News17 September 2020 18:23

Pembangunan SDM Menjadi Prioritas Indonesia Maju 2019-2024

Konten Redaksi Tugu Jogja
Pembangunan SDM Menjadi Prioritas Indonesia Maju 2019-2024 (59874)
Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan, saat menjadi pembicara Seminar “Nawacita, Pancasila, dan Ideologi Pembangunan Nasional”, Kamis (17/9/2020). Foto: YouTube/PSP UPNVYK
Mewujudkan Nawacita Indonesia yang dicetuskan Presiden Joko Widodo bukanlah hal yang mudah. Pembangunan Sumber Daya Manusia menjadi sebuah prioritas untuk menciptakan Pembangunan Indonesia yang lebih baik ditengah ketatnya kompetisi dan perubahan dunia yang dinamis.
ADVERTISEMENT
Berangkat dari wacana Nawacita II Indonesia 2019-2024 yang lebih memfokuskan terhadap pembangunan manusia agar tidak menjadi bangsa yang tertinggal. Hal ini juga berkaitan dengan salah satu Visi dari Indonesia Maju 2019-2024, yakni Indonesia yang mampu menjaga dan mengamankan bangsa dan negara dalam dunia yang semakin kompetitif.
“Saat ini bukan antara negara besar dan negara kecil, bukan antara negara maju dan negara berkembang, tetapi adalah negara mana yang cepat itulah yang dia menjadi negara yang winner, bukan negara loser,” ujar Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan saat menjadi pembicara dalam seminar daring 'Nawacita, Pancasila, dan Ideologi Pembangunan Nasional' pada Kamis (17/09/2020).
Untuk mencapai harapan sebagai negara pemenang, Indonesia menemui tantangan luar biasa yang mengubah hampir semua konfigurasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), yakni Pandemi COVID-19. Berangkat dari tantangan tersebut, diperlukan sebuah arah pembangunan yang perlu dirumuskan untuk mencapainya.
ADVERTISEMENT
Telah dirumuskan lima arah pembangunan untuk Indonesia Maju 2019-2024, yakni pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), Pembangunan Infrastruktur, Penyederhanaan Regulasi, Penyederhanaan Birokrasi, dan Transformasi Ekonomi. Moeldoko mengatakan bahwa prioritas utama dari kelima aspek tersebut terletak pada pembangunan Sumber Daya Manusia.
“Pembangunan SDM menjadi prioritas utama, untuk itulah sekali lagi Presiden telah membenahi berbagai Infrastruktur Kesehatan, Infrastruktur Pendidikan, dan Infrastruktur lainnya agar SDM ini memiliki daya saing yang semakin baik ke depan,” ujar Moeldoko.
Upaya mewujudkan harapan tersebut telah dilakukan Indonesia dengan menyiapkan talent Manajemen Strategik atau Manajemen Nasional. Bukan tanpa alasan, penyiapan tersebut dilakukan untuk membantu anak-anak Indonesia yang memiliki keistimewaan terhadap bakat mereka.
“Bagaimana anak-anak Indonesia yang memiliki talenta unggul, nanti negara hadir untuk membina mereka, membesarkan mereka, dan kehadiran negara sungguh-sungguh memiliki makna bagi mereka yang membutuhkan,” ungkap Moeldoko.
ADVERTISEMENT
Hal serupa juga dijelaskan oleh Muhammad Irhas Effendi, Rektor Universitas Pembangunan Nasional 'Veteran' Yogyakarta, paradigma Pembangunan Indonesia. Visi dan Misi Indonesia 2005-2025 yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) adalah Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan Makmur.
Pembangunan SDM Menjadi Prioritas Indonesia Maju 2019-2024 (59875)
Muhammad Irhas Effendi, Rektor UPNVY, saat menjadi pembicara Seminar “Nawacita, Pancasila, dan Ideologi Pembangunan Nasional”. Foto: YouTube/PSP UPNVYK
Irhas mengatakan bahwa Visi dan Misi yang dikemukakan oleh Jokowi sudah selaras dengan RPJP baik di Pusat maupun Daerah. Selain itu, ia juga menilai bahwa visi dan misi Jokowi tersebut relevan dengan keadaan dan urgensi yang dihadapi Indonesia saat ini.
“Nampaknya apa yang ada dalam Nawacita dan disampaikan Presiden Jokowi dari dua periode pemerintahannya sudah cukup relevan dengan Visi Nasional ini yang memang nampak menjadi arahan di dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Negara (RPJN),” ujar Irhas.
ADVERTISEMENT
Irhas mengharapkan bahwa Indonesia sebagai bangsa dapat meletakkan Pancasila sebagai sebuah nilai inti dari sebuah Negara, dan tujuan inti yang terdapat di Undang-Undang Dasar 1945 tetap menjadi landasan. Beliau juga berharap bahwa apabila RPJN maupun RPJP berubah-ubah, mereka tetap menggunakan Pancasila sebagai intinya. (Angelo Lucky Budiman)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan
Tim Editor
drop-down
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white