Pencarian populer

Ujicoba Rekayasa Lalu Lintas Seputaran Malioboro Ditunda

Pemerintah DIY akhirnya menunda pelaksanaan ujicoba rekayasa lalu lintas di kawasan seputaran Malioboro menyusul rencana menjadikan Malioboro sebagai kawasan pedestrian murni. Di mana hanya tamu VIP dan bus trans Jogja yang diperkenankan melintas di kawasan tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan DIY, Sigit Sapta Raharja mengatakan,bberdasarkan rapat koordinasi yang mereka laksanakan hari Senin (19/11) ini, maka diputuskan untuk menunda pelaksanaan ujicoba rekayasa lalu lintas di kawasan seputaran Malioboro. Dalam menindaklanjuti rekayasa lalu lintas yang akan mereka laksanakan, pada prinsipnya untuk aparat perhubungan kota dan propinsi siap melaksanakan hal tersebut.

Hanya saja, mengingat kondisi yang perlu dipertimbangkan terkait dengan beberapa event di Yogyakarta, maka ujicoba yang awalnya akan dilaksanakan akhir November tersebut akan ditunda. Kemungkinan besar ujicoba tersebut baru akan mereka laksanakan di tahun depan di mana sudah tidak ada lagi event di Yogyakarta.

"Beberapa pertimbangan dan juga permintaan dari anggota DPRD Yogyakarta menjadikan kami memutuskan untuk menunda pelaksanaan ujicoba rekayasa lalu lintas tersebut,"tuturnya.

Sigit menyebutkan ada tiga hal yang menjadi pertimbangan mengapa ujicoba rekayasa lalu lintas di seputaran Malioboro ditunda. Salah satunya adalah perayaan sekaten, di mana setiap perayaan selalu membutuhkan rekayasa lalu lintas untuk menghindari kemacetan yangbterlalu parah di kawasan seputaran ALun-Alun Utara Yogyakarta.

Selain itu, penundaan ujicoba tersebut juga karena akan adanya operasi Natal dan Tahun Baru. Di mana biasanya setiap menjelang pergantian tahun Yogyakarta selalu diserbu oleh wisatawan baik lokal dan mancanegara. Malioboro menjadi salah satu sentra bertumpunya wisatawan yang ingin menikmati Yogyakarta.

Di samping itu, penundaan tersebut juga karena himbauan dari anggota Dewan Kota di mana mereka meminta agara sebelum dilaksanakan ujicoba rekayasa lalu lintas maka perlu ada sosialisasi yang masif kepada warga. Jangan sampai nanti ada gejolak di mana masyarakat yang tinggal di beberapa ruas jalan yang sebelumnya dua arah menjadi searah akan merasa dirugikan.

"Jadi sebelum ada ujicoba kami nanti akan bahu membahu melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat,"tambahnya.

Ia mengungkapkan, kemungkinan besar memang pelaksanaan ujicoba rekayasa lalu lintas di seputaran Malioboro baru dilaksanakan tahun depan. Untuk penutupan Malioboro, selama ini pertimbangannya memang hanya karena untuk mengurangi kepadatan lalu lintas. Seperti diketahui setiap musim liburan ataupun akhir pekan, Malioboro selalu padat.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Golkari Made mengungkapkan, pihaknya telah mengusulkan rekayasa lalu lintas berlawanan arah jarum jam. Di mana Malioboro berfungsi sebagai sentranya. Jalan Suryotomo dan jalan Mataram akan berubah menjadi jalan satu arah yaitu ke arah utara.

"Sirip-sirip jalan akan dijadikan dua arah. konsekuensinya tidak boleh digunakan sebagai kantong parkir,"terangnya. (erl/adn)

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.22