News
·
14 Januari 2021 20:18

Wakil Gubernur DIY Divaksin Corona Perdana

Konten ini diproduksi oleh Tugu Jogja
Wakil Gubernur DIY Divaksin Corona Perdana (75715)
Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam X, saat divaksin COVID-19 di Kepatihan, Kamis (14/1/2021). Foto: dok. Diskominfo DIY.
Sesuai dengan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat, pada Kamis (14/1/2021) sejumlah daerah melaksanakan vaksinasi secara simbolis, tak terkecuali di Yogyakarta. Pelaksanaan vaksinasi yang digelar oleh Pemerintah Daerah (Pemda) DIY pada hari ini melibatkan sejumlah tokoh.
ADVERTISEMENT
Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembayun Setyaning Astuti, mengatakan bahwa kini warga memiliki harapan baru setelah pandemi corona hampir setahun melanda. Harapan tersebut terwujud dalam bentuk vaksin COVID-19 yang kini mulai didistribusikan dan disuntikkan kepada warga.
Sama seperti yang dianjurkan pemerintah, akan ada 4 tahapan vaksinasi COVID-19 yang akan dilaksanakan. Seluruhnya akan diberikan secara bertahap.
"Vaksinasi di DIY dilaksanakan dalam 4 tahap. Tahap pertama dilaksanakan untuk tenaga kesehatan, tahap kedua petugas publik, tahap ketiga untuk masyarakat rentan, dan tahap 4 untuk pelaku ekonomi dan masyarakat," ungkapnya di Kepatihan pada Kamis (14/1/2021).
Perlu diketahui, Yogyakarta mendapatkan 2.605.179 dosis vaksin. Seluruh vaksin tersebut kini disimpan di gudang farmasi milik Dinas Kesehatan DIY.
ADVERTISEMENT
"Alur distribusi vaksin sesuai SOP dari gudang farmasi dinkes DIY. Ke instalasi farmasi dinkes kabupaten dan kota kemudian didistribusikan ke fasilitas setempat menggunakan rantai dingin," ujarnya.
Wakil Gubernur DIY Divaksin Corona Perdana (75716)
Petugas menunjukkan vaksin COVID-19 Sinovac di Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (14/1/2021). Foto: Len/Tugu Jogja.
Adapun pelaksanakan akan dilakukan oleh fasilitas pelayanan pemerintah dan swasta yang sudah terintegrasi dengane-care BPJS Kesehatan. Nantinya ada 367 tenaga vaksinator di DIY yang sementara ini melakukan vaksinasi. Namun, jumlah tersebut akan bertambah dengan target 1.300 vaksinator.
"Pelaksanaan dilaksanakan di kabupaten sleman dan kota yogyakarta pada hari ini juga. Kemudian pada awal Februari dilaksanakan di 3 kabupaten lain di DIY," ungkapnya.
Pelaksanaan vaksinasi perdana di DIY ini diikuti sejumlah pejabat. Salah satunya yang turut disuntik vaksin adalah Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X.
ADVERTISEMENT
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, tidak menerima vaksin corona. Perlu diketahui bahwa Sultan HB X tidak menerima vaksin corona. Pasalnya ada kriteria usia maksimal 59 tahun untuk penerima vaksin corona. Sedangkan usia Sultan HB X sendiri sudah lebih dari 59 tahun.
Total ada 15 orang yang mengikuti vaksinasi di Kepatihan Yogyakarta. Setelah vaksinasi usai, diungkapkan bahwa mereka semua dalam keadaan sehat.
Wakil Gubernur DIY Divaksin Corona Perdana (75717)
Informasi selengkapnya klik di sini.
"Alhamdulilah beliau sehat semua mudah-mudahan seperti itu. Akan diulang lagi 14 hari lagi. Kalau kemarin ada isu pegel sedikit, tidak ada di sini. 14 hari lagi kita upayakan bersama seperti ini kalau tidak bisa bersama kami akan pantau," ungkap Pembayun.
Wakil Gubernur DIY Divaksin Corona Perdana (75718)
Pejabat di Pemda DIY yang mendapatkan vaksin corona di Kepatihan, Kamis (14/1/2021). Foto: Len/Tugu Jogja
Edi Sukoco, salah satu petugas paramedis dari RSUP Dr Sardjito yang bertugas menyuntikkan vaksin kepada wakil gubernur mengatakan bahwa tidak ada halangan saat proses tersebut. Pasalnya pembekalan yang diikuti sudah cukup untuk melaksanakan proses vaksinasi.
ADVERTISEMENT
"Sudah terbiasa karena di kegiatan kita biasa, jadi ya cuma jaga kondisi saja, karena temen-teman sudah mengikuti pelatihan vaksin meski secara webinar tapi membantu sekali," ujarnya.
Dirinya mengaku tidak grogi sama sekali saat menyuntik pejabat di DIY tersebut. Malah, saat proses penyuntikan sempat bercanda agar yang disuntik merasa nyaman.
"Kebetulan saya sendiri paramedisnya. Jadi sudah terbiasa dengan beliau. Tidak ada grogi. Malah tadi bisa bercanda. Tidak tegang, jadi yang disuntik nyaman," ujarnya.
Setelah disuntik, Wakil Gubernur DIY harus diobservasi selama 30 menit. Hal tersebut guna memantau efek dari vaksin yang sudah disuntikkan.
Pembayun mengungkapkan alasan emngapa vaksinasi tahap pertama termin pertama dilaksanakan perdana di DIY kemudian Kota Jogja dan Kabupaten Sleman. Hal itu lantaran keduanya dekat dengan pusat provinsi.
ADVERTISEMENT
"Karena daerah ini adalah daerah yang dekat dengan ibu kota provinsi. Ada pilihan daerah atau kota atau kabupaten yang ada di dekat ibu kota. Diharapkan dari provinsi dengan kabupaten sekitarnya sudah terjadi herd imunity," ungkap Pembayun.
Tahap pertama, ungkapnya tidak hanya untuk tenaga medis tapi seluruh pendukung termasuk mereka yang berada di bagian administrasi yang ada di dalam satu fasilitas kesehatan.
Sementara itu pihak Kominfo sendiri juga melakukan sosialisasi terkait vaksinasi. Kepala Dinas Kominfo DIY Rony Primanto mengatakan bahwa sosialisasi intensif dilakukan untuk menanggulangi hoax yang beredar seputar vaksin.
Wakil Gubernur DIY Divaksin Corona Perdana (75719)
Kepala Dinas Kominfo DIY, Rony Primanto. Foto: dok. Diskominfo DIY.
"Instruksi mendagri kita diberi tugas menjadi PIC komunikasi publik terkait sosialisasi vaksin, disiminasi, juru bicara tetap dari dinas kesehatan. Kita mengatur apa yang harus dilakukan terkait sosialisasi," papar Rony.
ADVERTISEMENT
"Saat ini banyak yang meragukan keamanan vaksin ini. Kita sudah lihat kemarin presiden kita dan beberapa menteri sudah melakukan vaksin. Itu artinya vaksin yang kita gunakan sudah dinilai aman. Presiden pun sudah berani menggunakan," pungkasnya.
Pihaknya pun mengimbau agar masyarakat bisa mencari informasi faksin dari sumber terpercaya agar tidak ada kekhawatiran.