Guru SMK Negeri 1 Turen Malang Torehkan Prestasi, Daur Ulang Limbah Kopi

Konten Media Partner
22 November 2022 11:12
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
ukma Hadi Anugerah saat menerima piagam penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam penutupan GCC Batch 3. Foto / dok SMKN 1 Turen
zoom-in-whitePerbesar
ukma Hadi Anugerah saat menerima piagam penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam penutupan GCC Batch 3. Foto / dok SMKN 1 Turen
ADVERTISEMENT
MALANG - Guru SMK Negeri 1 Turen Malang menorehkan prestasi. Yakni, meraih juara 3 GTK Creative Camp (GCC) 2022 dalam hal daur ulang jenjang SMK.
ADVERTISEMENT
Guru tersebut Sukma Hadi Anugerah, guru mata pelajaran IPAS SMKN 1 Turen dengan ide kreatifnya untuk mendaur ulang ampas kopi menjadi produk gantungan kunci yang diberi judul "Recyclop atau Recycle of Kopi".
Piagam penghargaan tersebut diserahkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam puncak ajang bergengsi yang diinisiasi Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur, pada Jum'at (18/11/2022).
"Alhamdulillah, mungkin ini yang disebut usaha tidak akan mengkhianati hasil. Proses (membuat) ini cukup panjang," ujar Sukma Hadi Anugerah.
Sukma Hadi Anugerah, guru SMKN 1 Turen saat expo. Foto / dok SMKN 1 Turen
zoom-in-whitePerbesar
Sukma Hadi Anugerah, guru SMKN 1 Turen saat expo. Foto / dok SMKN 1 Turen
Menurut Sukma Hadi Anugerah, awal mula ide ini muncul adalah pada saat masa pandemi, di mana ada penerapan kebijakan bekerja dari rumah dan proses belajar mengajar yang berlangsung secara daring.
"Karena ngajar ke sekolah itu jarang, maka saya manfaatkan (waktu) untuk membuat produk ini. Jadi sudah hampir satu tahun berjalan sampai akhirnya mendapat formula yang pas. Sehingga saya tentu senang dengan pencapaian ini," sambungnya.
ADVERTISEMENT
Dikatakan, Recyclop sendiri merupakan olahan limbah ampas kopi dicampurkan dengan beberapa bahan kimia seperti gelatin, gliserol dan alginat. Ketiganya lantas diproses menjadi lembaran composite yang lebih kuat dan disulap menjadi gantungan kunci.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Produk gantungan kunci hasil daur ulang Guru SMKN 1 Turen Sukma Hadi Anugerah. Foto / dok SMKN 1 Turen
zoom-in-whitePerbesar
Produk gantungan kunci hasil daur ulang Guru SMKN 1 Turen Sukma Hadi Anugerah. Foto / dok SMKN 1 Turen
Ampas kopi sendiri, didapatkan dari Bar 41 Tata Boga SMKN 1 Turen sebagai salah satu teaching factory yang berada di sekolah.
"Dari situ sehari paling tidak ada 450 gram ampas kopi. Kalau dijadikan satu bulan kan banyak sekali. Maka saya mencari jurnal penelitian untuk mengolahnya agar lebih bermanfaat seperti gantungan kunci untuk motor dan mobil," jelasnya.
Keunggulan produk ini, lanjut dia, selain terbuat dari bahan-bahan yang mudah diperoleh juga mengurangi dampak lingkungan sekitaran. "Dari yang saya pelajari, ampas kopi kalau terdegradasi oleh lingkungan akan menghasilkan gas metana yang merupakan penyumbang gas rumah kaca," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
"Jadi kalau kita lihat dari aspek lingkungan dengan mengolah ampas kopi tersebut, merupakan salah atu kontribusi kita agar ampas kopi tidak berubah menjadi gas metana yang semakin meningkatkan suhu global," terangnya.
Prosesnya pun terbilang mudah, setelah menjadi lembaran composite cukup dikeringkan dengan suhu ruang hingga dingin, lalu siap dijahit dan dipergunakan.
Sukma Hadi Anugerah saat mengolah produk. Foto / dok SMKN 1 Turen
zoom-in-whitePerbesar
Sukma Hadi Anugerah saat mengolah produk. Foto / dok SMKN 1 Turen
Lebih lanjut, guru yang sudah mengajar sejak tahun 2009 ini berharap pencapaiannya dapat menjadi inspirasi bagi guru-guru lain, termasuk para siswa. Terlebih, tantangan guru ke depan semakin tidak mudah.
Guru tak hanya dituntut menjadi pengajar, namun juga produktif, menghasilkan berbagai karya dan menjadi contoh bagi anak didiknya. Dirinya mencoba mengatur mindset bagaimana supaya produktif dan memberi contoh bagi siswa.
ADVERTISEMENT
''Insya Allah tahun depan ikut lagi dengan inovasi yang lebih baik lagi. Dukungan lingkungan dan pihak sekolah sangat luar biasa," ujarnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020