkidul sudah mulai merata, terutama ke wilayah yang sebelumnya mengalami kekeringan.
Terpisah, Panewu Anom Rongkop, Agus Pramuji mengungkapkan bahwa dropping air bersih terakhir dilakukan pada 9 Oktober lalu. dihentikannya proses dropping air lantaran wilayah Rongkop secara keseluruhan sudah hujan. Alhasil, kebutuhan air warga pun sudah tercukupi dari tampungan air yang dimiliki.
Agus juga menyebut jumlah pengiriman air bersih tahun ini lebih sedikit ketimbang tahun sebelumnya. Begitu juga dengan rentang waktu pengiriman. Sebab beberapa pedukuhan sudah tersambung dengan pipa PDAM, jadi kebutuhan air sangat terbantu.
ADVERTISEMENT
"Terakhir tanggal 9 Oktober lalu. Ada 5 dusun yang saat itu menerima dropping air terakhir. Dusun tersebut berada di Kalurahan Melikan, Bohol, dan Pringombo," kata Agus melalui pesan singkat.