kumparan
KONTEN PUBLISHER
7 Juni 2018 22:19

Panglima TNI: Tindakan Terorisme Bertentangan dengan Semangat Ramadhan

Panglima TNI. Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan, bulan suci Ramadhan yang suci ini seharusnya dilalui peningkatan amal ibadah. Namun, Ia menyayangkan Ramadhan kali ini masyarakat Indonesia di hadapkan dengan serangkaian serangan terorisme. Dalam serangan terorisme tersebut, kata Panglima, banyak mengakibatkan korban jiwa terutama anak-anak.
ADVERTISEMENT
"Tindakan tersebut bertetangan dengan semangat Ramadhan, mencederai rasa kemanusiaan dan justru juga merusak dakwah dan pandangan tentang Islam," kata Panglima saat menggelar Safari Ramadhan di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Kamis (07/06/2018).
Panglima menegaskan, sebagai masyarakat Indonesia kita harus menyadari ada dan munculnya faham radikalisme disekitar kita. Menurutanya, faham tersebut bermula dari adanya pemahaman yang salah pada diri seseorang.
"Radikalisme ini berawal dari pemahaman yang salah yang kemudian berkembang menjadi intoleransi. Dan berujung pada tindakan terorisme," paparnya.
Menurutnya, faham radikalisme yang berujung pada tindakan terorisme dapat dicegah dengan wawasan yang tinggi dan luas. "Radikalisme tidak akan tumbuh jika kita memiliki wawasan yang luas," kata Panglima.
Ia menjelaskan, wawasan manusia yang luas tersebut telah diperintahkan oleh Allah SWT pada ayat pertama yang diturunkan, yakni Iqra' berarti bacalah.
ADVERTISEMENT
Oleh karena itu, lanjut Panglima, umat Islam seyogyanya mempelajari agama Islam secara kaffah agar bisa terhindar dari pemahaman-pemahaman yang bertolak belakang dengan pemahaman umat Islam yang sesungguhnya.
"Maka dari itu umat Islam harus mempelajari Islam secara mendalam dan utuh," tutup Panglima.
Selaku Panglima TNI, Ia mengajak masyarakat luas untuk bersatu padu dalam membangun pemahaman Islam yang benar, merangkul setiap komponen bangsa dan menitikberatkan tindakan preventif dalam mencegah radikalisme dan terorisme. (Nadhir Attamimi)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan