Pencarian populer

Cerita Aqua Dwipayana Melakukan Resolusi Konflik dengan Silaturahim

Motivator Nasional Aqua Dwipayana (kanan) saat menjadi narasumber dalam acara silaturahmi dan dialog tentang kebencanaan di Hotel Savana, Kota Malang, senin malam (29/4).(foto dokumen panitia).
TUGUMALANG.ID-Dalam acara silaturahim dan dialog tentang kebencanaan di Hotel Savana, Kota Malang, senin malam (29/4), Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jendral Doni Manardo memperkenalkan satu persatu pejabatnya.
ADVERTISEMENT
Di sela-sela memperkenalkan pejabatnya, Doni berdialog dengan sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang dulunya adalah warga Timur Leste. Ketika Timur Leste lepas dari Indonesia, mereka memilih menjadi WNI dan menetap di Malang Raya.”Kami memilih Indonesia, karena orang tua kami mencintai Indonesia,” kata Joshe Emanuel Bello, salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Timur Leste.
Setelah itu, Doni lalu memperkenalkan sejumlah pejabat lain. Selain pejabat, yang diperkenalkan Doni ada dari kalangan profesional. Dia adalah motivator nasional Aqua Dwipayana.”Beliau ini adalah pakar komunikasi yang tidak hanya teori, tapi langsung praktek,” kata Doni.
Dia lantas menyebutkan kiprah Aqua Dwipayana dalam membantu Doni dalam melakukan resolusi konflik di Ambon pada 2016 lalu. Ketika itu, Doni adalah Pangdam XVI/Pattimura.”Beliau (Aqua Dwipayana,red) yang ikut membantu dengan tidur di rumah-rumah warga, jadi tidak perlu MoU (Memorandum of Understanding) untuk berdamai, tapi cukup datang ke rumah-rumah,” imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, usai acara, Aqua Dwipayana bercerita tentang upayanya dalam melakukan resolusi konflik di Ambon.”Sekitar satu minggu saya di sana membantu melakukan resolusi konflik, kita berangkat subuh sampai larut malam, untuk mendatangi rumah-rumah warga,” kata doktor komunikasi dari Universitas Padjajaran ini.
Menurut dia, salah satu hal yang vital dalam menyelesaikan konflik adalah soal komunikasi dan silaturahim.”Kita ajak bicara dari hati ke hati, akhirnya mereka mau berdamai,” imbuhnya.
Dia lantas menyebut dua desa yang berkonflik yakni Desa Morela dan Desa Mamala. Dua desa ini konflik bukan karena alasan Agama.”Dua desa ini penduduknya sama-sama muslim, tapi ternyata konflik karena minuman keras,” jelas pria dua orang anak ini.
Karena inilah, Aqua mengajak warga di dua desa ini untuk berbicara dari hati ke hati.”Saya sentuh hatinya, dan saya bilang masak antar umat Islam berkonflik, kan malu, dari situlah mereka mulai sadar,” pungkasnya.
Peserta Umrah Gratis The Power of Silaturahim saat malam silaturahmi. Foto: Dok. Aqua Dwipayana.
Selama ini, Aqua Dwipayana memang dikenal sebagai ahli komunikasi dan pengamal silaturahmi. Hampir tiap hari, Aqua berpindah dari satu daerah ke daerah lain untuk bersilaturahmi. Buku karyanya yakni The Power Silaturahim berhasil menjadi buku best seller.
ADVERTISEMENT
Dari royalti buku itu, dan dari kegiatannya menjadi motivator nasional, Aqua sudah mengumrahkan sekitar 124 orang. Yakni, 50 orang tahun ini, 39 orang tahun 2018, dan 35 orang tahun 2017.
Reporter: Irham Thoriq
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.85