kumparan
18 Mei 2019 11:10 WIB

Kampanye Kurangi Botol Plastik, CCF Surati Perusahaan Kelas Dunia

Founder CCG Eko Baskoro (dua dari kiri) dan sejumlah aktivis CCF saat bertemu dengan perwakilan AIESEC Universitas Brawijaya.(foto-foto dokumen).
TUGUMALANG.ID - Climate Change Frontier (CCF), lembaga yang bergerak di bidang lingkungan dan kemanusian terus melakukan kampanye anti sampah plastik. Setelah sebelumnya banyak masuk ke restoran dan cafe untuk menyuarakan anti sedotan plastik, kini CCF juga menggandeng pabrik-pabrik baik nasional maupun internasional untuk mengurangi produksi botol plastik.
ADVERTISEMENT
Langkah menggandeng produsen botol plastik itu dibeberkan oleh Founder CCF, Eko Baskoro.”Kita sudah berkirim ke Danone, dan Danone Spanyol sudah merespon dengan baik. Sedangkan beberapa produsen yang telah kita 'sounding' ada Aqua dan juga Coca-Cola," terang pria kelahiran Jember tersebut. Hanya saja, ia mengaku bahwa dua perusahaan selain Danone tersebut masih belum merespon menanggapi kampanye yang dilakukan oleh CCF tersebut.
Tim dari CCF saaat melakukan sosialisasi sedotan non-plastik di Excelso.
Tak hanya itu, ia juga menyinggung akan melakukan pendekatan dengan perusahaan dan produsen pembuat minunan dalam kemasan lain seperti Total, dan Orang Tua. Ia menerangkan bahwa langkah itu dilakukan lantaran untuk mengurangi sampah botol plastik, yakni dengan mengurangi produksi minuman kemasan dalam ukuran kecil.
"Sebab botol ukuran kecil ini yang paling cepat jadi sampah. Jadi kami merekomendasikan agar perusahaan-perusahaan tersebut untuk mengurangi produksi botol ukuran 500 ml ke bawah," beber pria kelahiran 21 Juni 1974 tersebut.
ADVERTISEMENT
Ia menerangkan, bahwa dalam survei yang dilakukan oleh lembaganya, untuk botol ukuran kecil di bawah 500 ml bakal menjadi sampah dalam kurun waktu 1-3 jam saja. Sedangkan untuk botol besar ukuran 1 liter ke atas bakal menjadi sampah dalam kurun 12-24 jam. Oleh karena itu, pihaknya ingin mendengungkan kampanye anti botol plastik tersebut.
Tim dari CCF saaat melakukan sosialisasi sedotan non-plastik di Java Dancer.
Ia menerangkan bahwa kampanye melakukan itu masih tergolong baru, jika sebelumnya telah melakukan anti sedotan plastik ke dunia industri makanan seperti restoran, hotel, dan cafe, maka mendekati produsen plastik ini baru dilakukan pada tanggal 8 Mei lalu.
"Sasaran kami memang pembatasan ukuran botol pastik," imbuh alumnus Institut Teknologi Nasional, Kota Malang itu.
ADVERTISEMENT
CCF Diundang Jadi Pembicara oleh Industri dan Organisasi Pemuda Internasional
Tak hanya itu, langkah CCF untuk menggaungkan pengurangan sampah plastik juga mendapat apresiasi positif dari berbagai pihak. Salah satunya adalah organisasi pemuda internasional terbesar di dunia, AISEC. "Kami diundang dalam acara mereka sebagai pembicara untuk pengurangan sampah plastik," terang Baskoro. Ia menerangkan bahwa pihaknya akan presentasi pada acara Wild Water Malang, Summer Project 2019 di Universitas Brawijaya, 18 Juli mendatang.
Selain itu, pihaknya juga diundang untuk mengisi materi oleh PT. FMC Agricultural Manufacturing. Dalam Program Kuliah Tamu di SMKN 5 Surabaya, Jurusan Teknik Kima Industri pada 17 Juni nanti.
"Selain itu kamu juga diundang oleh beberapa hotel setelah lebaran nanti. Salah satunya Harris Hotel Surabaya. CCF diundang untuk memberikan penjelasan terkait mengurangi produk plastik," tandasnya.
ADVERTISEMENT
Tiga campaign tersebut juga mendapat respon positif dari berbagai pihak, seperti Purnama Outreach Singapura, Plastic Bank, Straw Wars Singapura, Plastic Soup Foundation serta beberapa pihak dari luar Indonesia. Termasuk produsen non-plastic seperti Avanie Bali dan Beda Pla dari Cassaplast.
Reporter: Gigih Mazda
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan