News
·
19 Desember 2020 15:08

Dalam 5 Hari, Kasus Corona di Kota Malang Meledak

Konten ini diproduksi oleh Tugu Malang

Tembus 443 Kasus Baru

Dalam 5 Hari, Kasus Corona di Kota Malang Meledak (110741)
Sutiaji. Foto: dok
MALANG - Usai pecah rekor, dimana dalam sehari pada Minggu (13/12/2020) ditemukan 124 orang positif COVID-19 sekaligus, lonjakan kasus virus corona di Kota Malang tak berhenti disana. Pada 5 hari berikutnya, angka kasusnya semakin meledak. Mencapai 443 kasus baru.
ADVERTISEMENT
Pekan sebelumnya, pertambahan angka kasusnya normal-normal saja. Namun, dalam sepekan terakhir, penambahnnya cukup tinggi melebihi angka kesembuhannya.
Data milik Satgas COVID-19 Kota Malang menunjukkan sejak 14 Desember saja, diketahui sudah ada 97 kasus baru.
Kemudian pada 15 Desember ada 89 orang dan pada 16 Desember ada 91 orang. Lalu, pada 17 Desember ada 85 orang dan terakhir pada 18 Desember kembali dikonfirmasi ada 81 pasien baru terpapar virus asal Wuhan, China ini.
Jika diakumulasikan sejak pandemi merebak, total sudah ada 3.091 kasus di Kota Malang. Rinciannya, sebanyak 2.529 diantaranya sembuh, 273 dalam pantauan dan 289 diantaranya meninggal dunia. Sementara untuk total pasien suspek mencapai 4.060 orang.
Hal ini pun menjadikan kota pendidikan ini kembali terjerembab ke zona merah. Seiring dengan itu, RS Darurat Lapangan kini sudah dioperasikan di Politeknik Kesehatan Malang.
ADVERTISEMENT
Wali Kota Malang, Sutiaji, menyebutkan ada empat klaster yang menjadi penyumbang terbanyak pasien COVID-19 di Kota Malang.
Pertama, klaster perkantoran dimana tingkat interaksi dengan publik secara acak terjadi sangat intens. Lalu, ada sektor pendidikan atau perguruan tinggi, rumah sakit, dan sisanya terjadi dari pergerakan transmisi lokal.
"Susah sekali untuk dilacak. Apalagi untuk perkantoran kan sering bersentuhan dengan publik. Makanya saya sering bilang tetap waspada,'' ujar dia, belum lama ini.
Hal ini juga bukan merupakan akhir. Karena tidak menutup kemungkinan pada akhir tahun nanti, angka kasus masih akan melonjak karena pergerakan wisatawan masuk di Kota Malang diprediksi tinggi.
“Makanya, kita sekali lagi harus tetap waspada. COVID-19 semakin mengganas. Tolong hati-hati. Protokol kesehatan, harus disiplin diterapkan," imbaunya.
ADVERTISEMENT
Sutiaji juga langsung mengeluarkan surat edaran Nomor 30 Tahun 2020 yang melarang pelaksanaan wisuda secara tatap muka. Selain itu, dia juga akan kembali mengintensifkan koordinasi dengan jajaran bawah dilingkup RT/RW.
"Menurut saya, semua karena kelengahan kita dalam menerapkan disiplin protokol kesehatan. Nanti saya akan bikin webinar dengan seluruh RW di Kota Malang untuk kembali mengoptimalkan Kampung Tangguh. Operasi yustisi juga akan kita galakkan lagi,'' tegasnya.