kumparan
KONTEN PUBLISHER
16 Oktober 2019 17:41

Tak Ada Suporter Solo, Laga PSIM vs Persis Sediakan 17.500 Tiket

IMG_20191015_191532.jpg
Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan PSIM Yogyakarta akan menyediakan kuota tiket sebanyak 17.500 lembar saat PSIM menjamu Persis Solo dalam lanjutan Liga 2 2019 di Stadion Mandala Krida, Senin (21/10/2019) mendatang.
ADVERTISEMENT
Namun, dari belasan ribu tiket yang dijual dengan harga mulai Rp 35- 100 ribu itu, tak satu tiket pun dialokasikan untuk pendukung Persis Solo.
Hal ini menyusul keputusan manajemen PSIM tak memberi kuota bagi fans Solo dengan alasan menjaga keamanan dan kondusivitas laga berjuluk Derby Mataram yang sarat gengsi itu.
Sebagaimana diketahui, sering kali terjadi, pertemuan antar dua musuh bebuyutan ini tak hanya sengit di lapangan hijau tapi juga berimbas di luar lapangan. Khususnya dari masing masing suporter yang terlibat perang di media sosial sampai benar-benar konflik di jalanan.
"Kuota tiket yang kami sediakan 17.500 lembar. Mulai dijual Kamis (17/10) dan targetnya selesai Sabtu (19/10) penjualannya," ujar Ketua Panpel PSIM, Wendy Umar 16 Oktober 2019.
ADVERTISEMENT
Pihak Panpel PSIM pun juga menegaskan tak akan menjual tiket secara online. Penjualan tiket hanya dilayani secara offline melalui dua wadah suporter resmi PSIM yakni Brajamusti dan The Maident.
"Kami tidak jual secara online, hanya maksimalkan melalui dua wadah suporter yakni Brajamusti dan The Maident," ujar Wendy.
Wendy berharap pada hari H pertandingan tidak ada lagi penjualan tiket. Sehingga situasi untuk laga benar benar kondusif.
Wendy mengatakan untuk menjamin keamanan suporter yang datang menyaksikan laga itu juga tim tamu, pihaknya dengan kepolisian Yogyakarta sepakat menambah kekuatan personil keamanan. Dari biasanya dikerahkan 800 menjadi 1000 personil.
"Di tiap tribun penonton kami juga sudah koordinasi dengan pihak TNI. Saat suporter PSIM datang dan pulang juga mendapat pengawalan," ujarnya.
ADVERTISEMENT
"Jaminan keamanan tim tamu juga sepenuhnya tangguh jawab kami. Mulai dari penjemputan tim, official training, saat laga dan usai laga sudah kami siapkan," Wendy menambahkan.
Wendy berharap Derby Mataram yang menjadi laga pamungkas masing masing klub ini berjalan kondusif. Ia meminta tak perlu lagi ada perang urat syaraf pendukung di media sosial maupun lokasi manapun.
"Kami meminta suporter tak terpancing provokasi, tetap menjaga sikap sebagai tuan rumah, dan semoga klub tak terkena denda apapun (dari Komisi Disiplin PSSI)," ujarnya.
(atx)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan