News
·
14 Januari 2021 19:24

Sempat Melarikan Diri ke Jakarta, Pencuri Kayu Asal Gunungkidul Diamankan

Konten ini diproduksi oleh Tugu Jogja
Sempat Melarikan Diri ke Jakarta, Pencuri Kayu Asal Gunungkidul Diamankan (228117)
Ilustrasi kayu. Foto: Erfanto/Tugu Jogja.
Bakin (56) warga Ketangi (03/03), Banyusoca, Playen, Gunungkidul kini harus meringkuk di ruang tahanan Mapolsek Playen. Lelaki ini diamankan polisi karena telah menebang pohon jati milik Dinas Kehutanan Gunungkidul tanpa izin.
ADVERTISEMENT
Polisi cukup lama meringkus lelaki yang berprofesi sebagai pedagang hewan atau belantik tersebut. Pasalnya usai melakukan pencurian yang bersangkutan langsung melarikan diri ke Jakarta.
Kanit Reskrim Polsek Playen, Iptu Larso mengatakan aksi pencurian tersebut sebenarnya terjadi pada bulan Juli tahun 2020 yang lalu. Dimana pada bulan tersebut pihaknya mendapat laporan adanya temuan sisa-sisa akar pohon (tunggak).
"Di dalam hutan sana ditemukan 3 tunggak bekas pohon yang ditebang belum lama,"paparnya.
Usai mendapat laporan perihal penemuan tiga tunggal tersebut pihaknya langsung berusaha melakukan penyelidikan. Polisi pun langsung melakukan penyisiran di sekitar hutan jati milik pemerintah tersebut.
Saat melintas di rumah Bakin yang letaknya hanya sekitar 100 meter dari hutan jati milik pemerintah tersebut polisi mendapati 6 batang pohon jati yang baru saja ditebang. Namun saat itu yang bersangkutan tidak berada di rumahnya.
ADVERTISEMENT
"Kami telah mengamankan enam glondong kayu jati sebagai barang bukti di rumah pelaku,"ujar Iptu Larso, Kamis (24/01/2021).
Sempat Melarikan Diri ke Jakarta, Pencuri Kayu Asal Gunungkidul Diamankan (228118)
Informasi selengkapnya klik di sini.
Enam potong kayu tersebut kemudian dicocokan dengan pihak Polisi Hutan. Kayu tersebut dipastikan sama dengan tiga tunggak baru yang dipotong. Polisi pun menyimpulkan jika aksi pencurian kayu tersebut dilakukan oleh Bakin.
Aksi pencurian tersebut dilakukan pada Jumat (24/07/2021) lalu di petak 89 RPH Kepek BDH Playen. Usai melancarkan aksinya Bakin lantas melarikan diri ke Jakarta, polisi belum meringkusnya karena kendala jarak.
Namun hari Rabu (13/01/2021) kemarin pihaknya mendapatkan informasi bahwasannya Bakin terlihat ada di Pasar Hewam Siyono Playen. Tak ingin buruannya lepas polisi akhirnya meringkus Bakin di pasar tersebut
"Pelaku terlihat kembali melakukan aktivitas jual beli hewan ternak," tambahnya.
ADVERTISEMENT
Larso mengungkapkan jika yang bersangkutan sehari-hari berprofesi sebagai blantik sapi. Kini Bakin diamankan di Mapolsek Playen. Ia dijerat pasal 12 huruf b Juncto pasal 82 ayat (1) UU Nomor 18 tahun 2016 Tentang Penceggahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan (P3H).
"Adapun ancaman hukuman sendiri paling singkat satu tahun, paling lama lima tahun dengan denda Rp. 500juta," kata dia.