kumparan
KONTEN PUBLISHER
1 Juni 2018 15:34

Ribuan Massa Deklarasikan 'Yogya Benteng Pancasila' di Mandala Krida

Ribuan massa hadir di area parkir barat Stadion Mandala Krida, Jumat (1/6) sore. Massa terdiri dari berbagai organisasi massa seperti Gemayomi, Tentara langit, Banser, dan beberapa organisasi lainnya. Acara memperingati hari lahir Pancasila ini bertema "Yogya Benteng Pancasila".
ADVERTISEMENT
Koordinator Lapangan Doa Kebangsaan Hari Lahir Pancasila, Imam Priyono, mengatakan kegiatan ini menandaskan jika Indonesia ideologi Pancasila. Pancasila kalau diperas menjadi satu adalah Gotong Royong. Ia mengajak kepada semua masyarakat dimulai dari Yogyakarta untuk menjaga dan menjadi benteng Pancasila.
"Mengapa dari Yogyakarta, karena Yogyakarta itu Indonesia kecil," tuturnya di sela acara, Jumat (1/6).
Pihaknya sengaja menggagas deklarasi "Yogya Benteng Pancasila" karena memang ingin mengajak masyarakat Yogyakarta serta Indonesia secara umum untuk bergotong royong menjaga Pancasila. Yogyakarta menjadi tolok ukur untuk menjaga keutuhan Pancasila.
Sejarahnya tahun 1945 berdirilah Universitas Gadjah Mada. Banyak orang Indonesia baik dari Indonesia Timur, Indonesia tengah, dan berbagai daerah datang ke Yogyakarta untuk menuntut ilmu. Mereka tinggal di Yogyakarta sehingga budaya masyarakat Indonesia bisa menyatu dengan budaya Yogyakarta.
ADVERTISEMENT
"Menjadikan mereka mampu menyatukan budaya nusantara di Yogyakarta. Inilah yang akan kita ambil lagi, Yogya Benteng Pancasila," tambahnya.
Ia mengakui jika mereka terpaksa memindahkan acara dari Titik Nol Kilometer ke Mandala Krida setelah tidak mendapat izin dari Polda DIY. Sebab, pihaknya menyadari jika Yogyakarta sebagai kota Pariwisata dan Titik Nol sebagai salah satu tolok ukur ketertiban. Selain itu, mereka menyadari jika diadakan di Titik Nol, maka dengan hadirnya ribuan massa beserta kendaraannya akan mengganggu arus lalu lintas.
Acara ini diisi dengan pembacaan Teks Proklamasi dan juga deklarasi Yogya Benteng Pancasila. Acara ini dihadiri sejumlah tokoh partai politik yang berlandaskan pancasila. Usai acara, para peserta aksi membagi-bagikan takjil di beberapa titik. (erl)
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan