PLN Jaga Keandalan Listrik hingga Pulau Terluar Jawa Tengah saat Idul Adha

Konten Media Partner
18 Juni 2024 19:44 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
petugas PLN saat bertugas menjaga keandalan listrik saat Idul Adha. Foto: istimewa
zoom-in-whitePerbesar
petugas PLN saat bertugas menjaga keandalan listrik saat Idul Adha. Foto: istimewa
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
PLN sukses menjaga keandalan listrik selama perayaan Idul Adha 1445 hijriah. Tak hanya di Jogja dan Jawa Tengah, PLN juga menjaga keandalan listrik di kepulauan Karimunjawa sebagai wilayah kepulauan terluar dari Jawa Tengah.
ADVERTISEMENT
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah & DI.Yogyakarta, Mochamad Soffin Hadi menyatakan, berdasarkan proyeksi konsumsi daya di Jawa Tengah dan DIY selama periode Idul Adha, pasokan daya yang dimiliki PLN cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Soffin menambahkan, pengamanan kelistrikan juga dilakukan hingga pulau terluar Jawa Tengah, meliputi Pulau Karimun Jawa, Pulau Parang, Pulau Genting, Pulau Nyamuk dengan ketersediaan pasokan energi rata-rata di atas 36 hari operasional (HOP).
“Kondisi pasokan listrik saat ini di Jateng DIY aman, dengan prediksi beban puncak tertinggi selama bulan Juni 5.354 MW dan cadangan daya 2.877 MW atau masih 34%.” jelas Soffin, dalam keterangan, Senin (17/5/2023).
Sebelum memasuki masa siaga Idul Adha yang akan berlangsung dari 16 hingga 18 Juni 2024, PLN telah bersiap dengan melakukan inspeksi dan pemeliharaan aset secara preventif untuk memastikan kondisi jaringan distribusi listrik aman.
ADVERTISEMENT
PLN mengerahkan 4.085 petugas yang siaga. Para petugas siaga tersebut dilengkapi dengan 96 unit genset, 46 unit Uninteruptible Power Supply (UPS), 144 Unit Gardu Bergerak (UGB), 14 unit kendaraan SL (Sentuh Langsung) PDKB, dan 316 unit mobil operasional.
"PLN telah menyiagakan 79 Posko yang akan mengawal 322 titik lokasi vital dalam perayaan Idul Adha 1445H meliputi tempat ibadah, kantor instansi pemerintah, pusat transportasi hingga tempat wisata. Dengan ini harapannya supaya masyarakat dapat melaksanakan ibadah dengan tenang." jelas Soffin.