News
·
7 Juli 2021 16:51
·
waktu baca 2 menit

Dikti Dorong Dosen Ciptakan Mahasiswa Enterpreneur dalam Ekosistem Kedaireka

Konten ini diproduksi oleh Tugu Malang
Dikti Dorong Dosen Ciptakan Mahasiswa Enterpreneur dalam Ekosistem Kedaireka (165873)
searchPerbesar
Webinar CEO Mentorship Kedaireka. dok/screenshoot
MALANG - Dunia digital saat ini sudah sangat berkembang dan menciptakan banyak start up dari para enterpreuner muda di Indonesia.
ADVERTISEMENT
"Saat ini kita lihat sudah banyak terlahir digital startup, tapi kita ingin start up ini lebih dari hanya perdagangan online digital atau hanya sekedar usaha mandiri. Tapi kita ingin lahir start up atau enterpreneur yang berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi dari kampus," terang Ditjen Dikti, Prof Ir Nizam MSc DIC PhD, dalam acara Webinar CEO Mentorship Batch II pada Senin (05/07/2021).
Menurutnya, dalam pengembangan start up ini diharapkan bisa melahirkan seorang sociopreneur.
"Syukur-syukur bisa melahirkan sociopreneur yang tidak hanya bagi dirinya sendiri, tapi juga menggerakkan perekonomian dan berdampak pada masyarakat luas. Entah itu mengatasi kekurangan gizi, stunting, hingga kemiskinan," tuturnya.
Oleh karena itu, Dikti memperkenalkan aplikasi Kedaireka yang bisa menjadi penyambung antara hulu dan hilir.
ADVERTISEMENT
"Sekarang melalui aplikasi kedaireka kita berusaha melakukan link baik dari pengusaha dengan kementerian maupun lintas wilayah maupun lintas daerah. Di Kedaireka juga bergabung mitra-mitra dari Australia, Jepang, dan berbagai negara lain di Eropa sampai Amerika," ucapnya.
"Kedaireka sebenarnya dirancang sebagai ekosistem untuk mempertemukan hulu dan hilir. Inovasi itu memiliki nilai tambah jika itu memberikan manfaat bagi pengguna atau dunia hilirnya," sambungnya.
Nizam juga mengharapkan para dosen yang menjadi peserta Webinar bisa menjadi enterpreneur, tapi tidak harus dosen itu menjadi pengusaha.
"Artinya di jiwa kita mendidik dan mengantar anak-anak kita menjadi enterpreneur hebat, selain itu menjadi inovator yang memiliki impact luar biasa di masyarakat, dan menjadikan kampus kita menjadi mata air dalam pembangunan bangsa," paparnya.
ADVERTISEMENT
"Jadi bisa menghubungkan dalam Hexaheliks antar akademisi, dunia bisnis atau Industri, komunitas masyarakat, dunia financing dan dunia perbankan hingga investor, kemudian government atau pemerintah pusat maupun daerah, terlahir juga sinergi dengan media massa," imbuhnya.
Terakhir, ia mengatakan meskipun kini perekonomian masih diterpa krisis akibat Pandemi COVID-19. Tapi ia mengingatkan agar optimistis dan tidak patah arah.
"Webinar kali ini kita berupaya agar bisa mencipta suasana enterpreneurship di lingkungan perguruan tinggi. Meskipun kita sedang stress menghadapi Pandemi COVID-19 ini, tapi kita harus tetap optimis, tidak patah semangat dan terus berusaha untuk segera bangkit," pungkasnya.