News
·
28 Agustus 2020 10:43

FEB UNISMA Bahas Trading in Influnce Dalam Pendidikan Anti Korupsi

Konten ini diproduksi oleh Tugu Malang
FEB UNISMA Bahas Trading in Influnce Dalam Pendidikan Anti Korupsi (586938)
searchPerbesar
FEB Unisma. Foto: dok
MALANG - Korupsi yang terjadi di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan dan berdampak buruk pada sendi-sendi kehidupan.
ADVERTISEMENT
Korupsi telah menghancurkan sistem perekonomian, sistem demokrasi, sistem politik, sistem hukum, sistem pemerintahan, dan tatanan sosial kemasyarakatan di negeri ini.
Di lain pihak, upaya pemberantasan korupsi yang telah dilakukan selama ini, belum menunjukkan hasil yang optimal.
FEB UNISMA Bahas Trading in Influnce Dalam Pendidikan Anti Korupsi (586939)
searchPerbesar
FEB Unisma. Foto: dok
Korupsi dalam berbagai tingkatan tetap saja banyak terjadi seolah-olah telah menjadi bagian dari kehidupan kita yang bahkan sudah dianggap sebagai hal yang biasa.
Kejadian ini makin mempertegas anggapan bahwa korupsi sudah membudaya dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Atas dasar inilah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma) menggelar Webinar Nasional Pendidikan Anti Korupsi, pada Senin (24/8/2020).
FEB UNISMA Bahas Trading in Influnce Dalam Pendidikan Anti Korupsi (586940)
searchPerbesar
FEB Unisma. Foto: dok
Webinar ini menghadirkan Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), Dr Ali Masykur Musa MSi sebagai pembicara. Diikuti lebih dari 800 peserta.
ADVERTISEMENT
Dekan FEB Unisma, Nur Diana SE MSI, dalam sambutannya mengatakan bahwa korupsi dipandang sebagai kejahatan luar biasa (extra ordinary crime). Oleh karena itu, memerlukan upaya luar biasa pula untuk memberantasnya.
Menurutnya, upaya pemberantasan korupsi memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Tidaklah berlebihan jika mahasiswa dapat terlibat aktif dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
FEB UNISMA Bahas Trading in Influnce Dalam Pendidikan Anti Korupsi (586941)
searchPerbesar
Nur Diana. Foto: dok
“Salah satu upaya FEB Unisma menghasilkan lulusan yang kompeten baik secara knowledge maupun skill. Namun perlu dibekali penguatan karakter yang kuat dalam menjunjung etika moral sesuai dengan ajaran Islam berlandaskan Aswaja Annahdliyah," ujar Diana.
"Sehingga hal ini sejalan dengan upaya pemerintah di 75 tahun kemerdekaan dalam menciptakan sumberdaya manusia unggul untuk Indonesia maju,” imbuhnya.
Dia melanjutkan, salah satu bentuk Character Building yang FEB Unisma lakukan saat ini adalah Pendidikan Anti Korupsi yang ditujukan kepada mahasiswa.
ADVERTISEMENT
Dia mengatakan, mahasiswa sebagai bagian dari stakeholders kampus, memiliki peran dan fungsi yang sangat besar dalam aspek moral, sosial, dan intelektual.
"Dalam aspek moral mahasiswa dianggap sudah dewasa dalam memilih kehidupannya sendiri. Gelar yang disandang ini memiliki arti bahwa dirinya sudah mampu berpikir untuk dapat menentukan masa depannya sendiri,” jelas Diana.
Sementara itu, Ali banyak mengulas praktik trading in influence dan hubungannya dnegan fraud dan korupsi. “Korupsi itu selalu diawali dengan fraud. Fraud dilakukan karena trading in Influence," jelas Komisaris Utama PT Pelni Persero ini.
Jadi, lanjutnya, jual beli pengaruh itulah sebagai awal munculnya orang melakukan tindakan fraud.
Dia menambahkan, trading in influence yang memunculkan fraud dalam konteks keuangan negara, akan memunculkan korupsi dan korupsi inilah yang dikatan sebagai extra ordinary crime.
ADVERTISEMENT
Ali menjelaskan, trading in influence merupakan bentuk Trilateral Relationship dalam korupsi.
Menurutnya, perdagangan pengaruh merupakan bentuk penggunaan posisi atau pengaruh politik atas nama seseorang. Kick back dari perdagangan pengaruh tersebut berbentuk uang atau bantuan.
“Pola dalam trading in influence bisa terjadi melalui pola vertikal. Pola vertikal melalui broker bahkan bisa juga terjadi melalui pola horizontal,” jelasnya.
Bahkan, Ali menyatakan bahwa praktik trading in influence ini bisa dikategorikan sebagai fraud yang merupakan awal mula terjadinya korupsi.(ads)