Bisnis
·
21 September 2020 16:50

Gandeng UKM, Dosen Polinema Kembangkan Batik Malangan

Konten ini diproduksi oleh Tugu Malang
Gandeng UKM, Dosen Polinema Kembangkan Batik Malangan (17968)
Batik malangan. Foto: dok
MALANG - Dosen Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggandeng pelaku UKM batik di Kota Malang untuk menjadi Batman Ribone.
ADVERTISEMENT
Batman Ribone merupakan akronim dari Batik Malangan Triple Bottomline, suatu Sistem Operating Prosedur (SOP) manajemen usaha UKM batik malangan yang menekankan pentingnya aspek people, planet dan profit dalam operasional UKM batik.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Polinema, Siti Amerieska, memprakarsai pengelolaan manajemen usaha batik malangan dengan memberikan pemahaman terkait dengan pentingnya Triple Bottomline (people, planet dan profit) dalam menjalankan usaha UKM batik.
“Pelaksanaan kegiatan PKM ini menggunakan pendekatan metode partisipatif yang menerangkan petunjuk penggunaan SOP Batman Ribone yang bisa disampaikan melalui penyuluhan agar mitra (UKM batik malangan) bisa meningkatkan tata kelola manajemen organisasi, motivasi kewirausahaan dan perencanaan, dan proposal bisnis,” kata Siti.
Menurutnya, pelatihan dilakukan setelah penentuan masalah yang membutuhkan tindak lanjut pelatihan dari hasil konsultasi terhadap semua aspek.
ADVERTISEMENT
Masih kata Siti, kegiatan dilakukan melalui beberapa tahap aktivitas usaha melalui metode problem solving agar mitra dapat memiliki peningkatan produksi topeng mandiri dan efisien yang menggunakan bahan dasar yang ramah lingkungan (pewarna alami).
“Selain pelatihan, tim PKM Polinema juga melaksanakan pendampingan agar mitra menerapkan hasil konsultasi dan pelatihan termasuk melakukan evaluasi dalam melaksanakan semua aspek aktifitas usaha," jelasnya.
"Sehingga mampu menentukan dan memutuskan strategi penanganan masalah yang dihadapi,” imbuhnya.
Dengan pelatihan dan pendampingan hingga evaluasi yang dilakukan, dia berharap UKM batik malangan akan mampu membangun kemitraan atau kerja sama dengan instansi, baik pemerintah ataupun swasta, untuk dapat menjadi investor, donatur, ataupun sponsor dengan pengembangan komunikasi sosial dan promosi.
Sementara itu, salah satu Ketua Kelompok Batik Malangan, Ali Widodo, menambahkan jika pada awalnya, manajemen usaha yang dia lakukan selama ini sebenarnya sudah mengacu pada triple bottomline. Hanya saja, pelaksanaannya tidak secara kontinue dilakukan. Seperti penggunaan pewarna alami dan proses pengelolaan limbah batik yang hanya memilah limbah yang berbahaya atau tidak.
ADVERTISEMENT
“Kami merasa terbantu dengan adanya Tim PKM Polinema ini karena dengan petunjuk SOP Batman Ribone di dalamnya, seperti cara mengelola limbah secara alami dan ekonomis,” pungkas Ali (ads)