kumparan
1 Jun 2018 11:13 WIB

Terjadi Kebakaran Vegetasi di Puncak Merapi

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi Dan Sumber Daya Manusia (ESDM), Rudy Suhendar, menyebutkan letusan yang terjadi pukul 08.20 WIB, Jumat (1/6), telah mengakibatkan terjadinya kebakaran vegetasi di kawasan puncak Merapi. Kemungkinan terjadinya kebakaran tersebut terpantau dari Pos Jlangkrah dan Babadan.
ADVERTISEMENT
Rudi mengatakan, tadi pagi pukul 08.20 WIB telah terjadi lagi letusan selama 2 menit, dengan tinggi kolom 6.000 meter dan amplitudo 77 mm. Letusan ini kembali terjadi setelah kejadian terakhir tanggal 24 Mei pukul 10.48 WIB. Sehingga ada rentan waktu tujuh hari, dari letusan terakhir tersebut setelah terjadi letusan pertama kali tanggal 11 Mei 2018 lalu.
"Dari letusan tersebut mengarah ke barat laut dan teramati pos pengamatan di Jrakah, sampai di atas sangat ketergantungan arah angin. Versi terakhir ke arah barat daya," ujarnya di kantor BPPTKG Yogyakarta, Jumat (1/6).
Asap dari letusan Gunung Merapi (Foto: Dok. Istimewa)
Sekitar pukul 08.58 WIB, berdasarkan laporan dari Pos Jlangkrah yang berjarak 7 kilometer telah terjadi hujan abu. Menyusul pada pukul 09.02 WIB seputar Pos Selo juga sudah turun hujan abu. Dari Pos Jlakrah dan Babadan setelah letusan tampak muncul asap putih di hutan yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari puncak.
ADVERTISEMENT
Menurut Rudi, kemungkinan asap putih tersebut menunjukkan adanya vegetasi yang terbakar. Sampai saat ini, pihak BPPTKG masih melakukan penelitian mengenai asal api, apakah dari lontaran panasnya material atau bukan.
Kepala Seksi Gunung Merapi, Agus Budi Santosa mengatakan, kemungkinan kebakaran tersebut karena lontaran material panas dari Merapi bisa saja terjadi. Sebab, berdasarkan rekam jejak dari rentetan waktu dari letusan hingga terjadinya kepulan asap putih, sepertinya penyebab kebakaran tersebut adalah karena lontaran material panas Merapi.
"Tetapi wajar, karena berdasarkan letusan yang lalu, area Pasruban yang berjarak 1 km terbakar karena lontaran. Sekarang lontaran 1,5 kilometer sehingga dari kesesuaian waktu memang karena lontaran material (panas). Namun untuk memastikan perlu verifikasi di lapangan," ujarnya.(erl)
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·