• 0

PUBLISHER STORY

Peringatan 70 Tahun, SMA de Britto Angkat Harmoni dalam Keberagaman

Peringatan 70 Tahun, SMA de Britto Angkat Harmoni dalam Keberagaman




YOGYAKARTA - Persoalan intoleransi yang terjadi di Yogyakarta, ditanggapi serius oleh SMA De Britto, Yogyakarta. Melalui Lustrum 14 sekaligus peringatan 70 tahunnya, SMA De Britto mengangkat tema ‘Harmoni Dalam Keberagaman’.
"Tema yang tahun ini diambil menjadi tema yang ingin digaungkan oleh sekolah ini secara luas tidak hanya di sekolah mereka saja tetapi juga di masyarakat," kata ketua lustrum 14, Heri Istianto ketika ditemui di SMA De Britto, Sabtu (03/02/2018) pagi.
Kegiatan-kegiatan yang dilakukanpun akan memaknai harmoni dengan sesama, harmoni dengan alam dan harmoni dengan Tuhan. Lebih jauh, Heri memaparkan jika dengan perayaan lustrum ini, SMA De Britto ingin membangkitkan kembali semangat keberagaman, semangat kebersamaan, semangat hidup berdampingan dengan orang-lain, menghargai perbedaan, kemajemukan, Bhinneka Tunggal Ika, menuju persatuan Indonesia.


Pembukaan acara ini dimulai dengan menampilkan Cucuk lampah yaitu sebuah budaya Jawa untuk membuka sebuah acara. Kemudian disambung dengan siswa masuk ke aula sekolah dengan membawa logo serta ada siswa yang menampilkan perarakan bertema keberagaman. Sebagai bentuk syukur mereka atas 70 tahun berdirinya SMA Kolose De Britto ini, diadakan misa syukur yang dipimpin oleh Romo Fajar.
“Keberagaman ini merupakan salah satu nilai yang ditanamkan oleh para pendiri sekolah ini (De Britto). Dan ini mengandung nilai toleransi yang ingin ditanamkan pada para siswa,” imbuhnya.
Menurut Heri, toleransi merupakan bagian dari tanggung jawab sekolah juga. Dia mengatakan bahwa para siswa yang ada di SMA Kolose De Britto, nantinya akan menjadi pemimpin di negeri mereka. Oleh karena itu, penanaman konsep toleransi yang benar pada siswa merupakan hal yang penting.
“Jadi tema lustrum ini harmoni dengan keberagaman. Harmoni dengan sesama, harmoni dengan alam, dan harmoni dengan Tuhan. Jadi kegiatan-kegiatannya mencerminoan itu semua”, imbuh Heri.
Dalam Lustrum 14 ini, ada banyak kegiatan yang diadakan hingga puncak acaranya yang akan diadakan pada 19 Agustus nanti, seperti pembuatan prasasti memorial 70 tahun De britto, misa kudus, pengobatan masal yang akan diadakan di dalam dan di luar lingkungan De Britto, workshop dengan guru dan murid, acara seminar nasional oleh alumni, lomba pembuatan video lagi daerah untuk siswa SD dan SMP secara nasional sebagai harmoni terhadap sesama.
Nantinya juga akan diadakan pembagian bibit tanaman buah sebagai wujud harmoni dengan alam.
(Birgita Feva Nurregina)

YogyakartaSMAToleransi

500

Baca Lainnya