kumparan
KONTEN PUBLISHER
2 Desember 2019 13:30

Petani Tembakau Geruduk Kantor Bupati Temanggung

P_20191202_110410.jpg
Ribuan petani tembakau geruduk kantor Bupati Temanggung, menolak rencana pembuatan kawasan tanpa rokok (KTR), Senin (2/12/2019). Foto: ari.
Ribuan petani tembakau di Kabupaten Temanggung melakukan aksi demonstrasi, menolak berbagai kebijakan yang merugikan kaum tani seperti pembuatan kawasan tanpa rokok (KTR) di Temanggung. Lalu meminta pembatasan impor tembakau dan lain-lain.
ADVERTISEMENT
Para petani sampai di halaman Kompleks Setda Temanggung sekitar pukul 11.00, bersamaan dengan rapat koordinasi antara Pemkab Temanggung dengan Kementerian Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan dan Kementerian Kesehatan di Gedung Loka Bhakti Praja, Senin (2/12/2019).
Wasekjend Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Nasional, Agus Setiawan mengatakan, kedatangan mereka lebih dari seribu orang untuk menyambut perwakikan dari kementerian di mana petani ingin menunjukan sikapnya berjuang bagi keberlangsungan hidup petani.
Mereka membentangkan sejumlah poster antara lain "Tolak Impor Tembakau Harga Mati", "Tolak Perda KTR", "Tolak PP no 109 tahun 2012," dan lain-lain.
"Kedatangan kami untuk menyambut perwakilan Kementerian Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan yang menggelar rakor terkait PP 109 2012 yang akan mengembalikan lagi revisi PP yang kita tolak. Jika PP dikembalikan lagi berarti rokok kretek tanpa rempah dalam hal ini cengkeh, berarti akan mematikan rokok kretek Indonesia. Ini sangat tidak pro rakyat,"ujarnya.
ADVERTISEMENT
Selain itu mereka menolak usulan adanya kawasan tanpa rokok (KTR) di Temanggung. Hal itu sama saja membatasi kemerdekaan kaum tani dan perokok yang selama ini telah menyumbanhkan cukai tertinggi untuk negara. Tapi justru perlakuan pemerintah kepada petani tidak manusiawi.
"Akan diberakukannya KTR juga kami keberatan, seperti di RSUD Temanggung yang telah membuat KTR secara terang-terangan membuat kami kecewan. Padahal pembangunan RSU Temanggung itu menggunakan cukai rokok, berarti mereka itu micek,"katanya meradang.
Sutopo perwakilan petani lainnya mengungkapkan kekecewaannya. Sebab dalam beberapa tahun terakhir ini petani tembakau terus disudutkan dengan berbagai dalih seperti berkedok kesehatan, padahal di balik itu ada perang dagang dengang industri rokok asing. Ironisnya pemerintah seperti tak berdaya dengan tekanan asing dan seolah tak mampu melindungi rakyatnya.
ADVERTISEMENT
"Kami kecewa bertahun-tahun berjuang tapi tidak dihiraukan. Maka kedatanhan kami ini mewakili petani tembakau seluruh Indonesia. Kita tunggu sampai setengah jam mereka datang ke kami,"katanya. (ari)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan