News
·
27 Juli 2021 9:00
·
waktu baca 2 menit

Potensi Gelombang Tinggi, Nelayan Pantai Selatan Gunungkidul Diminta Tak Melaut

Konten ini diproduksi oleh Tugu Jogja
Potensi Gelombang Tinggi, Nelayan Pantai Selatan Gunungkidul Diminta Tak Melaut (382375)
searchPerbesar
Ilustrasi nelayan di pantai selatan Gunungkidul. Foto: Erfanto/Tugu Jogja
Nelayan di Pantai Selatan Gunungkidul bersiap untuk menghadapi gelombang tinggi dalam beberapa hari ke depan. Mereka dihimbau untuk tidak memaksakan diri melaut menyusul adanya prediksi akan terjadinya gelombang tinggi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
ADVERTISEMENT
BMKG sendiri telah mengeluarkan peringatan dini berkaitan akan terjadinya gelombang tinggi di beberapa pesisir selatan Jawa, termasuk Gunungkidul.
Pemberitahuan tersebut memuat tentang adanya peluang terjadi gelombang setinggi 4-6 meter di pesisir selatan Jawa. BMKG menuliskan agar beberapa pihak memperhatikan peluang resiko tinggi khususnya pada nelayan.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah 1 Sadeng, Sunu Handoko Bayu Segara mengatakan, beberapa hari terakhir ini pihaknya melakukan persiapam antisipasi dari dampak yang akan ditimbulkan akibat potensi gelombang tinggi di Pantai Selatan Gunungkidul. Seluruh nelayan dan warga si pesisir telah mendapatkan peringatan dari SAR.
"Kami menghimbau kepada para nelayan agar mengurangi aktivitas di laut selama periode waktu gelombang tinggi,"ujar dia, Selasa (27/7/2021).
Sementara nelayan masih beraktifitas menarik jaring yang sudah dipasang kemarin. Namun pihaknya menghimbau mulai hari ini tanggal 27 Juli agar tidak memaksakan aktivitas di laut hinggga tanggal 2 Agustus, baik nelayan perahu maupun pemancing di pinggir serta warga di sepanjang pesisir selatan Gunungkidul
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, Sunu mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi intens dengan BPBD jika sewaktu-waktu gelombang tinggi mengakibatkan dampak yang tak diinginkan.
Biasanya dampak yang ditimbulkan khususnya pada dermaga itu perahu-perahu saling berbenturan, dan yang bahaya lagi ketika ada perahu trol atau sekoci yang mau masuk sandar ke dermaga. Pintu masuknya berbahaya ketika gelombang tinggi.
“Yang pasti kami selalu aktif memperingatkan nelayan maupun pemancing pinggiran warga setempat ataupun pemancing pengunjung,"tambah dia.
Namun ia merasa beruntung karena selama masa PPKM Darurat pemancing dari luar daerah tidak ada yang datang. Sehingga ia tidak perlu bekerja keras melakukan sosialisasi potensi gelombang tinggi tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edy Basuki mengaku telah mendapatkan informasi tersebut. Pihaknya kini telah berkoordinasi dengan petugas-petugas SAR Linmas di pesisir selatan Gunungkidul untuk mengambil langkah antisipasi.
ADVERTISEMENT
“Info tersebut sudah kami sampaikan dan berkoordinasi dengan Sar Linmas tentang adanya peluang gelombang tinggi di pesisir Gunungkidul,” jelas Edy.