kumparan
13 April 2019 8:55

Arumi Bachsin: 8 Juta Anak Indonesia Tumbuh Tak Maksimal

WhatsApp Image 2019-04-12 at 13.43.35.jpeg
Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin saat berpidati di Bakorwil Jatim III Malang.
TUGUMALANG.ID - Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin benar-benar ingin menekan angka stunting yang ada di Provinsi Jawa Timur. Hal itulah yang disampaikan istri dari Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak pada sosialisasi pada kelompok kerja (pokja) PKK terkait bahaya sampah plastik dan stunting di Bakorwil III Malang Jumat (12/4/2019) .
ADVERTISEMENT
Ia menuturkan bahwa tingkat stunting merupakan aspek penilaian kemajuan suatu negara. Bahkan, ia menyebut bahwa masih banyak anak-anak di Indonesia yang masih tidak berkembang maksimal akibat stunting. "Di Indonesia itu saat ini sekitar 8 juta anak Indonesia tumbuh tak maksimal," terang Arumi dalam paparannya itu.
Oleh karena itu, ia berharap menekan stunting yang terdapat di Jawa Timur dengan terus menerus melakukan sosialisasi pemenuhan gizi anak sejak masa kehamilan pada struktur masyarakat terkecil yang langsung bersentuhan dengan rakyat perempuan, yakni ibu-ibu PKK.
"Jadi seribu hari pertama kehidupan. Golden age. Dari satu titik hingga lahir itulah pertumbuhan paling cepat. Jadi kurangnya gizi saat-saat itu akan menyebabkan stunting," bebernya. Ia berharap bahwa sejak janin pihaknya berharap bahwa ibu-ibu bisa maksimal memenubi kebutuhan gizi bagi sang bayi. Sejak masa kandungan, hingga dua tahun setelah lahir.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, sosialisasi pemenuhan gizi itu tidak terbatas pada masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah. Sebab, dalam temuannya juga tak jarang stunting terjadi pada masyarakat ekonomi mapan.
"Ternyata juga ditemukan menengah atas. Jadi masalah sebenarnya adalah pada pola asuhnya. Mungkin karena banyak yang ga mau repot. Makanan serba instan. Misalnya nugget, mie, sosis," bebernya. Padahal, menurutnya anak memerlukan gizi yang cukup untuk proses pertumbuhan.
Ia menjelaskan bahwa stunting sebenarnya bisa dicegah salah satunya adalah dengan pemenuhan ASI. "Jadi ASI eksklusif itu harus tidak boleh putus," tegasnya.
Tak hanya itu, dirinya juga menjelaskan bahaya sampah plastik yang mana rumah tangga adalah penyumbang sampah terbesar.
"Soalnya ya kita-kita ini yang tahu tentang dapur. Jadi, mari kita kurangi karena 60 persen sampah di muka bumi ini berasal dari sampah rumah tangga," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Oleh karena itu ia berharap masyarakat bisa mengawal sejak awal hingga akhir. Sebab jika hal itu sampai menjadi limbah mikroplastik, maka hal itu akan lebih berbahaya.
"Seperti butiran garam itu. Kecil sekali. Lalu butiran itu dimakan ikan. Kita di sini makan ikan, jadi plastik berpotensi masuk ke tubuh kita," katanya.
Untuk diketahui, Bakorwil III Malang meliputi sembilan wilayah meliputi kawasan Malang Raya, Kabupaten dan Kota Blitar, Kabupaten dan Kota Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo dan Kota Surabaya.
Reporter: Gigih Mazda
Editor : Irham Thoriq
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan