News
·
22 Februari 2021 16:04

157 Mahasiswa FIP Unikama Resmi Jadi Sarjana Pendidikan

Konten ini diproduksi oleh Tugu Malang
157 Mahasiswa FIP Unikama Resmi Jadi Sarjana Pendidikan (37142)
Yudisium FIP Unikama. Foto: Feni Yusnia
MALANG - Sebanyak 157 mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) melakukan yudisium secara daring, pada Senin (22/2/2021).
ADVERTISEMENT
Dari 157 mahasiswa diantaranya, 18 mahasiswa dari Prodi Bimbingan dan Konseling, 34 mahasiswa dari Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 37 mahasiswa dari Prodi Geografi, 30 mahasiswa dari Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, dan 38 dari Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usai Dini.
Mahasiswa terbaik dari Prodi Bimbingan dan Konseling ialah Mohammad Hasib dengan IPK 3,65; dari Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar adalah Emi Firdiyanti dengan IPK tertinggi baik ditingkat prodi maupun fakultas dengan IPK 3,95.
157 Mahasiswa FIP Unikama Resmi Jadi Sarjana Pendidikan (37143)
Dekan FIP Unikama. Foto: Feni Yusnia
Kemudian dari Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan ada Dewi Wulandari dengan IPK 3,91, Prodi Pendidikan Geografi ada Hendrika Stefani Dwiukap dengan IPK 3,80, dan dari Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini ada Suriati dengan raihan IPK 3,73.
ADVERTISEMENT
Menurut Dekan FIP Unikama, Dr Triwahyudianto SPd MPd, kendati digelar secara virtual, yudisium merupakan prosesi sakral yang mengantarkan para mahasiswa untuk secara resmi dapat mengunakan gelar kesarjanaan pendidikan (SPd).
Memberikan selamat dan apresiasi, dia berharap agar gelar kesarjanaan yang disandang, dapat menjadi bekal dalam menegakkan kebenaran dan kejujuran dengan mengedepankan keberagaman, toleransi sebagaimana jati diri Unikama sebagai Kampus Multikultural.
157 Mahasiswa FIP Unikama Resmi Jadi Sarjana Pendidikan (37144)
Yudisium FIP Unikama. Foto: Feni Yusnia
"Selamat dan sukses pada semuanya peserta yudisium yang telah menyelesaikan studinya dengan baik. Semoga ilmu yang didapatkan bermanfaat bagi diri sebagai bekal menatap masa depan dan menjawab tantangan ke depan," ujarnya.
Dia berpesan, sejatinya peran seorang guru atau pendidik saat ini berbeda dengan jaman dahulu. Dimana, peran serta guru saat ini telah bergeser kepada fungsi penanaman nilai-nilai etika, karakter, kebijaksanaan pengalaman, dan empati sosial.
ADVERTISEMENT
Artinya, terdapat revolusi peran guru yang semula sebagai sumber belajar tunggal, kini beralih dalam peran yang lebih konstruktif dengan bergeser menjadi seorang mentor atau pendampingan kebijaksanaan, menjadi fasilitator, motivator, dan inspirator.
"Kami berharap pertanggungjawaban semua sukses yang telah dimiliki hari ini. Sinergitaskan energi positif anda untuk menjadikan lingkungan lebih baik disetiap ruang dan waktu," tandasnya.(ads)