News
·
26 Juli 2021 11:58
·
waktu baca 2 menit

Sandiaga Uno Salurkan Beasiswa Rp 25 Juta untuk Yatim Piatu Terdampak Pandemi

Konten ini diproduksi oleh Tugu Jogja
Sandiaga Uno Salurkan Beasiswa Rp 25 Juta untuk Yatim Piatu Terdampak Pandemi (851139)
searchPerbesar
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno berikan bantuan beasiswa Rp 25 juta pada 3 kakak beradik di Madiun, Jawa Timur yang orang tuanya meninggal karena COVID-19. Foto: istimewa
Kasus meninggal akibat COVID-19 di Indonesia menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Beberapa anak bahkan menjadi yatim piatu karena orang tuanya meninggal akibat COVID-19. Hal ini dialami oleh Yudha Saputra Wicaksana (24 tahun), Wahyu Khrysna Hermansyah (19 tahun), dan Wasyaveera Keysyha Saputri (12 tahun), di Madiun, Jawa Timur. Ketiga kakak beradik tersebut harus melanjutkan pendidikan tanpa orang tua di sisi mereka.
ADVERTISEMENT
Angin segar datang untuk ketiga kakak beradik ini. Bantuan beasiswa senilai Rp 25 juta diberikan oleh Sandiaga Uno lewat The Sandi Uno Merchandise bekerja sama dengan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Preneur agar ketiganya bisa melanjutkan pendidikan.
"Kita doakan Mas Yudha, Mas Kryshna, dan Mba Keysyha tetap semangat menyelesaikan sekolahnya. Mungkin kita tidak bisa membantu banyak, jangan dilihat dari jumlahnya tapi dari niat kami untuk meringankan beban adik-adik dalam menyelesaikan tugas belajar," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, dalam keterangan yang diterima, Senin (26/7/2021).
Sandiaga Uno Salurkan Beasiswa Rp 25 Juta untuk Yatim Piatu Terdampak Pandemi (851140)
searchPerbesar
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno. Foto: istimewa.
Pemerintah saat ini berupaya semaksimal mungkin untuk memulihkan berbagai aspek kehidupan yang terdampak pandemi corona. Mulai dari kesehatan, ekonomi, hingga pendidikan.
Sandiaga Uno sebelumnya juga telah meluncurkan program bantuan beasiswa untuk anak PKL yang terdampak PPKM Level 4. Bantuan tersebut diberikan per bulan dengan besaran yang berbeda tiap jenjang pendidikan.
ADVERTISEMENT
"Harapan kami beasiswa yang akan disampaikan ini bisa memberikan motivasi dan memberikan satu optimisme bahwa Insya Allah bapak dan ibu sangat disayang Allah SWT dan sudah berada di tempat yang lebih baik," ujarnya.
Yudha, penerima beasiswa, menceritakan bagaimana COVID-19 merenggut orang tua mereka. Awalnya, sang ibu yang terkonfirmasi positif COVID-19 di awal Juli 2021. Tak lama kemudian, gejala COVID-19 dirasakan oleh keluarga yang lain.
"Dan, tanggal 4 (Juli) ibu saya meninggal dan seminggu setelahnya disusul oleh bapak," kata Yudha.
Saat pemakaman kedua orang tuanya pun, Yudha dan kedua adiknya tak bisa hadir karena harus isolasi mandiri di rumah. Ia pun tak menyangka kedua orang tuanya meninggal dalam waktu yang berdekatan.
ADVERTISEMENT
"Hanya bisa lihat dari rumah saat dimakamkan. Rasanya tentu sangat sulit, tidak enak, kehilangan orang tua di usia yang masih sangat belia ini," kata Yudha.
Ia pun menyampaikan pesan agar masyarakat di luar sana untuk benar-benar patuh terhadap Protokol Kesehatan (Prokes), dan mengikuti vaksinasi agar dapat terhindar dari COVID-19.
"Kehilangan orang yang dicintai itu tidak enak, sangat sakit," kata Yudha.